Daftar Orang Terkaya Indonesia 2026 Berubah Drastis! Efek MSCI Bikin Harta Konglomerat RI Ambruk Rp357 Triliun

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MSCI Indonesia 2026

MSCI Indonesia 2026

FINANSIAL- Pasar modal Indonesia memasuki periode penuh tekanan pada Mei 2026. Keputusan MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks global langsung memicu aksi jual besar-besaran di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dampaknya tidak hanya menghantam IHSG, tetapi juga menggerus kekayaan para konglomerat Tanah Air dalam waktu singkat.

Perubahan besar langsung terlihat pada daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes Real Time Billionaires. Sejumlah nama yang sebelumnya mendominasi posisi teratas kini turun drastis akibat anjloknya harga saham perusahaan mereka.

Sebaliknya, beberapa taipan justru berhasil memperkuat posisi di tengah gejolak pasar. Salah satu nama yang paling mencuri perhatian ialah Anthoni Salim.

Prajogo Pangestu Masih Nomor Satu, Tetapi Hartanya Ambles Fantastis

Nama Prajogo Pangestu memang masih bertahan sebagai orang terkaya di Indonesia pada Mei 2026. Namun, tekanan besar di saham grup Barito membuat nilai kekayaannya turun sangat tajam.

Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires, kekayaan Prajogo Pangestu kini berada di angka US$17,5 miliar atau sekitar Rp308,4 triliun. Pada Januari 2026 lalu, total hartanya sempat mencapai US$37,8 miliar.

Artinya, dalam waktu sekitar empat bulan saja, kekayaan pemilik Grup Barito tersebut menyusut lebih dari US$20 miliar atau sekitar Rp357 triliun.

Penurunan tersebut terjadi setelah saham-saham unggulan miliknya mengalami koreksi tajam usai MSCI mengeluarkan beberapa emiten dari indeks global. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) ikut terkena dampak besar.

Tekanan terhadap saham-saham tersebut memicu penurunan valuasi perusahaan sehingga otomatis mengurangi nilai kekayaan Prajogo Pangestu.

Agoes Projosasmito Kehilangan US$4 Miliar

Selain Prajogo Pangestu, nama Agoes Projosasmito juga mengalami tekanan besar. Bos PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) itu sebelumnya sempat menembus jajaran 10 besar orang terkaya Indonesia pada awal 2026.

Kini posisinya merosot ke peringkat ke-14 dengan total kekayaan sekitar US$2,4 miliar atau setara Rp42,3 triliun.

Jika dibandingkan dengan awal tahun, kekayaan Agoes turun drastis dari US$6,4 miliar menjadi hanya US$2,4 miliar. Dengan kata lain, kekayaannya menyusut sekitar US$4 miliar hanya dalam beberapa bulan.

Anjloknya harga saham sektor tambang dan tekanan investor asing setelah keputusan MSCI ikut mempercepat penurunan valuasi aset miliknya.

Baca Juga :  Cara Investasi Saham untuk Pemula 2026: Strategi Cuan Jangka Panjang, Tips Blue Chip, dan Panduan Lengkap Memulai dari Nol

Hermanto Tanoko Tersingkir dari 10 Besar

Pendiri Tancorp Group, Hermanto Tanoko, juga mengalami nasib serupa. Sebelumnya, Hermanto berada dalam daftar 10 besar orang terkaya Indonesia.

Namun, tekanan pasar membuat posisinya turun ke peringkat ke-17 dengan total kekayaan sekitar US$1,9 miliar.

Penurunan harga saham sejumlah emiten domestik membuat kekayaan para pengusaha yang berbasis pada kepemilikan saham ikut terkoreksi tajam.

Kondisi ini menunjukkan bahwa volatilitas pasar modal memiliki pengaruh sangat besar terhadap daftar miliarder Indonesia.

Anthoni Salim Justru Bersinar di Tengah Gejolak Pasar

Di saat sejumlah konglomerat mengalami penurunan kekayaan, Anthoni Salim justru mencatat lonjakan signifikan.

Bos Grup Salim tersebut kini berada di posisi keempat orang terkaya Indonesia dengan total kekayaan mencapai US$11 miliar atau sekitar Rp193,9 triliun.

Menariknya, pada daftar Forbes awal tahun 2026, nama Anthoni Salim bahkan belum masuk jajaran 10 besar.

Kenaikan tersebut membuat pasar mulai menyoroti strategi bisnis Grup Salim yang dinilai lebih defensif di tengah tekanan pasar modal.

Stabilitas bisnis konsumer dan diversifikasi usaha menjadi faktor utama yang membantu Anthoni Salim mempertahankan pertumbuhan aset saat banyak saham konglomerat lain justru terkoreksi.

Mengapa Keputusan MSCI Sangat Berpengaruh?

MSCI merupakan salah satu penyedia indeks global terbesar di dunia. Banyak investor institusi internasional menggunakan indeks MSCI sebagai acuan investasi.

Karena itu, ketika sebuah saham keluar dari indeks MSCI, banyak dana asing otomatis melakukan penyesuaian portofolio dengan menjual saham terkait.

Dalam rebalancing terbaru yang diumumkan pada 12 Mei 2026, MSCI memutuskan mengeluarkan 18 saham Indonesia dari indeks mereka.

Enam saham bahkan keluar dari daftar MSCI Global Indexes, termasuk beberapa emiten besar milik konglomerat Indonesia.

Saham yang terkena dampak antara lain:

  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

Sementara itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun kelas dari indeks global ke MSCI Small Cap Indexes.

Keputusan tersebut muncul setelah MSCI menyoroti isu free float dan konsentrasi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia.

Saham Free Float Rendah Jadi Sorotan Investor Asing

MSCI menilai beberapa saham Indonesia memiliki tingkat kepemilikan terkonsentrasi terlalu tinggi atau high shareholding concentration (HSC).

Kondisi tersebut membuat likuiditas saham dinilai kurang ideal bagi investor global.

BREN dan DSSA termasuk emiten yang masuk dalam kategori HSC. Akibatnya, MSCI memilih tidak meningkatkan status pasar saham Indonesia dalam evaluasi terbaru mereka.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini Minggu 17 Mei 2026 Stabil, Saat Tepat Beli Emas 24 Karat untuk Investasi?

Keputusan tersebut memicu sentimen negatif besar di pasar. Investor asing langsung mengurangi eksposur terhadap saham Indonesia sehingga IHSG mengalami tekanan.

Karena mayoritas kekayaan konglomerat berasal dari kepemilikan saham perusahaan, penurunan harga saham langsung berdampak pada nilai kekayaan mereka.

Daftar 20 Orang Terkaya Indonesia Mei 2026

Berikut daftar terbaru orang terkaya Indonesia versi Forbes Real Time Billionaires per Mei 2026:

  1. Prajogo Pangestu – US$17,5 miliar
  2. Low Tuck Kwong – US$16 miliar
  3. R Budi Hartono – US$15,7 miliar
  4. Anthoni Salim – US$11 miliar
  5. Tahir dan keluarga – US$9 miliar
  6. Sri Prakash Lohia – US$8,7 miliar
  7. Otto Toto Sugiri – US$8,5 miliar
  8. Maria Budiman – US$6,1 miliar
  9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono – US$4,9 miliar
  10. Theodore Rachmat – US$4,5 miliar
  11. Sukanto Tanoto – US$4,3 miliar
  12. Haryanto Tjiptohadjo – US$4,2 miliar
  13. Han Arming Hanafia – US$4 miliar
  14. Agoes Projosasmito – US$2,4 miliar
  15. Djoko Susanto – US$2 miliar
  16. Bambang Susantono – US$1,9 miliar
  17. Hermanto Tanoko – US$1,9 miliar
  18. Mochtar Riady dan keluarga – US$1,8 miliar
  19. Wirastuty Fangiono – US$1,8 miliar
  20. Bachtiar Karim – US$1,6 miliar

Pasar Modal Indonesia Masih Dibayangi Tekanan

Pelaku pasar kini menunggu langkah regulator dan BEI untuk meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global.

Isu free float, transparansi, serta likuiditas saham diperkirakan masih menjadi perhatian utama investor asing dalam beberapa bulan ke depan.

Jika tekanan jual terus berlanjut, perubahan daftar orang terkaya Indonesia kemungkinan masih akan terjadi sepanjang 2026.

Namun, kondisi tersebut juga membuka peluang bagi investor yang mampu memanfaatkan momentum koreksi saham berkualitas di tengah volatilitas pasar.

Banyak analis menilai pasar modal Indonesia masih memiliki fundamental jangka panjang yang kuat. Karena itu, perbaikan sentimen global dan stabilitas ekonomi domestik berpotensi mendorong pemulihan IHSG dalam jangka menengah.

Untuk saat ini, gejolak akibat keputusan MSCI menjadi pengingat bahwa kekayaan para konglomerat Indonesia sangat bergantung pada pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia.(*)

Follow WhatsApp Channel qixiobuzz.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

7 Pengeluaran Hantu yang Diam-Diam Bikin Rekening Cepat Kering, Nomor 4 Paling Sering Terjadi
7 Pinjol Legal untuk Mahasiswa 2026, Cair Cepat dan Bisa Bayar Kuliah Tanpa Ribet
Cara Transfer GoPay ke OVO Paling Mudah dan Resmi 2026, Praktis Tanpa Ribet
Rekening Dormant Bisa Bikin Nasabah Rugi? Ini Penjelasan Lengkap OJK dan Cara Mengaktifkannya Lagi
Pinjol Resmi Tanpa BI Checking 2026, Ini Daftar Aplikasi Legal yang Masih Bisa Cair
Cara Upgrade GoPay Plus 2026, Syarat, Keuntungan, dan Panduan Lengkap agar Verifikasi Cepat Berhasil
12 Kartu Kredit Terbaik di Indonesia 2026, Cashback Besar, Miles Cepat, dan Promo Belanja Paling Cuan
Pinjol Cair ke DANA Resmi OJK 2026, Solusi Dana Cepat Tanpa Rekening Bank
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:32 WIB

7 Pinjol Legal untuk Mahasiswa 2026, Cair Cepat dan Bisa Bayar Kuliah Tanpa Ribet

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:31 WIB

Cara Transfer GoPay ke OVO Paling Mudah dan Resmi 2026, Praktis Tanpa Ribet

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:34 WIB

Daftar Orang Terkaya Indonesia 2026 Berubah Drastis! Efek MSCI Bikin Harta Konglomerat RI Ambruk Rp357 Triliun

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:32 WIB

Rekening Dormant Bisa Bikin Nasabah Rugi? Ini Penjelasan Lengkap OJK dan Cara Mengaktifkannya Lagi

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:36 WIB

Pinjol Resmi Tanpa BI Checking 2026, Ini Daftar Aplikasi Legal yang Masih Bisa Cair

Berita Terbaru