Qixiobuzz.com – MESIR. Kalau kita bicara Piramida Giza, semua orang tahu, 100 tahun sebelum Giza dibangun, ada satu raja yang pertama kali nekat membangun gedung dari batu? Dialah Netjerikhet Djoser, atau yang kita kenal sebagai Raja Yozer.
Latar Belakang: Mesir 2700 SM
Pada tahun 2670 SM, Mesir masih mengubur rajanya di kuburan sederhana bernama Mastaba – bangunan bata lumpur berbentuk bangku, atap datar. Belum ada yang pernah berpikir membangun bangunan raksasa dari batu potong.
Djoser adalah raja kedua dari Dinasti ke-3 yang memerintah sekitar 19 sampai 28 tahun. Ibu kotanya di Memphis. Ia adalah anak dari Khasekhemwy, raja yang menyatukan Mesir Hulu dan Hilir. Djoser ingin membuat sesuatu yang abadi, yang belum pernah dibuat manusia sebelumnya.
Sang Otak Jenius: Imhotep
Keberhasilan Djoser tidak lepas dari tangan kanannya, seorang manusia super jenius bernama Imhotep.
Imhotep bukan orang sembarangan. Gelarnya luar biasa panjang:
> Kanselir Mesir Bawah, Yang Pertama setelah Raja Mesir Hulu, Administrator Istana Agung, Keturunan Bangsawan, Pendeta Tinggi Heliopolis, Pembangun, Pemahat, dan Ahli Pembuat Jambangan
Dialah arsitek dan dokter pertama dalam sejarah dunia yang namanya tercatat. Namanya berarti “Seseorang yang Datang dalam Damai”. 2000 tahun setelah mati, ia diangkat menjadi Dewa Kedokteran oleh bangsa Mesir, disejajarkan dengan Dewa Yunani Asclepius.
Mahakarya Pertama: Piramida Bertingkat Saqqara
Djoser memerintahkan Imhotep untuk membangun makamnya di nekropolis Saqqara, barat laut Memphis.
Awalnya Imhotep membangun Mastaba persegi biasa. Lalu ia mendapat ide gila:
- Ia tumpuk Mastaba kedua yang lebih kecil di atasnya.
- Lalu tumpuk lagi Mastaba ketiga, keempat, kelima, keenam di atasnya.
Jadilah bangunan 6 tingkat bertumpuk setinggi 62,5 meter, dengan lebar 121 meter tiap sisinya. Inilah Piramida Pertama di Dunia, yang kita sebut Step Pyramid (Piramida Berundak).
Ini adalah bangunan batu kolosal pertama dan konstruksi batu potong berskala besar pertama dalam sejarah manusia.
Piramida ini tidak berdiri sendiri. Imhotep membangun kompleks super luas seluas 37 hektar (15 hektar versi lain), dikelilingi tembok batu kapur setinggi 10,5 meter, dengan kuil, kapel, halaman, dan labirin terowongan bawah tanah sepanjang 5,5 kilometer yang diisi 330.400 meter kubik batu dan tanah liat.Dindingnya dilapisi marmer putih dari Tura agar berkilau dari kejauhan.
Mengapa Ini Revolusi?
Sebelum Djoser, tidak ada raja yang mampu mengumpulkan ribuan pekerja terampil untuk memotong, mengangkut, dan menyusun batu. Fakta bahwa Djoser berhasil membangunnya menunjukkan betapa kuat dan kayanya Mesir di masa itu.
Desain Imhotep ini menjadi cetak biru bagi semua piramida setelahnya. Raja Sneferu (ayah Khufu) menyempurnakan seni membangun piramida yang telah diprakarsai oleh Imhotep di Saqqara, hingga akhirnya lahirlah Piramida Agung Giza yang sempurna.
Misteri Makam yang Hilang
Anehnya, hingga hari ini makam Imhotep tidak pernah ditemukan*. Para arkeolog percaya makamnya ada di sekitar Saqqara, tapi belum ketemu. Beberapa bukti keberadaannya hanya dari prasasti di alas patung Djoser dan grafiti di dinding piramida Sekhemkhet yang belum selesai.
Djoser sendiri dimakamkan di dalam Piramida Bertingkatnya. Kompleks Saqqara sendiri baru dibuka kembali untuk turis pada September 2021 setelah restorasi 15 tahun.(MM#)










