Oposisi Klaim Netanyahu Kalah di Pemilu Israel: “Rakyat Sudah Suruh Mereka Pergi!”

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oposisi Klaim Netanyahu Kalah di Pemilu Israel: "Rakyat Sudah Suruh Mereka Pergi!" (Foto:Kompas)

Oposisi Klaim Netanyahu Kalah di Pemilu Israel: "Rakyat Sudah Suruh Mereka Pergi!" (Foto:Kompas)

Qixiobuzz.com – YERUSALEM.  Kubu oposisi Israel mengklaim kemenangan atas Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu dalam Pemilu Parlemen Israel 2026 yang digelar Selasa (27/10/2026).

Klaim itu didasarkan pada hasil _exit poll_ atau hitung cepat tiga stasiun televisi utama Israel yang menempatkan blok oposisi pimpinan mantan Panglima IDF Gadi Eisenkot unggul tipis atas koalisi Netanyahu.

Hasil _exit poll_ yang dirilis lembaga penyiaran publik KAN dan Channel 13 memproyeksikan blok Netanyahu hanya memperoleh 50 kursi, sementara kubua Eisenkot meraih 53 kursi. Channel 12 memproyeksikan 50 kursi untuk Netanyahu dan 52 kursi untuk Eisenkot, dengan *partai-partai Arab mengantongi 17-18 kursi.

Tidak satu pun kubu mencapai angka keramat 61 kursi* dari total 120 kursi Knesset yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan mayoritas.

 

“Ini Keruntuhan Total!”

Pemimpin oposisi Yair Lapid langsung tancap gas merayakan hasil proyeksi tersebut. Melalui media sosial X, Rabu (28/10/2026), Lapid menyebut hasil itu sebagai kekalahan telak bagi Netanyahu.

“Jangan biarkan siapa pun membingungkan kalian: blok Netanyahu telah mengalami kekalahan telak. Ini adalah keruntuhan total dan rakyat telah menyuruh mereka untuk pulang,” tegas Lapid.

Suaranya diamini oleh pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot. Mantan Kepala Staf militer itu menilai hasil _exit poll_ menunjukkan hilangnya kepercayaan publik terhadap Netanyahu dan pemerintahannya.

“Publik telah memilih perubahan. Koalisi kegagalan telah kehilangan kepercayaan rakyat. Rakyat Israel telah memilih agar Netanyahu tidak lagi menjabat sebagai Perdana Menteri,” ujar Eisenkot.

Baca Juga :  KENAPA IKAN DI TIAP NEGARA BEDA JENIS? MESKI LAUT NYAMBUNG SE-DUNIA SATU HAMPARAN

Ketua Partai Demokrat Yair Golan bahkan menyebut kemenangan kubu oposisi sudah di depan mata jika suara partai Arab dihitung.

“Netanyahu kalah. Saya tahu cara menghitung sampai 120. 65 lebih besar dari 55. Begitulah cara kerja demokrasi Israel. Titik,” kata Golan, merujuk pada potensi gabungan oposisi 48 kursi ditambah 19 kursi partai Arab menjadi 67 kursi.

Presiden Israel Democracy Institute, Yohanan Plesner, juga menilai hasil _exit poll_ sebagai kemunduran besar bagi Netanyahu yang sebelumnya menguasai 68 kursi, kini anjlok ke sekitar 50 kursi.

 

Netanyahu: “Jangan Rayakan Dulu, Likud Tetap Terbesar!”

Kubu Netanyahu menolak mentah-mentah klaim kemenangan oposisi itu dan menyebutnya *terlalu dini*.

Menteri Luar Negeri Israel yang juga sekutu dekat Netanyahu, Gideon Saar, menyindir kubu oposisi sudah kecelepatan merayakan.

“Hasil hitung cepat belum bisa menjadi dasar untuk menentukan siapa yang akan membentuk pemerintahan berikutnya,” ujar Saar.

Netanyahu sendiri hingga Rabu pagi belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun Partai Likud dilaporkan meminta seluruh kadernya untuk tidak berbicara ke media massa dan meminta para pemimpin koalisi untuk konsolidasi.

Likud tetap diproyeksikan sebagai *partai tunggal terbesar* dengan 24-26 kursi, mengungguli partai Yashar milik Eisenkot yang diproyeksikan meraih 21-23 kursi.

 

Jalan Buntu: Sama-Sama Butuh Partai Arab

Fakta pahitnya, klaim kemenangan oposisi itu masih jauh dari final. Pasalnya, keunggulan tipis oposisi sangat bergantung pada suara partai-partai Arab (Joint List dan Ra’am) yang memproyeksikan 18-19 kursi, rekor tertinggi dalam sejarah.

Baca Juga :  Masa Depan Gaza di Tengah Pemilu Israel

Eisenkot sendiri selama kampanye hampir menutup pintu untuk berkoalisi dengan partai Arab. Tanpa suara Arab, blok oposisi hanya mengantongi 48-52 kursi, tetap jauh dari 61 kursi.

Sementara itu, blok Netanyahu yang diproyeksikan 50-53 kursi juga tidak bisa membentuk pemerintahan tanpa dukungan pihak lain.

Komisi Pemilihan Umum Pusat Israel mencatat tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7 persen, tertinggi sejak 1999 atau naik 7,1 persen dibanding Pemilu 2022. Antusiasme tinggi ini dinilai menjadi penanda bahwa pemilu kali ini benar-benar menjadi referendum atas kepemimpinan Netanyahu pasca perang Gaza.

 

Pemilu 2026 sendiri merupakan pemilu nasional pertama Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang yang menyusul di Gaza, Lebanon, hingga Iran.

 

Apa Selanjutnya?

Hasil resmi pemilu diperkirakan baru akan diumumkan dalam beberapa hari setelah seluruh suara, termasuk sekitar 500 ribu suara tentara yang memilih di luar TPS, selesai dihitung.

Skenario yang kini mengemuka:

  1. Eisenkot berpeluang pertama kali mendapat mandat Presiden untuk merakit koalisi, dengan syarat mau merangkul partai Arab.
  2. Netanyahu berupaya mempertahankan posisinya sebagai PM sementara (_caretaker_) dan merayu partai-partai kecil.
  3. Jika deadlock berlanjut, Israel berisiko kembali menggelar pemilu untuk keenam kalinya.

Untuk sekarang, satu hal yang pasti: kubu oposisi sudah terlanjur mengklaim Netanyahu kalah, sementara Netanyahu belum mau menyerah. Dan rakyat Israel masih menunggu siapa yang benar-benar akan memimpin mereka selanjutnya.(MM#).

Berita Terkait

LUAR BIASA! Veda Pratama Bikin Indonesia Bangga di Sirkuit Sepang!
PANAS! Marc Marquez Tak Terbendung di MotoGP Malaysia 2026, Menang Dominan di Sepang!
LUAR BIASA! Lula Menang Pilpres Brasil, Amankan Masa Jabatan Keempat
Masa Depan Gaza di Tengah Pemilu Israel
Alvin Tedjo, Politikus Keturunan Indonesia Anak Rantau Asal Padang Terpilih Jadi Wali Kota di Kanada
Dokter Senior di Inggris Ancam Mogok Kerja Akibat Gaji Rendah
Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda Berpulang pada Usia 90 Tahun
MOTOGP Australia 2026 Resmi Dibatalkan, Marc Marquez Tetap Pimpin Klasemen
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:24 WIB

LUAR BIASA! Veda Pratama Bikin Indonesia Bangga di Sirkuit Sepang!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Oposisi Klaim Netanyahu Kalah di Pemilu Israel: “Rakyat Sudah Suruh Mereka Pergi!”

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:51 WIB

LUAR BIASA! Lula Menang Pilpres Brasil, Amankan Masa Jabatan Keempat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Masa Depan Gaza di Tengah Pemilu Israel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Alvin Tedjo, Politikus Keturunan Indonesia Anak Rantau Asal Padang Terpilih Jadi Wali Kota di Kanada

Berita Terbaru

Veda Pratama Bikin Indonesia Bangga di Sirkuit Sepang (Foto: Okezone Sports)

Internasional

LUAR BIASA! Veda Pratama Bikin Indonesia Bangga di Sirkuit Sepang!

Minggu, 1 Nov 2026 - 18:24 WIB