Hari Anak Nasional 2026 di Jabar Semarak, Festival Budaya Satukan Kreativitas dan Tradisi

Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Anak Nasional 2026 di Jabar Semarak, Festival Budaya Satukan Kreativitas dan Tradisi(Foto: faktabandungraya
/AI)

Hari Anak Nasional 2026 di Jabar Semarak, Festival Budaya Satukan Kreativitas dan Tradisi(Foto: faktabandungraya /AI)

Qixiobuzz.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 tidak hanya di isi seremoni. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) memilih pendekatan berbeda dengan menggelar Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat yang memadukan perlindungan anak dengan pelestarian budaya Sunda.

Mengusung tema “Ngamumule Budaya Sunda, Ngawangun Generasi Emas”, festival berlangsung di Teater Tertutup Dago Tea House, Kota Bandung, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian peringatan HAN tingkat provinsi yang sebelumnya telah melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah.

Pendekatan tersebut di nilai menjadi strategi penting untuk memperkuat identitas budaya sejak usia dini sekaligus membuka ruang partisipasi anak dalam pembangunan. Di tengah derasnya arus digital dan budaya global, pemerintah berupaya memastikan anak-anak tetap mengenal akar budayanya tanpa mengabaikan hak untuk berkembang dan berkreasi.

Di Awali Kompetisi, Berakhir di Panggung Aspirasi Anak

DP3AKB lebih dulu mengadakan Pasanggiri Biantara menggunakan bahasa Sunda, Arab, dan Inggris yang di ikuti 1.381 peserta. Bersamaan dengan itu, program edukasi hak anak melalui webinar “Ngopi Sahabat Goes to School” melibatkan lebih dari 1.000 anak dari berbagai wilayah Jawa Barat. Kompetisi seni budaya kemudian berlanjut melalui lomba Tari Merak, Pencak Silat, Ngawih Pupuh, hingga Pemandu Acara yang di ikuti 774 peserta.

Seluruh rangkaian bermuara pada puncak peringatan HAN yang menghadirkan 893 perwakilan anak dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA dan sederajat. Momentum tersebut sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme anak-anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang menggabungkan pendidikan karakter, seni, dan ruang berekspresi.

Baca Juga :  Masjid Keramat Koto tuo Saksi Sejarah Islam di Kerinci Jambi

Forum Anak Di kukuhkan, Aspirasi Di sampaikan Langsung

Forum Anak Daerah Jawa Barat periode 2026–2028. Selanjutnya, anak-anak membacakan Suara Anak, berisi berbagai harapan kepada pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, hingga dunia usaha.

Aspirasi tersebut menyoroti pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, maupun praktik perkawinan anak. Pesan itu menjadi pengingat bahwa perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Menariknya, seluruh rangkaian acara dipandu pembawa acara muda yang merupakan pemenang hasil audisi dari 89 peserta se-Jawa Barat. Hal ini memperlihatkan bahwa anak tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga di percaya mengambil peran penting dalam penyelenggaraan kegiatan.

Pelestarian Budaya Di nilai Menjadi Investasi Jangka Panjang

Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti, menegaskan bahwa anak merupakan aset strategis bangsa. Karena itu, mereka harus tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, bahagia, dan penuh kasih sayang. Menurut Siska, Festival Kreasi Budaya Anak menjadi bukti nyata komitmen pemerintah. Kegiatan ini memberi ruang bagi anak untuk berkarya. Di saat yang sama, festival juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Sunda sebagai identitas daerah.

“Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat merupakan bentuk nyata pemberian ruang partisipasi bagi anak sekaligus upaya melestarikan budaya Sunda melalui kreativitas generasi muda,” ujar Siska. Ia menambahkan, festival ini juga menjadi media pembelajaran karakter. Anak-anak dapat mengembangkan potensi secara positif. Mereka juga didorong tumbuh menjadi generasi yang berbudaya, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  Proyek Tanggul Batang Merao Dikebut, Solusi Cegah Banjir Kerinci-Sungai Penuh Ditargetkan Rampung Desember 2026

Pemerintah Dorong Kolaborasi Lindungi Hak Anak

Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Bidang Hubungan Kelembagaan, Indra Gunawan, mengingatkan agar Hari Anak Nasional tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momentum HAN harus menjadi penguat kolaborasi berbagai pihak untuk memastikan pemenuhan hak anak sekaligus mencegah kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, hingga perkawinan anak.

Pandangan serupa di sampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah. Ia mengajak seluruh pihak menghadirkan ruang yang aman, menyenangkan, dan inspiratif agar anak mampu mengembangkan bakat sekaligus mencintai budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Penampilan 27 Daerah Menjadi Penutup Penuh Makna

Peringatan Hari Anak Nasional Jawa Barat 2026 ditutup dengan pertunjukan seni budaya dari 27 kabupaten/kota. Penampilan itu menunjukkan kekayaan budaya Jawa Barat. Sekaligus, kegiatan ini membuktikan bahwa generasi muda masih bangga terhadap warisan budaya daerah.

Festival ini bukan sekadar ajang kompetisi. Kegiatan tersebut juga memperkuat perlindungan anak, pendidikan karakter, dan pelestarian budaya. Melalui ruang partisipasi yang lebih luas, pemerintah berharap lahir generasi yang percaya diri, kreatif, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

(A/*)

Berita Terkait

Busana Tradisional Merupakan Cerminan Identitas Suatu Bangsa
Kebaya: Bukti Perempuan Nusantara Sudah Berbusana Anggun Sejak 1400-an
Tradisi Marakka Bola: Angkat Rumah Adat Bugis yang Hanya Ada di Suku Bugis
Setiap Tanggal 17 Agustus Indonesia Memperingati Hari Kemerdekaan
11 September: Hari Lahirnya RRI atau Hari Radio Nasional
Peradaban Sumeria: Awal Mula Peradaban Manusia di Dunia
Loetoeng Kasaroeng 1926: Film Pertama di Indonesia
Sejarah Naskah Incung atau Tambo Kerinci: Kitab Pusaka Penjaga Adat Suku Kerinci
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Busana Tradisional Merupakan Cerminan Identitas Suatu Bangsa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Kebaya: Bukti Perempuan Nusantara Sudah Berbusana Anggun Sejak 1400-an

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Tradisi Marakka Bola: Angkat Rumah Adat Bugis yang Hanya Ada di Suku Bugis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Setiap Tanggal 17 Agustus Indonesia Memperingati Hari Kemerdekaan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:58 WIB

11 September: Hari Lahirnya RRI atau Hari Radio Nasional

Berita Terbaru