Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Saat Langit Mendadak Gelap, Ini Daftar Lokasi Terbaik untuk Menyaksikannya

Fenomena langka yang hanya melintasi sejumlah negara, Indonesia tidak kebagian.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Saat Langit Mendadak Gelap, Ini Daftar Lokasi Terbaik untuk Menyaksikannya
(Foto: ils/sulawesipos/AI)

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Saat Langit Mendadak Gelap, Ini Daftar Lokasi Terbaik untuk Menyaksikannya (Foto: ils/sulawesipos/AI)

Qixiobuzz.com – Bayangkan matahari yang biasanya bersinar terang perlahan kehilangan cahayanya. Bayangan Bulan terus bergerak hingga akhirnya menutupi seluruh piringan Matahari. Siang yang semula terang berubah menjadi remang, suhu udara turun, dan langit mendadak menyerupai senja. Dalam keheningan beberapa menit itu, hanya satu cahaya yang masih tampak mengelilingi Matahari: korona, lapisan atmosfer terluarnya yang biasanya tersembunyi.

Pemandangan seperti itu akan kembali terjadi pada 12 Agustus 2026 melalui fenomena Gerhana Matahari Total, salah satu peristiwa astronomi paling di nanti tahun ini. Tidak hanya memikat para pemburu langit, momen tersebut juga menjadi kesempatan berharga bagi ilmuwan untuk meneliti Matahari dan atmosfer Bumi.

Indonesia Belum Beruntung

Menurut NASA, jalur gerhana total tidak melintasi wilayah Indonesia. Bahkan, gerhana sebagian pun tidak akan terlihat dari Tanah Air. Karena itu, masyarakat hanya dapat mengikuti fenomena tersebut melalui siaran langsung yang di selenggarakan lembaga antariksa atau observatorium internasional. Meski hanya menyaksikannya lewat layar, fenomena ini tetap menarik karena tidak setiap tahun gerhana matahari total melintasi wilayah yang mudah di jangkau.

Negara-Negara yang Masuk Jalur Gerhana Total

NASA mencatat jalur bayangan Bulan akan membentang dari kawasan Arktik hingga Eropa Barat. Wilayah yang berada tepat di jalur totalitas meliputi:

  • Samudra Arktik
  • Greenland
  • Islandia
  • Samudra Atlantik
  • Spanyol
  • Rusia
  • Sebagian kecil Portugal
Baca Juga :  Laptop Gaming Terbaik 2026: Rekomendasi Laptop RTX AI Paling Kencang untuk Gamer dan Content Creator

Sementara itu, gerhana matahari sebagian dapat di amati dari sebagian besar wilayah Eropa, Afrika Utara, Kanada, dan Amerika Serikat bagian utara. Fenomena ini di perkirakan mulai pada 15.35 UTC, mencapai puncak sekitar 17.47 UTC, lalu berakhir pada 19.59 UTC. Durasi pengamatan berbeda-beda bergantung pada posisi masing-masing wilayah.

Spanyol Bersiap Menyambut Jutaan Pengunjung

Di antara seluruh negara yang di lintasi jalur totalitas, Spanyol menjadi sorotan utama. Bayangan Bulan akan melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Galicia, Asturias, Castile and León, Aragon, hingga Kepulauan Balearic. Kondisi itu menjadikan negara tersebut sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati gerhana matahari total.

Pemerintah Spanyol bahkan memperkirakan sekitar 17 juta orang akan menyaksikan fenomena tersebut, termasuk lima juta wisatawan mancanegara. Angka itu menunjukkan betapa besarnya daya tarik gerhana, bukan hanya bagi ilmuwan, tetapi juga wisatawan yang ingin merasakan pengalaman langka melihat siang berubah menjadi malam.

Selain Spanyol, Islandia juga di prediksi menjadi destinasi favorit karena berada tepat di jalur totalitas. Data European Space Agency (ESA) menunjukkan bahwa Greenland dan sebagian kecil Portugal juga akan menikmati fase gerhana total, sedangkan sebagian besar wilayah Eropa lainnya hanya melihat gerhana sebagian.

Baca Juga :  Meta Luncurkan Muse Spark, AI Super Cerdas yang Siap Ubah WhatsApp, Instagram, dan Facebook Jadi Asisten Pribadi Masa Depan

Bukan Sekadar Pemandangan Indah

Di balik keindahan langit yang menggelap, gerhana matahari total menyimpan nilai ilmiah yang sangat besar. NASA berencana menerbangkan pesawat riset WB-57 hingga ketinggian sekitar 15 kilometer. Misi tersebut bertujuan mengikuti bayangan Bulan sehingga para peneliti dapat mengamati korona Matahari lebih lama di bandingkan pengamatan dari permukaan Bumi.

Tak hanya itu, puluhan balon penelitian juga akan di lepaskan ke atmosfer. Instrumen tersebut digunakan untuk mempelajari perubahan suhu, tekanan udara, serta berbagai respons atmosfer ketika sinar Matahari tiba-tiba berkurang selama gerhana berlangsung. Hasil penelitian ini di harapkan dapat memperkaya pemahaman ilmuwan mengenai dinamika Matahari sekaligus dampaknya terhadap lingkungan Bumi.

Jangan Melihat Matahari Tanpa Pelindung

NASA mengingatkan bahwa melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung khusus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata. Pengamat di sarankan menggunakan kacamata gerhana berstandar ISO 12312-2 atau memanfaatkan metode pengamatan tidak langsung. Pengecualian hanya berlaku ketika fase totalitas berlangsung bagi mereka yang benar-benar berada tepat di jalur gerhana total. Di luar fase tersebut, perlindungan mata tetap wajib digunakan.

(A/*)

 

Berita Terkait

Epos Lagaligo, Karya Sastra Tertua dan Terpanjang di Dunia dari Tanah Bugis
Mengenal Taoisme, Salah Satu Agama Tertua di Dunia yang Lahir 2.500 Tahun Lalu
Agama Buddha: Salah Satu Agama Tertua di Dunia yang Lahir 2.500 Tahun Lalu
Konfusianisme: Ajaran Tertua di Dunia yang Menjadi Fondasi Peradaban Tiongkok
Agama Jainisme: Salah Satu Agama Tertua di Dunia
1500 SM: Orang Polinesia, Mesir Kuno, Yunani, Fenisia dan Austronesia Sudah Menaklukkan Lautan Luas
“Hymn to Creation”: Lagu Pertama dari Timur Tengah yang Dibuat Manusia 4000 Tahun Lalu
Roundhay Garden Scene 1888: Film Pertama di Dunia yang Berdurasi 2 Detik
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:29 WIB

Epos Lagaligo, Karya Sastra Tertua dan Terpanjang di Dunia dari Tanah Bugis

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Mengenal Taoisme, Salah Satu Agama Tertua di Dunia yang Lahir 2.500 Tahun Lalu

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Agama Buddha: Salah Satu Agama Tertua di Dunia yang Lahir 2.500 Tahun Lalu

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Konfusianisme: Ajaran Tertua di Dunia yang Menjadi Fondasi Peradaban Tiongkok

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Agama Jainisme: Salah Satu Agama Tertua di Dunia

Berita Terbaru