Qixiobuzz.com – NORWEGIA. Jika di Indonesia, kita menikmati 12 jam siang dan 12 jam malam, berbeda dengan sebuah desa di ujung dunia. Di Kepulauan Svalbard, Norwegia, ada desa yang selama lebih dari 4 bulan tidak pernah mengalami malam.
Desa itu bernama Longyearbyen, desa paling utara di dunia yang dihuni manusia. Letaknya sekitar 1.300 kilometer dari Kutub Utara.Fenomena ini disebut Midnight Sun atau Matahari Tengah Malam, di mana matahari bersinar 24 jam tanpa pernah terbenam sama sekali.
Di Svalbard, fenomena ini terjadi mulai dari 20 April hingga 22 Agustus setiap tahun. Artinya, selama 4 bulan, warga di sana hidup di bawah sinar matahari terus menerus. Bahkan jam 12 malam pun matahari masih terang seperti jam 12 siangSebaliknya, di musim dingin, Svalbard mengalami kegelapan total selama berbulan-bulan. Matahari tidak terbit sama sekali.
Mengapa Bisa Terjadi?
Fenomena ini terjadi karena kemiringan sumbu bumi. Saat musim panas, Kutub Utara miring menghadap matahari, sehingga wilayah di dalam Lingkaran Arktik seperti Norwegia, Islandia, dan Alaska disinari matahari penuh 24 jam.
Bagaimana Warga Bertahan?
Tinggal tanpa malam bukan hal mudah. Tubuh manusia butuh gelap untuk tidur. Warga Longyearbyen harus beradaptasi dengan memasang tirai super tebal dan penutup jendela khusus untuk mensimulasikan malam di dalam rumah agar bisa tidur.
Selain tidak pernah malam, Svalbard juga punya aturan unik lainnya yang mencengangkan dunia. Di desa ini, orang dilarang melahirkan dan dilarang meninggal. Alasannya, tidak ada rumah sakit lengkap dan jasad tidak bisa terurai karena suhu yang sangat ekstrem, mencapai minus 40 derajat.
Svalbard juga dikenal sebagai satu-satunya wilayah bebas visa di dunia. Berkat Perjanjian Svalbard tahun 1920, warga dari lebih dari 50 negara bisa tinggal dan bekerja di sana tanpa visa.(MM#).










