Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang negeri Jambi

Ilustrasi - Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang negeri Jambi

Qixiobuzz.com – Sejarah Jambi jangan hanya berhenti di nama Sultan Thaha Syaifuddin.  Ada satu putra Istana Pijoan Muaro Jambi yang memili  jalan masuk rimba,berjuang melawan Kolonial Belanda hingga  gugur di medan tempur. Namanya Raden Hamzah..Lahir 1868 di Istana Pijoan Muaro Jambi, gugur 1906 di Dusun Tuo Lubuk mengkuang Bungo. Ia tidak mati di pembuangan. Ia tidak menyerah. Ia gugur bersama Hulubalang Suku Anak dalam dan masyarakat setempat dalam pertempuran sengit melawan Kolonial Belanda

 

  1. Dari istana ke Rimba, Pilihan Seorang bangsawan. : Sebagai darah biru kesultanan Jambi, Raden hamzah  hidup tidak nyaman di bawah penindasan tekanan  Kompeni, semua itu ia lakukan perlawanan. Tahun 1904, Saat ekspedisi militer belanda menggem pedalaman pasca gugurnya Sultan Thaha. Raden Hamzah justru memili masuk ke rimba Bukit Duabelas. Ia hidup di pedalaman Huluan, belajar menguasai sumpit beracun hidup  bersama Suku Anak Dalam. Para Hulubalang mengangkatnya sebagai sudara dan panglima perang. Sumpah mereka satu lebih baik mati di rimba daripada hidup jadi budak Kompeni.Inilah nasionalisme paling awal  bangsawan Melayu bersatu dengan orang rimba untuk tanah jambi.
  2. 1902-1906 : Perang Gerilya Yang Membuat Belanda Trauma : Selama 4 tahun, Raden hamzah jadi mimpi buruk Residen Jambi. Ia memimpin pasukan gabungan yang unik, senapan lantak sisa kesultanan, Tombak, Sumpit beracun Hulubalang Suku Anak dalam, dan parang masyarakat Lubuk mengkuang.
Baca Juga :  Reshuffle Besar-Besaran Pemkot Sungai Penuh! Puluhan Pejabat Dilantik Malam Ini

 

Arsip Kolonial Verslag 1903 mencatat : jalur Jelatang dan Lubuk Mengkuang, disebut” Zona hitam” Marsose. Patroli belanda tumbang.. Taktik gerilya rimba membuat serdadu Kompeni demam hutan dan takut masuk pedalaman. Puncak 1906. Ekspedisi besar Belanda coba kuasai hulu Batanghari dan Bungo.  Raden hamzah bersama Hulubalang Suku Anak Dalam dan rakyat Lubuk Mengkuang  hadang pasukan Belanda terjadi pertempuran sengit  di Lubuk mengkuang. Di sanalah Raden hamzah gugur.

Baca Juga :  Temenggung Yusup Suku Anak Dalam dan Yayasan Raden Hamzah Wujudkan “1 Temenggung 1 Desa Adat”

 Kenapa Raden hamzah layak jadi pahlawan nasional.

Mengacu UU No.20 Tahun 2009,3 syarat  sudah terpenuhi:

WNI Yang gugur dalam perjuangan.Gugur 1906 di Kabupaten Bungo saat melawan kolonial.

    1. Memimpin perjuangan bersenjata: Panglima gabungan bangsawan tamba Suku Anak Dalam tamba rakyat Bungo selama 1902-1906.
    2. Tidak menyerah : menolak semua tawaran damai. Memilih gerilya sampai mati.
    3. Berdampak besar : menunda 4 tahun kolonial kuasai penuh Hulu Jambi. Jadi simbol persatuan negeri melayu Jambi sebelum Indonesia lahir.

Suara yang tak Boleh dibungkam : Hingga hari ini nama Raden Hamzah hidup dalam tuturan Suku Anak Dalam.Sudah 119 Tahun, Saatnya Negara Mengakui : Jambi sudah punya Sultan Thaha sebagai pahlawan nasional.  Kini giliran Raden Hamzah.Jika Bangsa ini lupa Raden Hamzah kita lupa bahwa Indonesia merdeka karena Senjata  para pejuang, dan darah rakyat yang menolak tunduk pada Kolonial.

 

 

 

 

.

 

 

 

Berita Terkait

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas
Polpulasi Satwa Diharapkan Pulih, Perburuan di Kerinci Seblat Alami Penurunan
Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan
Candi Muaro Jambi, Kompleks Percandian Terluas di asia Tenggara Jadi Magnet Wisata Dunia
Liburan ke Gunung Kerinci, Rasakan Indahnya Atap Sumatera
Kapasitas TPA Sampah. Melampaui Batas Melanda beberapa Daerah
Jangan Buang Uang Lama Harganya Bisa Tembus Ratusan Juta
Mari Kita wujudkan Jambi sebagai lumbung pangan Sumatera
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:05 WIB

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:45 WIB

Polpulasi Satwa Diharapkan Pulih, Perburuan di Kerinci Seblat Alami Penurunan

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:33 WIB

Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:09 WIB

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Candi Muaro Jambi, Kompleks Percandian Terluas di asia Tenggara Jadi Magnet Wisata Dunia

Berita Terbaru

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas(foto:diskuk.jabarprov)

Daerah

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas

Senin, 27 Jul 2026 - 17:05 WIB

Ilustrasi - Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang negeri Jambi

Budaya

Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:33 WIB

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan
(Foto:  jatigono-kunir.lumajangkab)

Daerah

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan

Sabtu, 25 Jul 2026 - 18:09 WIB