Breaking News! Banjir Bandang Terjang Danau Kerinci Barat, Rumah Warga Terendam

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi banjir yang menerja lima desa tanjung pauh mudik

Kondisi banjir yang menerja lima desa tanjung pauh mudik

KERINCI- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, pada Rabu sore (20/5/2026), memicu banjir bandang yang menerjang lima desa sekaligus. Debit air dari kawasan perbukitan meningkat tajam dalam waktu singkat lalu mengalir deras ke permukiman warga dan ruas jalan utama.

Bencana alam tersebut langsung membuat aktivitas masyarakat lumpuh. Genangan air bercampur material lumpur merendam rumah warga, menutup akses jalan, serta menghambat mobilitas kendaraan di sejumlah titik.

Lima desa yang terdampak banjir bandang meliputi Desa Tanjung Pauh Mudik, Desa Punai Merindu, Desa Pancuran Tiga, Desa Sumur Jauh, dan beberapa wilayah lain di sekitar Kecamatan Danau Kerinci Barat.

Warga setempat mengaku banjir datang sangat cepat setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan pegunungan di sekitar Danau Kerinci. Air bercampur lumpur dan material kayu langsung masuk ke halaman hingga ke dalam rumah warga.

Jalan Depati Parbo Lumpuh Total Akibat Genangan dan Arus Deras

Selain merendam rumah masyarakat, banjir bandang juga melumpuhkan akses transportasi utama di Jalan Depati Parbo. Arus air yang deras disertai genangan cukup tinggi membuat kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas.

Beberapa pengendara memilih menghentikan perjalanan demi menghindari risiko terseret arus. Warga juga terlihat berjaga di sejumlah titik untuk membantu pengguna jalan yang nekat melintas.

Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan cukup panjang di sekitar jalur terdampak. Hingga malam hari, sebagian ruas jalan masih dipenuhi air dan lumpur sehingga arus lalu lintas belum kembali normal.

Pemerintah Kecamatan Minta Warga Tetap Waspada

Camat Danau Kerinci Barat, Noverman Nurdin, M.Si, menyebut curah hujan tinggi menjadi penyebab utama banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Debit air dari kawasan perbukitan meningkat drastis lalu meluap ke permukiman dan badan jalan.

Baca Juga :  Jangan Buang Uang Lama Harganya Bisa Tembus Ratusan Juta

Menurutnya, potensi hujan susulan masih cukup tinggi sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan lereng perbukitan.

“Kondisi cuaca masih berpotensi hujan. Kami meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan maupun longsor,” ujarnya.

Pihak kecamatan bersama pemerintah desa terus melakukan pemantauan langsung di lokasi terdampak. Selain itu, aparat setempat juga berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat langkah penanganan darurat dan memastikan keselamatan warga.

Rumah Warga Terendam, Kerugian Masih Didata

Hingga saat ini, proses pendataan kerusakan rumah dan kerugian material masih berlangsung. Petugas terus mendata jumlah rumah terdampak, fasilitas umum yang mengalami kerusakan, serta kemungkinan adanya korban akibat banjir bandang tersebut.

Sejumlah warga mulai membersihkan rumah dari lumpur dan material banjir menggunakan peralatan seadanya. Banyak perabot rumah tangga dilaporkan rusak akibat terendam air bercampur lumpur.

Di beberapa titik, genangan air masih bertahan karena debit air belum sepenuhnya surut. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat belum kembali normal.

Warga berharap pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan darurat, terutama kebutuhan logistik, selimut, makanan siap saji, serta bantuan pembersihan lingkungan.

Pemkab Menuju Lokasi Bencana

Di tengah situasi darurat tersebut, rombongan Bupati Kerinci dikabarkan langsung menuju lokasi banjir bandang untuk meninjau kondisi warga terdampak.

Kehadiran pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama masa darurat.

Selain melakukan peninjauan, pemerintah daerah juga diperkirakan segera mengambil langkah cepat untuk membuka akses jalan yang lumpuh serta membantu warga membersihkan rumah mereka dari material lumpur.

Cuaca Ekstrem Tingkatkan Risiko Longsor di Kerinci

Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir memang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kerinci dan sekitarnya. Kawasan perbukitan yang mengelilingi Danau Kerinci membuat beberapa daerah rawan mengalami banjir bandang dan tanah longsor saat hujan deras berlangsung lama.

Baca Juga :  Sejarah Berdirinya RRI Jambi: Dari Radio Jambi 1957 Hingga Gedung Telanaipura 1974

Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah terhadap perubahan cuaca ekstrem. Warga yang tinggal di dekat lereng bukit maupun bantaran sungai perlu mempersiapkan langkah antisipasi jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Banjir Bandang Kerinci Jadi Sorotan Warga di Media Sosial

Peristiwa banjir bandang di Danau Kerinci Barat langsung menjadi perhatian masyarakat di media sosial. Sejumlah video memperlihatkan derasnya arus air yang menerjang jalan dan permukiman warga beredar luas di berbagai platform digital.

Banyak netizen mengaku khawatir melihat kondisi cuaca ekstrem yang terus terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Tidak sedikit pula yang berharap pemerintah segera melakukan normalisasi drainase dan mitigasi bencana di kawasan rawan banjir.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Imbauan Penting untuk Warga Saat Banjir Bandang

Agar tetap aman saat banjir bandang terjadi, warga perlu memperhatikan beberapa langkah penting berikut:

  • Hindari melintasi arus banjir yang deras.
  • Segera matikan aliran listrik di rumah saat air mulai masuk.
  • Pindahkan dokumen penting dan barang berharga ke tempat aman.
  • Pantau informasi resmi dari pemerintah dan BPBD.
  • Jauhi lereng bukit yang berpotensi longsor.
  • Siapkan tas darurat berisi obat-obatan dan kebutuhan penting.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian lebih besar saat bencana datang secara tiba-tiba.(TIM)

Berita Terkait

Kepala BGN Sudaryono: Keracunan MBG di Sidoarjo Akibat Pelanggaran SOP
Asap Karhutla Indonesia Diprotes Negara Tetangga
Erupsi Gunung Sinabung Karo, Sumut Ganggu Penerbangan di Bandara Kualanamu
Destry Damayanti Resmi Ditetapkan DPR Sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031
KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2026-2031
Cara Ubah Desil DTKS Secara Online
Karhutla di Berbagai Daerah Jadi Ancaman, BNPB Imbau Masyarakat Waspada
PEMERIKSAAN MCU ITU PERLU
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:06 WIB

Kepala BGN Sudaryono: Keracunan MBG di Sidoarjo Akibat Pelanggaran SOP

Rabu, 2 September 2026 - 08:04 WIB

Erupsi Gunung Sinabung Karo, Sumut Ganggu Penerbangan di Bandara Kualanamu

Selasa, 1 September 2026 - 09:42 WIB

Destry Damayanti Resmi Ditetapkan DPR Sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:25 WIB

KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2026-2031

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Cara Ubah Desil DTKS Secara Online

Berita Terbaru