Qixiobuzz.com – LAMPUNG/BANTEN. Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali erupsi pada Minggu, 6 September 2026 sore. PVMBG mencatat kolom abu setinggi ±800 meter dari puncak dan lontaran lava pijar terlihat dari radius 5 km.
Hingga pukul 17.30 WIB, status gunung masih di *Level III / Siaga. Warga dan wisatawan diminta tidak mendekat dalam radius 5 km dari kawah.
Dampak Abu Vulkanik
Hujan abu tipis dilaporkan di pesisir Lampung Selatan dan Pandeglang, Banten. Arah angin ke timur laut menyebabkan abu jatuh di wilayah Kalianda dan Cilegon.
Warga diminta menggunakan masker dan menutup tempat air. Sekolah di 3 kecamatan pesisir dipulangkan lebih awal sebagai langkah antisipasi.
Aktivitas Pelayaran & Pariwisata
ASDP menghentikan sementara 2 kapal penyebrangan di Selat Sunda selama 1 jam untuk sterilisasi jalur. Pukul 16.45 WIB pelayaran dibuka kembali dengan pengawalan ketat.
Objek wisata Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi ditutup sementara. Nelayan diimbau tidak melaut di radius 10 km dari gunung.
Potensi Tsunami
BMKG menyatakan belum ada potensi tsunami dari erupsi ini. Namun CCTV dan seismograf terus dipantau 24 jam karena struktur tubuh Anak Krakatau rawan longsor. Masyarakat pesisir diminta tetap tenang tapi siaga.
Kualitas Udara & Kesehatan
Dinkes Lampung dan Banten membagikan 10.000 masker di titik pengungsian dan pasar. Pasien ISPA di Puskesmas Kalianda naik 20% sejak pagi.
“Yang punya asma, lansia dan anak kecil sebaiknya di dalam rumah dulu,” kata Kepala Dinkes Lampung Selatan.
Tindakan Pemerintah
- PVMBG: Memasang 2 sensor tambahan dan drone pemantau
- BPBD : Mendirikan 4 posko siaga di Bakauheni, Cilegon, Anyer dan Labuhan
- BGN: Menyiapkan dapur umum jika status naik ke Awas
Kepala PVMBG mengimbau warga tidak panik dan hanya mengikuti info resmi dari `magma.esdm.go.id` dan akun BPBD setempat. (MM#)










