Kaspersky Bongkar Modus NFC Android 2026: Rekening Bisa Terkuras Dalam Hitungan Menit

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kaspersky

Kaspersky

TEKNOLOGI- Kaspersky mengungkap lonjakan besar serangan siber berbasis Near Field Communication (NFC) yang menyasar pengguna Android sepanjang 2026. Tren kejahatan digital ini berkembang semakin agresif karena pelaku kini tidak hanya mencuri data pribadi, tetapi juga menguras dana korban secara langsung melalui perangkat ponsel.

Laporan terbaru Kaspersky menunjukkan jumlah serangan NFC terhadap pengguna Android meningkat hingga 188 persen selama empat bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut memperlihatkan bahwa metode penipuan digital berbasis NFC mulai menjadi ancaman serius bagi pengguna mobile banking dan dompet digital.

Peningkatan serangan ini juga memicu kekhawatiran baru di industri keamanan siber global. Pasalnya, pelaku berhasil memanfaatkan fitur NFC yang awalnya dirancang untuk mempermudah transaksi nirkontak menjadi alat pencurian dana yang sulit terdeteksi.

Modus Baru Penipuan NFC Android Semakin Sulit Dideteksi

Kepala Ahli Keamanan Kaspersky, Sergey Golovanov menjelaskan bahwa pelaku sebelumnya menggunakan metode “NFC langsung” untuk mencuri data kartu bank korban. Namun sekarang, pelaku mulai beralih menggunakan teknik baru bernama reverse NFC atau NFC terbalik.

Modus terbaru ini membuat korban tanpa sadar mentransfer uang langsung ke rekening penipu. Teknik tersebut terlihat seperti transaksi biasa sehingga sistem keamanan perbankan maupun korban sendiri sering gagal mengenali aktivitas mencurigakan.

Menurut Golovanov, evolusi malware relay NFC berpotensi terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, pengguna Android wajib meningkatkan kewaspadaan terhadap aplikasi asing maupun permintaan transaksi yang terlihat tidak biasa.

Cara Kerja Serangan NFC Langsung pada Android

Dalam skema NFC langsung, pelaku biasanya menghubungi korban melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp atau Telegram. Penipu kemudian menyamar sebagai petugas bank, customer service fintech, atau tim verifikasi akun digital.

Pelaku selanjutnya meminta korban mengunduh aplikasi palsu yang tampak seperti aplikasi keuangan resmi. Setelah aplikasi terpasang, malware mulai mengambil alih fungsi NFC pada ponsel Android korban.

Korban lalu diminta menempelkan kartu ATM atau kartu debit ke bagian belakang ponsel dan memasukkan PIN kartu. Pada tahap inilah malware mencuri data kartu perbankan dan mengirimkannya ke perangkat milik pelaku.

Setelah mendapatkan data tersebut, penipu dapat melakukan transaksi ilegal, penarikan dana, hingga pembelian online tanpa sepengetahuan korban.

Reverse NFC Jadi Ancaman Baru Mobile Banking 2026

Reverse NFC menjadi teknik terbaru yang paling dikhawatirkan oleh pakar keamanan siber global. Teknik ini bekerja dengan cara membalik alur transaksi sehingga korban sendiri yang mengirim uang ke pelaku.

Penipu biasanya memanfaatkan rekayasa sosial atau social engineering untuk membuat korban percaya bahwa mereka sedang melakukan verifikasi keamanan rekening. Padahal, korban sebenarnya tengah mengirim dana langsung ke rekening penipu.

Skema reverse NFC jauh lebih berbahaya karena transaksi terlihat legal di sistem bank. Selain itu, korban sering terlambat menyadari pencurian karena transaksi tampak seperti aktivitas normal yang dilakukan sendiri.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana kejahatan siber modern tidak lagi hanya mengandalkan peretasan teknis, tetapi juga manipulasi psikologis pengguna.

Mengapa Pengguna Android Menjadi Target Utama?

Sistem operasi Android menjadi target utama karena memiliki pangsa pasar terbesar di dunia. Selain itu, banyak pengguna Android mengaktifkan fitur NFC untuk transaksi cashless, pembayaran tol, cek saldo e-money, hingga mobile banking.

Baca Juga :  Discord Terapkan Verifikasi Usia Global Mulai 2026, Akun Remaja Langsung Dibatasi? Ini Dampaknya untuk Pengguna

Pelaku memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang semakin bergantung pada transaksi digital cepat. Di sisi lain, sebagian pengguna masih sering mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi atau sembarangan memberikan izin akses pada aplikasi tertentu.

Kondisi tersebut membuka celah besar bagi malware untuk menyusup dan mengambil alih fitur NFC pada perangkat.

Selain itu, banyak korban tidak memahami bahwa fitur NFC sebenarnya memiliki akses sensitif terhadap data transaksi dan informasi kartu perbankan.

Ciri-Ciri Ponsel Android Terinfeksi Malware NFC

Pengguna Android perlu memahami beberapa tanda perangkat yang mulai terinfeksi malware NFC. Berikut ciri-ciri yang paling umum muncul:

1. Ponsel Tiba-Tiba Meminta Aktivasi NFC

Aplikasi palsu biasanya meminta pengguna mengaktifkan NFC dengan alasan verifikasi akun atau sinkronisasi data.

2. Muncul Aplikasi Keuangan Tidak Dikenal

Beberapa malware menyamar sebagai aplikasi bank, pinjaman online, atau dompet digital.

3. Transaksi Misterius Mulai Bermunculan

Korban sering menemukan transaksi kecil yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

4. Ponsel Menjadi Lambat dan Cepat Panas

Malware berjalan di latar belakang dan terus mengakses fitur NFC serta jaringan internet.

5. Ada Permintaan Tempel Kartu ke Ponsel

Bank resmi hampir tidak pernah meminta nasabah menempelkan kartu ATM ke ponsel untuk proses verifikasi biasa.

Cara Aman Mencegah Serangan NFC Android

Ancaman malware NFC bisa dicegah jika pengguna menerapkan kebiasaan digital yang aman. Berikut langkah penting yang direkomendasikan para pakar keamanan siber.

Jangan Unduh Aplikasi dari Sumber Tidak Resmi

Selalu gunakan Google Play Store atau toko aplikasi resmi terpercaya.

Nonaktifkan NFC Saat Tidak Digunakan

Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko eksploitasi malware.

Hindari Membuka Link Mencurigakan

Penipu sering menyebarkan malware melalui tautan palsu di SMS, WhatsApp, email, dan media sosial.

Gunakan Antivirus dan Update Sistem

Aplikasi keamanan terpercaya dapat membantu mendeteksi malware lebih cepat.

Jangan Pernah Memberikan PIN Kartu

Pihak bank resmi tidak pernah meminta PIN kartu ATM melalui telepon maupun aplikasi chat.

Aktifkan Notifikasi Transaksi

Fitur notifikasi membantu pengguna mengetahui aktivitas mencurigakan secara real-time.

Baca Juga :  Foto Pribadi Bisa Disalahgunakan AI! Ini Cara Melindungi Diri dari Deepfake dan Ancaman Hukum Pelakunya

Kejahatan Siber Finansial Diprediksi Terus Naik

Lonjakan serangan NFC menunjukkan bahwa kejahatan siber finansial memasuki fase yang semakin kompleks. Penjahat digital kini mengincar kelemahan perilaku pengguna, bukan sekadar celah teknis perangkat.

Tren transaksi cashless, mobile banking, dan dompet digital diperkirakan membuat serangan semacam ini terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Oleh sebab itu, edukasi keamanan digital menjadi sangat penting bagi masyarakat.

Pakar keamanan juga memperingatkan bahwa teknologi pembayaran modern memang memberikan kemudahan, tetapi tetap membutuhkan kesadaran keamanan yang tinggi dari pengguna.

Tanpa kewaspadaan, fitur yang seharusnya mempermudah transaksi justru dapat berubah menjadi pintu masuk pencurian dana.

Bank dan Pengguna Harus Tingkatkan Proteksi Digital

Industri perbankan dan perusahaan fintech kini menghadapi tantangan besar dalam menghadapi evolusi malware NFC. Sistem keamanan konvensional tidak lagi cukup untuk menghalau modus penipuan berbasis manipulasi pengguna.

Karena itu, bank perlu meningkatkan sistem deteksi transaksi anomali berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Selain itu, edukasi rutin kepada nasabah juga menjadi langkah penting untuk menekan jumlah korban.

Di sisi lain, pengguna Android wajib lebih selektif dalam menginstal aplikasi dan memahami risiko penggunaan NFC pada perangkat sehari-hari.(*)

Berita Terkait

126 KORBAN MASIH HILANG, HARUSKAH PT VIRGO KARYA SHIPPING DITUNTUT?
KAPAL INDUK PERTAMA RI TIBA DI JAKARTA, PERKUAT PENJAGA LAUT NUSANTARA
PRESIDEN PRABOWO RESMIKAN LRT KELAPA GADING – MANGGARAI, TEMPUH HANYA 28 MENIT
KILAS BALIK 1982: Saat Abu Vulkanik Gunung Galunggung Buat Pesawat Garuda Mendarat Darurat di Halim
International Media Forum Digelar di Uzbekistan, Bahas Masa Depan Jurnalisme Digital
Cara Ubah Desil DTKS Secara Online
Teknologi & Nostalgia: Handphone Mulai Populer di Dunia dan Indonesia 1990-an.
Kendaraan yang Bahan Bakarnya dari Air: Mitos, Fakta, dan Teknologi Masa Depan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:10 WIB

126 KORBAN MASIH HILANG, HARUSKAH PT VIRGO KARYA SHIPPING DITUNTUT?

Jumat, 18 September 2026 - 16:50 WIB

KAPAL INDUK PERTAMA RI TIBA DI JAKARTA, PERKUAT PENJAGA LAUT NUSANTARA

Rabu, 16 September 2026 - 13:24 WIB

PRESIDEN PRABOWO RESMIKAN LRT KELAPA GADING – MANGGARAI, TEMPUH HANYA 28 MENIT

Selasa, 8 September 2026 - 08:18 WIB

KILAS BALIK 1982: Saat Abu Vulkanik Gunung Galunggung Buat Pesawat Garuda Mendarat Darurat di Halim

Sabtu, 5 September 2026 - 19:53 WIB

International Media Forum Digelar di Uzbekistan, Bahas Masa Depan Jurnalisme Digital

Berita Terbaru

PULAU-PULAU INDONESIA: DULUNYA  APAKAH SATU DARATAN( Zona Priangan )

Sejarah

PULAU-PULAU INDONESIA: DULUNYA APAKAH SATU DARATAN?

Sabtu, 26 Sep 2026 - 17:42 WIB

GURUH SOEKARNOPUTRA, SANG SWARA MAHARDIKA TUTUP USIA(Foto:SINDO News)

Agama

GURUH SOEKARNOPUTRA, SANG SWARA MAHARDIKA TUTUP USIA

Sabtu, 26 Sep 2026 - 15:09 WIB