Polpulasi Satwa Diharapkan Pulih, Perburuan di Kerinci Seblat Alami Penurunan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polpulasi Satwa Diharapkan Pulih,  Perburuan di Kerinci Seblat Alami Penurunan  (foto :radarjambi)

Polpulasi Satwa Diharapkan Pulih, Perburuan di Kerinci Seblat Alami Penurunan (foto :radarjambi)

Qixiobuzz.com – JAMBI. Kabar baik datang dari Taman Nasional Kerinci Seblat/TNKS Data terbaru Balai Besar TNKS mencatat kasus perburuan satwa dilindungi di kasawan hutan terbesar di Sumatera ini mengalami penurunan signifikan dalam 2 tahun terakhir. Dari hasil patroli gabungan 2024-2026 jumlah jerat dan perangkap yang ditemukan petugas turun hingga 40%  dibanding priode 2022-2023 kasus pembalakan liar dan perburuan harimau sumatera, gajah, serta tapir juga di laporkan berkurang ini jadi indikator bahwa upaya perlindungan di TNKS mulai membuahkan hasil.

Baca Juga :  Kapasitas TPA Sampah. Melampaui Batas Melanda beberapa Daerah

Kepala Balai Besar TNKS Kerinci  menyebut penurunan ini tidak lepas dari kerja keras petugas, masyarakat, dan dukungan berbagai pihak. Program patroli rutin, pemasangan kamera jebak, hingga operasi bersama TNI-Polri gencar dilakukan. Selain itu, adukan ke desa-desa penyangga tentang pentingnya menjaga satwa  juga terus digalakkan.

Peran masyarakat menjadi kunci utama. Banyak mantan pemburu yang kini dilibatkan sebagai “ Masyarakat Mitra Polhut” dan pemandu ekowisata. Mereka  mendapat pelatihan dan alternatif mata pencaharian seperti kerajinan, pertanian, organik, dan wisata, “ Ketika ekonomi masyarakat terbantu, tekanan ke hutan berkurang,” ujar sala satu petugas lapangan.Meski begitu, tantanga masih ada TNKS membentang di 4 Provinsi dengan luas 1,3 juta hektar. Balai Besar TNKS mengajak semua pihak tetap waspada dan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan. Dengan penurunan kasus ini, diharapkan populasi satwa dilindungi  seperti harimau dan gajah di kerinci Seblat bisa pulih dan lestari untuk generasi mendatang. (MM#)

Baca Juga :  Candi Muaro Jambi, Kompleks Percandian Terluas di asia Tenggara Jadi Magnet Wisata Dunia

Berita Terkait

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas
Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi
Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan
Candi Muaro Jambi, Kompleks Percandian Terluas di asia Tenggara Jadi Magnet Wisata Dunia
Liburan ke Gunung Kerinci, Rasakan Indahnya Atap Sumatera
Kapasitas TPA Sampah. Melampaui Batas Melanda beberapa Daerah
Jangan Buang Uang Lama Harganya Bisa Tembus Ratusan Juta
Mari Kita wujudkan Jambi sebagai lumbung pangan Sumatera
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:05 WIB

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:45 WIB

Polpulasi Satwa Diharapkan Pulih, Perburuan di Kerinci Seblat Alami Penurunan

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:33 WIB

Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:09 WIB

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Candi Muaro Jambi, Kompleks Percandian Terluas di asia Tenggara Jadi Magnet Wisata Dunia

Berita Terbaru

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas(foto:diskuk.jabarprov)

Daerah

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas

Senin, 27 Jul 2026 - 17:05 WIB

Ilustrasi - Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang negeri Jambi

Budaya

Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:33 WIB

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan
(Foto:  jatigono-kunir.lumajangkab)

Daerah

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan

Sabtu, 25 Jul 2026 - 18:09 WIB