Ikan Hias Arwana Si Naga Air yang Harganya Tembus Ratusan Juta

Harga arwana di pengaruhi banyak faktor.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ikan Hias Arwana Si Naga Air  yang Haraganya Tembus Ratusan Juta(foto: cnnindonesia)

Ikan Hias Arwana Si Naga Air yang Haraganya Tembus Ratusan Juta(foto: cnnindonesia)

Qixiobuzz.com – Ikan hias arwana kembali jadi sosrotan pecinta aquascape dan kolektor di Indonesia. Di juluki “ naga air” karena bentuk tubuhnya yang panjang dan sisiknya berkilau seperti emas, arwana bukan hanya ikan hias biasa. Nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah per ekor tergantung jenis dan kualitasnya.

Ada beberapa jenis arwana yang di buru, Arwana Super Red dari Kalimantan jadi favorit karena warnanya merah menyala. Lalu ada Arwana Golden dari Malaysia, Arwana Platinum, dan Arwana Jardini dari Australia, masing-masing punya ciri khas dan harga yang berbedag di pasaran.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 Mei 2026 Turun Lagi, Saat Tepat Beli Emas? Cek Harga 24K, 23K hingga 9K di Lakuemas dan Rajaemas

Harga arwana di pengaruhi banyak faktor. Mulai dari warna, bentuk sirip, kesehatan, hingga sertifikat microchip, untuk arwana kelas kontes atau yang punya warna sempurna, harganya bisa tembus Rp.150 juta Rp.500 juta. Tak heran banyak pembudidaya menjadikanya sebagai komoditas ekspor bernilai tinggi. Indonesia sendiri merupakan salah satu pusat budidaya arwana terbesar di dunia.  Sentra pembudidayaan ada di Kalimantan Barat, Jakarta, dan di Depok, dengan perawatan air bersih, pakan berkualitas, dan akuarium  besar, petani mampu menghasilkan arwana berkualitas ekspor ke Tiongkok, Singapore, dan Jepang.

Baca Juga :  Final Piala Dunia 2026.Dua Tim bertabur bintang

Selain nilai ekonomi, arwana juga di percaya membawa keburuntungan dan kemakmuran menurut fengshui, itu sebabnya banyak pengusaha dan pejabat memelihara arwana di kantor atau rumh sebagai simbol status sekaligus Investasi. Kini pemerintah  dan asosiasi pembudidaya terus mendorong hilirisasi arwana. Tujuanya agar nilai tambah tetap di dalam negeri dan petani lokal makin sejahterah. Dengan perawatan tepat, ikan naga air ini bisa jadi peluang usaha yang menjanjikan sekaligus menjaga kelestarian spesiesnya.

(MM/*)

Berita Terkait

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas
Jangan Buang Uang Lama Harganya Bisa Tembus Ratusan Juta
Asuransi Pendidikan Terbaik di Indonesia 2026, Pilihan Orang Tua untuk Amankan Biaya Sekolah Anak
Cara Daftar wondr by BNI Online 2026 Tanpa ke Bank, Begini Langkah Buka Rekening Digital dan Aktivasi Akun
Investasi Terbaik 2026: Ini Daftar Aset yang Diprediksi Paling Menarik
Pinjol Tanpa Verifikasi Wajah Apakah Aman? Ini Fakta yang Wajib Diketahui
Cara Bayar Shopee Pakai DANA Terbaru 2026 Tanpa Kartu Bank, Begini Trik Mudah
KUR vs Pinjol 2026: Mana yang Lebih Menguntungkan? Simak Perbandingan Bunga, Syaratnya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:05 WIB

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:41 WIB

Jangan Buang Uang Lama Harganya Bisa Tembus Ratusan Juta

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:52 WIB

Ikan Hias Arwana Si Naga Air yang Harganya Tembus Ratusan Juta

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:31 WIB

Asuransi Pendidikan Terbaik di Indonesia 2026, Pilihan Orang Tua untuk Amankan Biaya Sekolah Anak

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:31 WIB

Cara Daftar wondr by BNI Online 2026 Tanpa ke Bank, Begini Langkah Buka Rekening Digital dan Aktivasi Akun

Berita Terbaru

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas(foto:diskuk.jabarprov)

Daerah

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas

Senin, 27 Jul 2026 - 17:05 WIB

Ilustrasi - Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang negeri Jambi

Budaya

Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:33 WIB

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan
(Foto:  jatigono-kunir.lumajangkab)

Daerah

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan

Sabtu, 25 Jul 2026 - 18:09 WIB