Qixiobuzz.com, JAKARTA – Keputusan mengejutkan datang dari Timur Tengah. Arab Saudi resmi menutup sementara operasional pipa minyak utamanya pada Sabtu, 12 September 2026. Langkah ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan dan lonjakan harga minyak mentah dunia. Penutupan dilakukan oleh Saudi Aramco terhadap pipa East-West Pipeline atau yang di kenal sebagai Petroline. Pipa sepanjang 1.200 km itu merupakan jalur vital untuk mengalirkan minyak dari ladang di Timur ke pelabuhan ekspor di Laut Merah.
Alasan Penutupan: Perawatan Darurat & Keamanan
Juru bicara Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan penutupan ini dilakukan untuk “perawatan darurat dan penguatan sistem keamanan” setelah terdeteksi potensi kebocoran di salah satu segmen pipa di wilayah Riyadh.
“Kami memprioritaskan keselamatan dan keandalan infrastruktur. Penutupan bersifat sementara dan estimasi selesai 7-10 hari,” ujar pernyataan resmi Saudi Aramco. Namun pasar merespons negatif. Petroline sendiri memiliki kapasitas hingga 5 juta barel per hari dan menjadi jalur alternatif jika Selat Hormuz terganggu.
Dampak ke Harga Minyak Dunia
Tak sampai 2 jam setelah pengumuman, harga Brent langsung naik 4,2% ke level $92,80 per barel. Sementara WTI tembus $89,10 per barel. Analis energi memperkirakan jika penutupan molor lebih dari 2 minggu, harga bisa menyentuh $100 per barel lagi. “Ini pukulan untuk pasar yang sudah tegang karena pemangkasan produksi OPEC+. Penutupan Petroline mengurangi fleksibilitas ekspor Saudi,” kata analis dari Energy Watch.
Dampak ke Indonesia
Bagi Indonesia, lonjakan harga minyak mentah berpotensi menekan APBN dan harga BBM. Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan Pertamina di kabarkan sudah menggelar rapat darurat untuk menghitung skenario impor. “Kami pantau 24 jam. Stok BBM nasional saat ini aman untuk 21 hari. Tapi jika harga terus naik, penyesuaian harga tidak bisa di hindari,” kata sumber di Pertamina.
Pasar Asia Termasuk RI Waspada
Penutupan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan energi menjelang musim dingin. Negara-negara pengimpor besar seperti China, India, Jepang, dan Indonesia kini harus mencari sumber alternatif dari UAE, Irak, dan AS. Hingga berita ini di turunkan, belum ada kepastian kapan pipa akan di buka kembali. Saudi Aramco berjanji akan memberikan update setiap 24 jam.(MM*)










