OTOMOTIF,JS- Membeli mobil matik bekas memang praktis dan nyaman untuk penggunaan harian. Namun, calon pembeli wajib ekstra teliti karena kerusakan transmisi otomatis bisa menguras biaya perbaikan hingga belasan juta rupiah.
Salah satu komponen paling mahal pada mobil matik adalah girboks atau transmisi otomatis. Jika kondisinya sudah parah dan membutuhkan overhaul, biaya servis bisa membuat kantong jebol. Karena itu, penting memahami tanda-tanda transmisi mobil matik bekas bermasalah sebelum memutuskan membeli unit incarannya.
Cek Transmisi Saat Mesin Masih Dingin
Pengecekan transmisi matik sebaiknya dilakukan ketika mesin pertama kali dinyalakan atau masih dalam kondisi dingin. Pada kondisi ini, oli mesin dan oli transmisi biasanya belum bersirkulasi sempurna sehingga gejala kerusakan lebih mudah terdeteksi.
Dealer mobil bekas menyarankan pembeli mencoba memindahkan tuas transmisi dari posisi P ke D atau ke R sesaat setelah mesin hidup.
Pada mobil matik normal, perpindahan gigi biasanya terasa halus tanpa hentakan keras maupun suara aneh.
Bunyi “Jedug” Jadi Pertanda Awal Kerusakan
Salah satu tanda paling umum transmisi matik bermasalah adalah muncul bunyi “jedug” ketika tuas transmisi dipindahkan.
Gejala ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi indikasi adanya gangguan pada sistem girboks otomatis.
Jika bunyi jedug hanya muncul saat mesin dingin lalu hilang setelah mobil digunakan beberapa menit, kemungkinan masalah masih tergolong ringan. Penyebabnya bisa berasal dari body valve transmisi yang kotor atau sirkulasi oli transmisi yang belum optimal.
Namun kondisi berbeda jika bunyi jedug terdengar terus-menerus.
Waspada Jika Hentakan Terjadi di Setiap Perpindahan Gigi
Calon pembeli wajib curiga apabila hentakan keras muncul setiap perpindahan gigi, baik dari P ke D, D ke R, maupun saat transmisi berpindah rasio ketika mobil berjalan.
Gejala tersebut biasanya menjadi tanda bahwa komponen internal transmisi sudah aus dan membutuhkan overhaul total.
Selain bunyi jedug, berikut tanda lain transmisi mobil matik bekas mulai rusak:
- Perpindahan gigi terasa kasar
- Mobil terlambat jalan saat pedal gas diinjak
- RPM mesin tinggi tetapi mobil tidak melaju normal
- Muncul getaran saat akselerasi
- Oli transmisi berbau gosong
- Lampu indikator transmisi menyala
- Mobil terasa selip saat pindah gigi
Jika beberapa gejala tersebut muncul bersamaan, risiko kerusakan transmisi biasanya sudah cukup serius.
Biaya Overhaul Transmisi Bisa Belasan Juta Rupiah
Perbaikan transmisi otomatis tidak murah karena mekanik harus membongkar girboks secara menyeluruh untuk mengetahui sumber kerusakan.
Untuk mobil Jepang populer, biaya overhaul transmisi matik umumnya mulai dari Rp8 juta hingga lebih dari Rp20 juta.
Sementara untuk mobil premium atau Eropa, biaya servis transmisi otomatis bisa jauh lebih mahal.
Karena itu, membeli mobil matik bekas tanpa pengecekan detail sangat berisiko menimbulkan pengeluaran besar di kemudian hari.
Tips Aman Membeli Mobil Matik Bekas
Agar tidak salah pilih, berikut beberapa tips sebelum membeli mobil matik seken:
- Selalu lakukan test drive
- Cek perpindahan gigi saat mesin dingin
- Perhatikan warna dan aroma oli transmisi
- Hindari mobil dengan hentakan keras
- Dengarkan bunyi aneh dari area girboks
- Periksa riwayat servis berkala
- Gunakan jasa inspeksi mobil bekas bila perlu
Lebih baik mengeluarkan biaya inspeksi di awal dibanding harus menanggung biaya overhaul transmisi yang sangat mahal.
Kesimpulan
Transmisi otomatis menjadi komponen vital sekaligus paling mahal pada mobil matik bekas. Bunyi jedug saat perpindahan gigi, hentakan kasar, hingga gejala selip wajib diwaspadai karena bisa menjadi tanda transmisi harus overhaul.
Jika menemukan gejala tersebut saat inspeksi mobil bekas, sebaiknya pertimbangkan ulang pembelian dan cari unit lain dengan kondisi transmisi lebih sehat.(*)









