Qixiobuzz.com – JAKARTA. Peristiwa tenggelamnya KMP Tampomas II pada 27 Januari 1981 tercatat sebagai *tragedi maritim terbesar dalam sejarah Indonesia. Kapal motor penumpang yang membawa ratusan orang dari Jakarta menuju Sulawesi itu terbakar dan tenggelam di perairan Masalembu, Laut Jawa. Musibah ini menewaskan ratusan jiwa dan meninggalkan luka mendalam bagi bangsa.
KMP Tampomas II berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada 24 Januari 1981. Kapal ini mengangkut sekitar 1.000 lebih penumpang, kendaraan, dan barang. Namun pada 27 Januari dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, muncul api di ruang mesin yang dengan cepat menjalar ke seluruh bagian kapal. Kebakaran hebat ditambah cuaca buruk membuat proses evakuasi menjadi sangat sulit.
Upaya penyelamatan dilakukan oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi, termasuk kapal asing dan TNI AL. Namun gelombang tinggi dan keterbatasan alat keselamatan membuat banyak penumpang tidak sempat menyelamatkan diri. Data resmi mencatat lebih dari 580 orang meninggal dunia, sementara ratusan lainnya berhasil selamat. Angka ini menjadikannya sebagai kecelakaan laut dengan korban terbanyak di Indonesia.
Tragedi ini memicu evaluasi besar terhadap keselamatan pelayaran nasional. Pemerintah kemudian memperketat aturan teknis kapal, pelatihan awak, dan standar alat keselamatan. Nama Tampomas II juga menjadi pengingat penting akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di laut. Setiap tahun, keluarga korban dan masyarakat masih mengenang peristiwa ini sebagai duka bersama.
Hingga kini bangkai KMP Tampomas II masih berada di dasar Laut Masalembu. Tragedi 27 Januari 1981 bukan hanya catatan kelam transportasi laut, tetapi juga pelajaran berharga. Peristiwa ini mendorong Indonesia untuk terus membenahi sistem keselamatan pelayaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
580 Korban Jiwa: Fakta Tragedi KMP Tampomas II di Laut Masalembu Peristiwa ini jadi pengingat penting tentang keselamatan pelayaran dan doa untuk para korban. (MM#)










