Sejarah Berdirinya RRI Jambi: Dari Radio Jambi 1957 Hingga Gedung Telanaipura 1974

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejarah berdirinya rri jambi.(Fotoh:Info jambi)

Sejarah berdirinya rri jambi.(Fotoh:Info jambi)

Qixiobuzz.com – JAMBI. Radio Republik Indonesia RRI Jambi  memiliki perjalanan panjang sebelum menjadi lembaga penyiaran publik seperti sekarang. Sejarahnya dimulai dari inisiatif masyarakat dan pemerintah daerah untuk memiliki radio daerah pada akhir tahun 1950-an.

Tahun 1957 – 1959: Lahirnya “Radio Jambi” dengan Pemancar PTT Cikal bakal penyiaran di Jambi dimulai pada tahun 1957. Saat itu berdiri Radio Jambi yang menggunakan  pemancar milik PTT – Pos, Telegraf, dan Telepon. Studio awal Radio Jambi beralamat di belakang Kantor Pos samping Markas Brimob, kawasan Ancol.

Struktur awalnya dipimpin oleh Letnan II Samsudin Uban sebagai Kepala Pengamanan Studio dan Asrie Rasyid sebagai Kepala Redaksi. Pada masa itu  siaran Radio jambi masih sangat terbatas, hanya beberapa jam sehari di mulai pukul 17.00 Wib sampai dengan pukul 20.00 Wib karena kota Jambi dikala itu sudah di anggap larut malam dan  siaranya suda  menjangkau seluruh wilayah Keresidinan, Batanghari, Merangin, Kerinci, Namun keberadaannya sangat berharga membantu Pemerinta menyebar luaskan Informasih dan  menjadi kebanggaan masyarakat kala itu  menjadi media informasi pertama di daerah.

Baca Juga :  Ekonomi Sulit, Angka Cerai di Garut Jawa barat meledak

Tahun 1960: Diresmikan Menjadi RRI Jambi

Memasuki tahun 1960, status Radio Jambi ditingkatkan menjadi RRI Jambi di bawah naungan Radio Republik Indonesia pusat. Kantor studio RRI Jambi yang baru beralamat di Jln,Sultan Agung kawasan Murni, Kota Jambi. Sementara itu gedung pemancar dibangun di kawasan Sipin, Jl. Urip Sumoharjo, tepat di samping Markas TNI.

Dengan adanya pemancar di Sipin, jangkauan siaran RRI Jambi semakin luas hingga menjangkau wilayah ke Provinsi Jambi bahkan siaran rri jambi di dengar ke asia Tenggara hingga ke Benua Eropa..Sejak saat itu RRI Jambi resmi menjadi corong pemerintah dan suara masyarakat Jambi.Seiring perkembangan, fasilitas di Murni dan Sipin sudah tidak memadai. Pada tahun 1972 RRI membangun gedung kantor baru di kawasan Telanaipura.

Pembangunan ini bertujuan untuk memusatkan studio, administrasi, dan ruang siaran dalam satu lokasi yang lebih representatif. Gedung tersebut baru ditempati pada tahun 1974 dan hingga kini menjadi kantor utama RRI Jambi. Pemindahan ini menandai babak baru RRI Jambi yang lebih modern dengan peralatan siaran yang lebih baik.

Baca Juga :  Mari Kita wujudkan Jambi sebagai lumbung pangan Sumatera

.Peran RRI Jambi Sejak Awal Berdiri

Sejak era Radio Jambi hingga RRI, fungsi utamanya tetap sama: menyebarkan informasi pembangunan, pendidikan, dan melestarikan budaya Melayu Jambi. Program siaran awal banyak diisi dengan berita daerah, musik Melayu, keroncong, dan pengumuman pemerintah. Nama-nama seperti Letnan II Samsudin  Uban dan Asrie Rasyid dikenang sebagai perintis yang meletakkan dasar jurnalisme dan penyiaran di Jambi.

RRI Jambi Saat Ini

Kini RRI Jambi telah berkembang menjadi lembaga penyiaran publik dengan beberapa kanal: Pro 1, Pro 2, dan Pro 4. Beralamat di Jl. Jend. Urip Sumoharjo No.2, Telanaipura, Jambi. Dengan sejarah sejak 1957 sebagai Radio Jambi  hingga 1974 menempati gedung Telanaipura, RRI Jambi terus berkomitmen menjadi media milik publik yang Independen, teman setia” masyarakat dengan slogan *Sekali di Udara Tetap di Udara* (MM#)

Berita Terkait

Setiap Tanggal 17 Agustus Indonesia Memperingati Hari Kemerdekaan
11 September: Hari Lahirnya RRI atau Hari Radio Nasional
Roundhay Garden Scene 1888: Film Pertama di Dunia yang Berdurasi 2 Detik
Loetoeng Kasaroeng 1926: Film Pertama di Indonesia
Sejarah Naskah Incung atau Tambo Kerinci: Kitab Pusaka Penjaga Adat Suku Kerinci
Lukisan Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia Bukti Peradaban Nusantara Kuno
Presiden Prabowo Temui 150 Periset BRIN di Istana Negara, Dorong Riset untuk Kemandirian Bangsa.
Mengenal Kenduri Sko, Upacara Adat Kerinci untuk Jaga Warisan Leluhur
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Setiap Tanggal 17 Agustus Indonesia Memperingati Hari Kemerdekaan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:58 WIB

11 September: Hari Lahirnya RRI atau Hari Radio Nasional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Roundhay Garden Scene 1888: Film Pertama di Dunia yang Berdurasi 2 Detik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Loetoeng Kasaroeng 1926: Film Pertama di Indonesia

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Sejarah Naskah Incung atau Tambo Kerinci: Kitab Pusaka Penjaga Adat Suku Kerinci

Berita Terbaru