Qixiobuzz.com – KAIRO. Para arkeolog kembali menyoroti Gaun Tarkhan sebagai pakaian jahit berbahan kain linen tertua di dunia. Gaun yang ditemukan di situs pemakaman Tarkhan, Mesir, ini diperkirakan berasal dari periode 3482–3102 SM, masa Pra-Dinasti hingga awal Periode Dinasti Mesir Kuno. Penemuan ini menjadi bukti penting tentang peradaban dan keterampilan tekstil manusia purba.
Gaun Tarkhan ditemukan pertama kali pada tahun 1913 oleh arkeolog Inggris, Sir Flinders Petrie. Baju ini terbuat dari *kain linen berkualitas tinggi yang ditenun dengan teknik sangat halus untuk ukuran zamannya. Meski sudah berusia lebih dari 5.000 tahun, detail jahitan di bagian leher, lengan, dan lipatan pinggang masih terlihat jelas. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Mesir Kuno sudah menguasai teknik menjahit dan desain busana sejak ribuan tahun lalu.
Penanggalan radiokarbon yang dilakukan pada 2015 memperkuat usia gaun ini. Hasilnya menempatkan Gaun Tarkhan pada rentang 3482–3102 SM, menjadikannya pakaian tertua yang masih utuh dan bisa dikenakan. Sebelumnya banyak yang mengira gaun ini hanya kain pembungkus mumi, namun penelitian membuktikan bahwa ini adalah busana asli yang pernah digunakan oleh seorang wanita bangsawan.
saat ini Gaun Tarkhan disimpan di Museum Petrie, University College London. Para peneliti menilai penemuan ini sangat penting karena mengungkap bagaimana masyarakat Mesir Kuno tidak hanya ahli dalam membangun piramida, tetapi juga dalam industri tekstil. Linen menjadi bahan utama karena cocok dengan iklim Mesir yang panas dan memiliki nilai simbolis kemurnian.
Keberadaan Gaun Tarkhan membuktikan bahwa fashion dan identitas diri sudah ada sejak peradaban awal manusia. Gaun sederhana ini menjadi jembatan yang menghubungkan kita dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Mesir 5.000 tahun lalu. Warisan ini mengingatkan bahwa sejarah tidak hanya ditulis di atas batu, tetapi juga dirajut di atas sehelai kain.(MM#).










