Honda eN1 Buktikan Mobil Listrik Jepang Masih Berbahaya, Jarak Tempuh Nyaris 650 Km

Avatar photo

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan Honda eN1

Tampilan Honda eN1

OTOMOTIF- Pasar mobil listrik Indonesia semakin ramai oleh kehadiran berbagai merek baru. Namun, produsen Jepang belum terlalu agresif memasuki segmen ini. Di tengah dominasi merek China, Honda menghadirkan e sebagai jawaban untuk konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan karakter berkendara khas Jepang.

Honda e tidak hanya menjual desain modern atau teknologi baterai besar. Mobil listrik ini mencoba menawarkan sesuatu yang mulai jarang ditemukan di banyak EV modern, yakni sensasi berkendara yang terasa hidup, responsif, dan menyenangkan.

Pengujian terbaru menunjukkan bahwa SUV listrik ini tidak sekadar mengandalkan nama besar Honda. Dari sisi efisiensi energi hingga jarak tempuh riil, hasilnya justru mengejutkan.

Spesifikasi Honda e:N1: Motor Bertenaga dengan Platform Modern

Honda membekali e dengan motor listrik penggerak roda depan yang menghasilkan tenaga sebesar 201 dk dan torsi 310 Nm.

Angka tersebut membuat akselerasi terasa instan sejak pedal diinjak. Karakter tenaga khas mobil listrik tetap terasa kuat, tetapi Honda memberikan tuning yang lebih natural dibanding banyak pesaing.

Sebagai sumber tenaga utama, Honda memasang baterai berkapasitas 68,8 kWh.

Spesifikasi utama Honda e:N1:

  • Motor listrik: 201 dk
  • Torsi maksimum: 310 Nm
  • Kapasitas baterai: 68,8 kWh
  • Sistem penggerak: Front Wheel Drive (FWD)
  • Klaim jarak tempuh: 500 km
  • Segmen: Electric SUV

Kombinasi tersebut membuat Honda e masuk dalam kategori electric SUV dengan fokus pada efisiensi dan pengalaman berkendara.

Baca Juga :  Honda Super-ONE Resmi Meluncur, Mobil Listrik Mungil dengan Mode Boost dan Transmisi Virtual Dibanderol Rp382 Jutaan

Sensasi Berkendara Honda e Masih Sangat Honda

Banyak mobil listrik modern menawarkan performa cepat. Namun, tidak semuanya memberikan rasa berkendara yang khas.

Saat diuji, Honda e menunjukkan karakter yang cukup berbeda. Respons setir terasa presisi, body control stabil, dan handling lebih lincah ketika memasuki tikungan.

Mobil listrik China umumnya fokus pada kenyamanan ekstrem dan setting suspensi lembut. Sebaliknya, Honda mempertahankan DNA sporty yang selama ini menjadi identitas mereka.

Karakter inilah yang menjadi nilai jual utama.

Bagi pengemudi yang menyukai mobil dengan feedback kemudi jelas dan handling aktif, Honda e menawarkan pengalaman yang lebih engaging.

Hasil Tes Konsumsi Listrik Honda e Sangat Menarik

Efisiensi menjadi faktor penting dalam memilih mobil listrik.

Pengujian dilakukan menggunakan satu pengemudi dengan pendekatan eco driving untuk melihat seberapa efisien SUV listrik ini dalam berbagai kondisi.

Hasilnya cukup mengejutkan.

Rute Kombinasi Jadi Yang Paling Irit

Pada pengujian rute kombinasi, konsumsi listrik Honda e mencapai:

9,5 km/kWh

Angka tersebut termasuk impresif untuk SUV listrik berukuran medium.

Jika dikalkulasikan menggunakan kapasitas baterai 68,8 kWh, potensi jarak tempuh teoritisnya mencapai:

68,8 kWh × 9,5 km/kWh = sekitar 653,6 km

Hasil ini bahkan melampaui klaim resmi pabrikan.

Rute Tol Menjadi Kondisi Paling Boros

Kecepatan tinggi memang menjadi tantangan bagi mobil listrik.

Saat pengujian jalan tol, konsumsi listrik turun menjadi:

  • 6,1 km/kWh
  • Dengan angka tersebut, potensi jarak tempuh menjadi:
  • 68,8 kWh × 6,1 km/kWh = sekitar 419,68 km

Meski lebih rendah, hasil tersebut masih berada dalam rentang realistis penggunaan harian.

Mengapa Efisiensi Honda e Bisa Tinggi?

Ada beberapa faktor yang membuat konsumsi listrik Honda e terlihat kompetitif.

  1. Bobot dan Aerodinamika

Honda merancang bodi dengan hambatan angin yang rendah sehingga membantu mengurangi konsumsi energi saat melaju.

  1. Kalibrasi Motor Listrik

Respons motor tidak terlalu agresif sehingga energi lebih terkendali.

  1. Eco Driving Sangat Berpengaruh

Cara mengemudi sangat menentukan hasil akhir.

Akselerasi halus, regenerative braking optimal, dan kecepatan stabil membantu meningkatkan efisiensi secara signifikan.

Baca Juga :  Suzuki Jimny Listrik 4WD Muncul Perdana, Desainnya Bikin Jeep dan Land Cruiser Ketar-Ketir

Apakah Honda e Layak Dibanding Mobil Listrik China?

Pertanyaan ini pasti muncul.

Jika fokus utama hanya fitur dan harga, banyak kompetitor menawarkan value menarik.

Namun Honda e bermain di area berbeda.

Keunggulan Honda e:N1:

  • Karakter handling lebih sporty
  • Efisiensi listrik kompetitif
  • Build quality khas Jepang
  • Sensasi berkendara lebih natural
  • Potensi resale value lebih baik

Sementara kekurangannya:

  • Pilihan fitur tidak sebanyak beberapa rival
  • Harga berpotensi lebih tinggi
  • Infrastruktur aftersales EV Honda masih berkembang

Karena itu, keputusan kembali pada prioritas pengguna.

FAQ

Berapa kapasitas baterai Honda e?

Honda e menggunakan baterai 68,8 kWh.

Berapa jarak tempuh Honda e?

Klaim pabrikan mencapai 500 km, sementara hasil pengujian menunjukkan potensi 419–653 km tergantung kondisi penggunaan.

Apakah Honda e irit listrik?

Ya. Konsumsi terbaik mencapai 9,5 km/kWh yang tergolong efisien untuk SUV listrik.

Apakah Honda e cocok untuk perjalanan jauh?

Cukup cocok karena memiliki baterai besar dan potensi jarak tempuh tinggi.

Apa keunggulan utama Honda e?

Handling sporty, efisiensi energi, dan karakter berkendara khas Honda.

Kesimpulan

Honda e menunjukkan bahwa mobil listrik Jepang belum kehilangan daya saing.

Efisiensi energi yang tinggi, handling yang lebih hidup, serta potensi jarak tempuh yang kompetitif membuat SUV listrik ini menjadi alternatif menarik di tengah dominasi merek China.

Jika Anda mencari mobil listrik yang tidak hanya fokus pada fitur, tetapi juga menawarkan pengalaman mengemudi yang menyenangkan, Honda e layak masuk daftar pertimbangan.

Dengan potensi jarak tempuh hingga 653 km dalam kondisi ideal, Honda berhasil membuktikan bahwa pendekatan konservatif mereka di pasar EV bukan berarti tertinggal.(*)

Follow WhatsApp Channel qixiobuzz.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MPV Hybrid Baru Suzuki Bikin Heboh, Landy 2026 Punya Kabin Lega dan Teknologi Toyota
Toyota Rush 2026 Meluncur, SUV Keluarga 7 Penumpang dengan Fitur Baru dan Harga Mengejutkan
Vespa GTS Super Tech 250 Hadir di Indonesia, Cek Spesifikasi, Fitur, dan Alasan Harganya Turun
SUV Baru Mitsubishi Bikin Heboh, Destinator 2026 Punya Mesin Turbo Kencang dan Cocok Buat Keluarga
Mirip Honda Win 100 Tapi Bertenaga 26 HP, Inilah Sosok Honda CB250RS yang Kini Diburu Kolektor
Perbandingan Bagasi Kia Sonet vs Honda WR-V vs Toyota Raize 2026: SUV Kompak Mana Paling Muat Banyak untuk Keluarga?
Volvo EX90 2026 Bikin Rival Ketar-Ketir, SUV Listrik Premium Ini Punya Teknologi Keselamatan Tercanggih di Dunia
Mau Beli Mobil Listrik 2026? Bandingkan Tesla Model Y, Hyundai Ioniq 6, dan BYD Seal dari Harga hingga Biaya Pemakaian
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:31 WIB

MPV Hybrid Baru Suzuki Bikin Heboh, Landy 2026 Punya Kabin Lega dan Teknologi Toyota

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:31 WIB

Toyota Rush 2026 Meluncur, SUV Keluarga 7 Penumpang dengan Fitur Baru dan Harga Mengejutkan

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:34 WIB

Vespa GTS Super Tech 250 Hadir di Indonesia, Cek Spesifikasi, Fitur, dan Alasan Harganya Turun

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:34 WIB

SUV Baru Mitsubishi Bikin Heboh, Destinator 2026 Punya Mesin Turbo Kencang dan Cocok Buat Keluarga

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:32 WIB

Mirip Honda Win 100 Tapi Bertenaga 26 HP, Inilah Sosok Honda CB250RS yang Kini Diburu Kolektor

Berita Terbaru

Ilustrasi pinjol untuk pekerja freelance

Finansial

Pinjol untuk Freelancer Tanpa Slip Gaji 2026: Cara Cair Cepat

Selasa, 9 Jun 2026 - 09:32 WIB