Saham BRIS dan BTPS Makin Diburu Investor, Bank Syariah Melejit Saat Likuiditas Global Ketat, Saatnya Borong?

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pergerakan pasar saham

Ilustrasi pergerakan pasar saham

FINANSIAL- Pertumbuhan industri perbankan syariah sepanjang kuartal I/2026 mulai mengubah peta investasi sektor keuangan Indonesia. Saat banyak sektor menghadapi tekanan akibat ketatnya likuiditas global dan tingginya ketidakpastian pasar, saham bank syariah justru menarik perhatian investor institusi maupun ritel.

Kondisi tersebut mendorong aksi beli selektif pada saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS). Kedua emiten ini menawarkan karakter berbeda, mulai dari pendekatan defensif hingga peluang pertumbuhan agresif.

Momentum ini semakin menarik karena pertumbuhan industri bank syariah saat ini melampaui laju perbankan konvensional.

Market Share Bank Syariah Terus Naik, Industri Makin Kuat

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Maret 2026 menunjukkan pangsa pasar atau market share perbankan syariah nasional mencapai 7,51 persen. Angka tersebut meningkat dibanding periode sebelumnya dan memperlihatkan ekspansi yang konsisten.

Pada saat bersamaan, pembiayaan berbasis syariah tumbuh 9,82 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Pertumbuhan tersebut melampaui laju kredit bank konvensional yang bergerak lebih moderat.

Kenaikan market share ini memperlihatkan bahwa sektor Islamic banking Indonesia mulai memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang. Investor mulai melihat bank syariah bukan sekadar alternatif, tetapi sebagai mesin pertumbuhan baru dalam sektor keuangan nasional.

Selain itu, meningkatnya penetrasi layanan digital dan penguatan ekosistem syariah mempercepat akuisisi nasabah baru di berbagai segmen.

Saham BRIS dan BTPS Jadi Pilihan Investor, Mana Lebih Menarik?

Co-Founder Pasar Dana, Hans Kwee, melihat kondisi fundamental industri masih solid. Menurutnya, momentum pertumbuhan sektor syariah membuka peluang akumulasi beli secara bertahap.

Untuk saham BRIS, Hans memproyeksikan target harga berada pada rentang Rp3.100 hingga Rp3.300 per saham.

Sementara itu, saham BTPS memiliki potensi menuju kisaran Rp1.500 sampai Rp1.700 per saham.

Meski sama-sama bergerak di sektor syariah, kedua saham menawarkan profil risiko dan peluang yang berbeda.

Baca Juga :  Cara Untung dari Saham untuk Pemula 2026: Strategi Investor Cerdas Raih Cuan Harian dan Dividen Besar

BRIS Tampil Defensif dengan Fundamental Lebih Stabil

BRIS masih menjadi pilihan utama bagi investor jangka panjang yang mencari stabilitas.

Bank ini mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 17,1 persen YoY pada kuartal pertama 2026. Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17,99 persen YoY.

Beberapa faktor menopang pertumbuhan tersebut:

  • Lonjakan fee based income dari bisnis cicil emas dan tabungan emas
  • Pertumbuhan pembiayaan wholesale
  • Ekspansi proyek infrastruktur BUMN
  • Penguatan digital banking dan layanan syariah

Segmen wholesale bahkan tumbuh 12,59 persen. Angka tersebut menunjukkan BRIS tidak hanya mengandalkan pembiayaan konsumtif, tetapi juga memperkuat portofolio bisnis korporasi.

Karena itu, banyak analis menilai saham BRIS cocok untuk strategi long term investing.

BTPS Lebih Agresif, Potensi Growth Story Masih Besar

Berbeda dengan BRIS, BTPS menawarkan karakter saham yang lebih agresif.

Pergerakan harga saham BTPS cenderung lebih volatil karena investor ritel mendominasi transaksi. Namun, volatilitas tersebut membuka ruang capital gain yang lebih besar.

Fokus BTPS pada segmen ultra mikro memberi peluang ekspansi besar ketika daya beli masyarakat mulai pulih.

Beberapa katalis utama BTPS meliputi:

  • Pemulihan ekonomi kelas menengah bawah
  • Peningkatan pembiayaan ultra mikro
  • Ekspansi digital lending
  • Peningkatan inklusi keuangan syariah

Jika pemulihan konsumsi berjalan sesuai ekspektasi, saham BTPS berpotensi mencatat pertumbuhan lebih agresif dibanding pesaingnya.

Ekosistem Haji dan Umrah Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Sektor perbankan syariah tidak hanya bergantung pada pembiayaan.

Ekosistem haji dan umrah kini menjadi sumber pertumbuhan baru yang sangat menjanjikan.

Digitalisasi tabungan haji berhasil menarik sekitar 1,2 juta nasabah baru. Strategi ini membantu bank syariah mengumpulkan dana murah dengan biaya pendanaan yang lebih rendah.

Generasi muda juga mulai masuk ke ekosistem syariah melalui:

  • Tabungan haji digital
  • Investasi emas syariah
  • Mobile banking berbasis syariah
  • Produk keuangan halal lifestyle

Perubahan perilaku konsumen ini memperkuat fondasi industri dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Cara Investasi Saham untuk Pemula 2026: Strategi Cuan Jangka Panjang, Modal Kecil, Potensi Untung Besar

Risiko yang Tetap Harus Diwaspadai Investor

Meski prospeknya menarik, investor tetap perlu mempertimbangkan sejumlah risiko.

Likuiditas global yang ketat masih dapat menekan aliran modal ke emerging markets, termasuk Indonesia.

Selain itu, beberapa faktor lain juga perlu diperhatikan:

  • Kenaikan suku bunga global
  • Persaingan dana murah antar bank
  • Perlambatan konsumsi domestik
  • Volatilitas pasar saham

Karena itu, strategi akumulasi bertahap atau averaging masih menjadi pendekatan yang lebih rasional dibanding membeli sekaligus.

Kesimpulan

Pilihan saham terbaik bergantung pada profil risiko investor.

BRIS cocok bagi investor yang mencari kestabilan, fundamental kuat, dan pertumbuhan konsisten.

Sebaliknya, BTPS lebih sesuai bagi investor yang siap menghadapi volatilitas demi mengejar potensi pertumbuhan lebih tinggi.

Dengan market share yang terus naik, pembiayaan yang tumbuh lebih cepat dari bank konvensional, serta ekspansi digital yang semakin luas, sektor perbankan syariah masih memiliki ruang pertumbuhan besar dalam beberapa tahun ke depan.

Momentum ini membuat saham bank syariah kembali masuk radar investor yang mencari peluang cuan di tengah ketidakpastian ekonomi global.(*)

Follow WhatsApp Channel qixiobuzz.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pinjol untuk Freelancer Tanpa Slip Gaji 2026: Cara Cair Cepat
Cara Bayar WiFi Pakai OVO Terbaru 2026, Praktis Tanpa Keluar Rumah
BRImo 2026: Cara Daftar, Aktivasi, dan Fitur Lengkap Mobile Banking BRI
Dolar AS Sentuh Rp18.000, Harga Bahan Pokok Terancam Naik? Menkeu dan BI Siapkan Langkah Darurat
Emas Antam Turun Drastis Hari Ini! Cek Harga Terbaru Antam, UBS, dan Galeri24 Sebelum Investasi
KUR Mandiri 2026 Bisa Cair Berapa Hari? Begini Cara Daftar Online dan Tips Cepat Disetujui
Butuh Modal Tanam? Ini Pinjaman Online Khusus Petani Resmi OJK, Limit Sampai Jutaan
Cara Bayar BPJS Kesehatan Lewat GoPay 2026: Praktis dan Cepat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:32 WIB

Pinjol untuk Freelancer Tanpa Slip Gaji 2026: Cara Cair Cepat

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:31 WIB

Cara Bayar WiFi Pakai OVO Terbaru 2026, Praktis Tanpa Keluar Rumah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:33 WIB

BRImo 2026: Cara Daftar, Aktivasi, dan Fitur Lengkap Mobile Banking BRI

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:31 WIB

Dolar AS Sentuh Rp18.000, Harga Bahan Pokok Terancam Naik? Menkeu dan BI Siapkan Langkah Darurat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:35 WIB

Emas Antam Turun Drastis Hari Ini! Cek Harga Terbaru Antam, UBS, dan Galeri24 Sebelum Investasi

Berita Terbaru

Ilustrasi pinjol untuk pekerja freelance

Finansial

Pinjol untuk Freelancer Tanpa Slip Gaji 2026: Cara Cair Cepat

Selasa, 9 Jun 2026 - 09:32 WIB