Cara Untung dari Saham untuk Pemula 2026: Strategi Investor Cerdas Raih Cuan Harian dan Dividen Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cara dapat untung di pasar saham

Cara dapat untung di pasar saham

FINANSIAL- Investasi saham terus menarik perhatian masyarakat Indonesia sepanjang 2026. Banyak investor pemula mulai tertarik masuk ke pasar modal karena melihat potensi keuntungan yang jauh lebih besar dibanding tabungan atau deposito. Selain itu, kemudahan membuka akun saham secara online membuat semakin banyak orang mencoba mencari cuan dari pasar saham.

Namun, tidak semua investor langsung memperoleh keuntungan. Banyak pemula justru mengalami kerugian karena membeli saham tanpa strategi yang jelas. Mereka sering ikut tren, membeli saham gorengan, atau panik saat harga turun drastis.

Padahal, cara untung dari saham sebenarnya dapat dipelajari. Investor yang disiplin, sabar, dan memahami strategi investasi biasanya memiliki peluang lebih besar memperoleh profit jangka panjang.

Keuntungan utama investasi saham berasal dari dua sumber utama, yaitu capital gain dan dividen. Capital gain muncul ketika harga jual saham lebih tinggi dibanding harga beli. Sementara itu, dividen berasal dari pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham.

Karena itu, investor perlu memahami cara kerja pasar saham sebelum mulai membeli saham pertama mereka.

Apa Itu Capital Gain dalam Investasi Saham?

Capital gain menjadi tujuan utama sebagian besar investor saham. Investor membeli saham saat harga masih murah lalu menjualnya ketika harga naik.

Sebagai contoh, seseorang membeli saham seharga Rp1.000 per lembar. Beberapa bulan kemudian harga naik menjadi Rp1.500. Selisih Rp500 itulah yang disebut capital gain.

Semakin besar kenaikan harga saham, semakin besar pula keuntungan investor.

Namun, investor juga harus memahami bahwa harga saham sangat fluktuatif. Harga dapat naik cepat, tetapi juga bisa turun tajam akibat sentimen pasar, kondisi ekonomi global, hingga kinerja perusahaan.

Karena itu, investor wajib memiliki strategi agar tidak terjebak membeli saham pada harga terlalu tinggi.

Dividen Jadi Sumber Passive Income yang Menarik

Selain capital gain, investor juga bisa memperoleh dividen. Banyak perusahaan besar rutin membagikan dividen setiap tahun kepada pemegang saham.

Dividen menjadi daya tarik tersendiri karena investor tetap memperoleh pemasukan meski tidak menjual sahamnya.

Saham dengan dividen besar biasanya berasal dari perusahaan blue chip yang memiliki bisnis stabil dan laba konsisten. Sektor perbankan, energi, telekomunikasi, dan consumer goods sering menjadi incaran investor dividen.

Semakin banyak saham yang dimiliki, semakin besar potensi dividen yang diterima investor setiap tahun.

Pilih Strategi Sesuai Profil Risiko

Investor sukses biasanya memiliki strategi yang sesuai dengan profil risiko mereka. Sebab, setiap orang memiliki tujuan investasi berbeda.

1. Investasi Jangka Panjang

Strategi ini cocok bagi investor yang ingin membangun kekayaan secara bertahap. Investor membeli saham perusahaan bagus lalu menyimpannya selama bertahun-tahun.

Pendekatan ini sering disebut value investing atau growth investing.

Value investing fokus mencari saham murah dengan fundamental kuat. Sementara growth investing lebih menekankan perusahaan yang memiliki pertumbuhan bisnis cepat.

Investor legendaris seperti Warren Buffett menggunakan pendekatan investasi jangka panjang untuk membangun kekayaan.

Strategi ini cocok bagi pemula karena risiko transaksi berlebihan lebih rendah.

2. Trading Saham Jangka Pendek

Trading saham cocok bagi investor yang aktif memantau pasar setiap hari. Trader biasanya memanfaatkan fluktuasi harga harian atau mingguan.

Keuntungan trading memang bisa lebih cepat, tetapi risikonya juga jauh lebih tinggi.

Trader harus memahami analisis teknikal, membaca grafik harga, dan mengendalikan emosi saat pasar bergerak liar.

Baca Juga :  Cara Investasi Saham untuk Pemula 2026: Strategi Cuan Jangka Panjang, Modal Kecil, Potensi Untung Besar

Tanpa disiplin, trader pemula sangat mudah mengalami kerugian besar.

Analisis Fundamental Jadi Kunci Memilih Saham Bagus

Investor berpengalaman tidak membeli saham secara asal. Mereka selalu menganalisis kondisi perusahaan terlebih dahulu.

Analisis fundamental membantu investor mengetahui kesehatan bisnis perusahaan.

Beberapa indikator penting yang wajib diperhatikan antara lain:

Price to Earnings Ratio (PER)

PER membantu investor mengetahui apakah harga saham tergolong murah atau mahal dibanding laba perusahaan.

PER=Harga SahamLaba per SahamPER=\frac{Harga\ Saham}{Laba\ per\ Saham}=Laba per SahamHarga Saham​

Semakin rendah PER, semakin menarik saham tersebut bagi sebagian investor value investing.

Return on Equity (ROE)

ROE menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari modal pemegang saham.

ROE=Laba BersihEkuitas×100%ROE=\frac{Laba\ Bersih}{Ekuitas}\times100\%=EkuitasLaba Bersih​×100%

Perusahaan dengan ROE tinggi biasanya memiliki bisnis yang efisien.

Debt to Equity Ratio (DER)

DER menunjukkan seberapa besar utang perusahaan dibanding modalnya.

DER=Total UtangTotal EkuitasDER=\frac{Total\ Utang}{Total\ Ekuitas}=Total EkuitasTotal Utang​

Investor umumnya lebih menyukai perusahaan dengan tingkat utang sehat dan terkendali.

Analisis Teknikal Membantu Menentukan Momentum Beli

Trader saham biasanya menggunakan analisis teknikal untuk membaca arah pergerakan harga.

Analisis ini memanfaatkan grafik dan indikator tertentu.

Beberapa indikator populer antara lain:

  • Moving Average (MA)
  • Relative Strength Index (RSI)
  • MACD
  • Volume transaksi
  • Support dan resistance

Analisis teknikal membantu trader menentukan kapan waktu terbaik membeli dan menjual saham.

Meski begitu, trader tetap perlu mengombinasikan analisis teknikal dengan manajemen risiko yang ketat.

Baca Juga :  Investasi Emas Digital 2026: Cara Aman Menabung Emas Online, Modal Mulai Rp5.000 dan Untung Jangka Panjang

Jangan Abaikan Manajemen Risiko

Banyak investor gagal bukan karena salah memilih saham, tetapi karena tidak mampu mengelola risiko.

Karena itu, investor wajib menerapkan beberapa aturan penting berikut:

Gunakan Uang Dingin

Jangan pernah membeli saham menggunakan dana kebutuhan sehari-hari atau uang darurat.

Pasar saham bergerak fluktuatif. Investor yang memakai uang panas biasanya mudah panik saat harga turun.

Diversifikasi Portofolio

Jangan menaruh seluruh modal pada satu saham saja.

Sebarkan investasi ke beberapa sektor berbeda seperti:

  • Perbankan
  • Energi
  • Konsumer
  • Telekomunikasi
  • Infrastruktur

Diversifikasi membantu mengurangi risiko kerugian besar.

Terapkan Stop Loss

Trader wajib menentukan batas kerugian maksimal sebelum membeli saham.

Sebagai contoh, trader menetapkan stop loss 5 persen. Jika harga turun melewati batas tersebut, saham harus segera dijual.

Strategi ini membantu menjaga modal tetap aman.

Saham Blue Chip Masih Jadi Favorit Investor

Bagi pemula, saham blue chip menjadi pilihan paling aman untuk belajar investasi.

Saham blue chip berasal dari perusahaan besar dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi.

Ciri-ciri saham blue chip antara lain:

  • Rajin membagikan dividen
  • Memiliki laba stabil
  • Kapitalisasi pasar besar
  • Bisnis mudah dipahami
  • Volume transaksi tinggi

Beberapa sektor favorit investor Indonesia meliputi perbankan besar, telekomunikasi, dan consumer goods.

Saham blue chip memang tidak selalu naik cepat, tetapi cenderung lebih stabil untuk jangka panjang.

Kesalahan Fatal Investor Pemula

Banyak investor pemula mengalami kerugian akibat melakukan kesalahan berikut:

FOMO Membeli Saham yang Sedang Viral

Harga saham yang naik drastis sering memancing investor baru ikut membeli tanpa analisis.

Padahal, saham tersebut bisa saja sudah berada di puncak harga.

Tidak Punya Target Investasi

Investor tanpa target biasanya mudah panik dan sering mengambil keputusan emosional.

Terlalu Sering Trading

Overtrading membuat biaya transaksi semakin besar dan meningkatkan risiko kerugian.

Tidak Mau Belajar

Pasar saham terus berubah. Investor yang malas belajar biasanya sulit berkembang.

Cara Memulai Investasi Saham untuk Pemula

Berikut langkah sederhana memulai investasi saham:

  1. Buka rekening saham di sekuritas resmi.
  2. Pelajari dasar investasi dan analisis saham.
  3. Mulai dengan modal kecil.
  4. Fokus pada saham perusahaan bagus.
  5. Investasi secara rutin setiap bulan.
  6. Hindari membeli saham karena ikut-ikutan.
  7. Evaluasi portofolio secara berkala.

Konsistensi jauh lebih penting dibanding mencari keuntungan instan.

Saham Bisa Jadi Jalan Menuju Kebebasan Finansial

Banyak investor sukses membangun aset besar dari investasi saham jangka panjang.

Dengan strategi tepat, saham dapat menjadi sumber passive income sekaligus alat membangun kekayaan.

Namun, investor harus memahami bahwa tidak ada keuntungan instan di pasar modal. Kesabaran, disiplin, dan edukasi tetap menjadi kunci utama.

Investor yang fokus pada fundamental kuat dan manajemen risiko biasanya memiliki peluang lebih besar bertahan dalam berbagai kondisi pasar.

FAQ Cara Untung dari Saham

Apakah investasi saham cocok untuk pemula?

Ya, investasi saham cocok untuk pemula asalkan mempelajari dasar investasi dan memilih saham berkualitas.

Berapa modal awal investasi saham?

Saat ini banyak sekuritas memungkinkan investasi saham mulai Rp100 ribuan.

Apa saham blue chip terbaik untuk pemula?

Saham blue chip biasanya berasal dari perusahaan besar sektor perbankan, telekomunikasi, dan consumer goods.

Mana lebih baik, trading atau investasi?

Investasi jangka panjang cocok untuk pemula karena risiko lebih rendah dibanding trading harian.

Apakah saham bisa membuat kaya?

Saham dapat membantu membangun kekayaan jika investor disiplin, sabar, dan konsisten berinvestasi dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Cara untung dari saham tidak hanya bergantung pada keberuntungan. Investor perlu memahami strategi investasi, analisis fundamental, analisis teknikal, serta manajemen risiko agar dapat memperoleh keuntungan konsisten.

Pemula sebaiknya fokus pada saham blue chip dan investasi jangka panjang sebelum mencoba trading aktif. Selain itu, disiplin dan pengendalian emosi menjadi faktor penting untuk bertahan di pasar saham.

Dengan pengetahuan yang cukup dan strategi tepat, investasi saham dapat menjadi salah satu cara terbaik membangun aset dan mencapai kebebasan finansial di masa depan.(*)

Berita Terkait

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas
Jangan Buang Uang Lama Harganya Bisa Tembus Ratusan Juta
Ikan Hias Arwana Si Naga Air yang Harganya Tembus Ratusan Juta
Asuransi Pendidikan Terbaik di Indonesia 2026, Pilihan Orang Tua untuk Amankan Biaya Sekolah Anak
Cara Daftar wondr by BNI Online 2026 Tanpa ke Bank, Begini Langkah Buka Rekening Digital dan Aktivasi Akun
Investasi Terbaik 2026: Ini Daftar Aset yang Diprediksi Paling Menarik
Pinjol Tanpa Verifikasi Wajah Apakah Aman? Ini Fakta yang Wajib Diketahui
Cara Bayar Shopee Pakai DANA Terbaru 2026 Tanpa Kartu Bank, Begini Trik Mudah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:05 WIB

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:41 WIB

Jangan Buang Uang Lama Harganya Bisa Tembus Ratusan Juta

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:52 WIB

Ikan Hias Arwana Si Naga Air yang Harganya Tembus Ratusan Juta

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:31 WIB

Asuransi Pendidikan Terbaik di Indonesia 2026, Pilihan Orang Tua untuk Amankan Biaya Sekolah Anak

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:31 WIB

Cara Daftar wondr by BNI Online 2026 Tanpa ke Bank, Begini Langkah Buka Rekening Digital dan Aktivasi Akun

Berita Terbaru

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas(foto:diskuk.jabarprov)

Daerah

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas

Senin, 27 Jul 2026 - 17:05 WIB

Ilustrasi - Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang negeri Jambi

Budaya

Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:33 WIB

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan
(Foto:  jatigono-kunir.lumajangkab)

Daerah

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan

Sabtu, 25 Jul 2026 - 18:09 WIB