Kapasitas TPA Sampah. Melampaui Batas Melanda beberapa Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi TPA Over kapasitas, sumber : Freepik

Ilustrasi TPA Over kapasitas, sumber : Freepik

Qixiobuzz.com – Permasalahan sampah masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah di Indonesia. Meski suda ada berbagai program dari pemerintah, namun pengelolaan sampah di beberapa wilayah belum berjalan optimal dan masih menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.Salah satu persoalan utama adalah masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Saluran irigasi, sungai, hingga pinggir jalan sering menjadi tempat pembuangan akhir sementara. Akibatnya, saat musim hujan tiba, tumpukan sampah menyumbat draenasedan memicu banjir di sejumlah kota besar maupun kecil.

Baca Juga :  Gaji Guru Honorer Jadi PPPK Terancam? FSGI Minta Pemerintah Beri Jaminan Penuh

Selain itu, Kapasitas. Tempat Pembuangan Akhir atau TPA di beberapa daerah sudah melebihi daya tampung, minimnya lahan baru  dan keterlambatan dalam pembangunan. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu membuat sampah menumpuk. Hal ini juga di perparah dengan belum meratanya sistem pengangkutan sampah dari tingkat RT/RW ke TPA.

Di sisi lain, kesadaran untuk memilah sampah dari sumbernya juga masih rendah. Sampah organik, anorganik, dan B3 masih bercampur, padahal pemilahan sejak awal bisa, mengurangi volume sampah hingga 60% dan memudahkan proses daur ulang. Beberapa daerah yang sudah menjalankan bank sampah dan program 3R masih jumlahnya terbatas.

Baca Juga :  Bantuan Modal Usaha Rp5 Juta 2026 Segera Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar dari Kemnaker

Pemerintah daerah bersama masyarakat, swasta, dan komunitas terus di dorong untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Edukasi, penguatan regulasi dan penyediaan infrastruktur seperti TPS 3R menjadi kunci. Jika di tangani dengan baik dan konsisten masalah sampah ini bisa menjadi peluang ekonomi melalui daur ulang dan energi terbarukan, sekaligus menjaga kebersihan daerah,

Berita Terkait

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas
Polpulasi Satwa Diharapkan Pulih, Perburuan di Kerinci Seblat Alami Penurunan
Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi
Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan
Candi Muaro Jambi, Kompleks Percandian Terluas di asia Tenggara Jadi Magnet Wisata Dunia
Jangan Buang Uang Lama Harganya Bisa Tembus Ratusan Juta
Mari Kita wujudkan Jambi sebagai lumbung pangan Sumatera
Dengarkan Lagu untuk Tenangkan Hati, Cara Sederhanan Redakan Stres
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:05 WIB

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:45 WIB

Polpulasi Satwa Diharapkan Pulih, Perburuan di Kerinci Seblat Alami Penurunan

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:33 WIB

Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:09 WIB

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Candi Muaro Jambi, Kompleks Percandian Terluas di asia Tenggara Jadi Magnet Wisata Dunia

Berita Terbaru

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas(foto:diskuk.jabarprov)

Daerah

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas

Senin, 27 Jul 2026 - 17:05 WIB

Ilustrasi - Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang negeri Jambi

Budaya

Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:33 WIB

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan
(Foto:  jatigono-kunir.lumajangkab)

Daerah

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan

Sabtu, 25 Jul 2026 - 18:09 WIB