Qixiobuzz.com – Sejarah Jambi jangan hanya berhenti di nama Sultan Thaha Syaifuddin. Ada satu putra Istana Pijoan Muaro Jambi yang memili jalan masuk rimba,berjuang melawan Kolonial Belanda hingga gugur di medan tempur. Namanya Raden Hamzah..Lahir 1868 di Istana Pijoan Muaro Jambi, gugur 1906 di Dusun Tuo Lubuk mengkuang Bungo. Ia tidak mati di pembuangan. Ia tidak menyerah. Ia gugur bersama Hulubalang Suku Anak dalam dan masyarakat setempat dalam pertempuran sengit melawan Kolonial Belanda
- Dari istana ke Rimba, Pilihan Seorang bangsawan. : Sebagai darah biru kesultanan Jambi, Raden hamzah hidup tidak nyaman di bawah penindasan tekanan Kompeni, semua itu ia lakukan perlawanan. Tahun 1904, Saat ekspedisi militer belanda menggem pedalaman pasca gugurnya Sultan Thaha. Raden Hamzah justru memili masuk ke rimba Bukit Duabelas. Ia hidup di pedalaman Huluan, belajar menguasai sumpit beracun hidup bersama Suku Anak Dalam. Para Hulubalang mengangkatnya sebagai sudara dan panglima perang. Sumpah mereka satu lebih baik mati di rimba daripada hidup jadi budak Kompeni.Inilah nasionalisme paling awal bangsawan Melayu bersatu dengan orang rimba untuk tanah jambi.
- 1902-1906 : Perang Gerilya Yang Membuat Belanda Trauma : Selama 4 tahun, Raden hamzah jadi mimpi buruk Residen Jambi. Ia memimpin pasukan gabungan yang unik, senapan lantak sisa kesultanan, Tombak, Sumpit beracun Hulubalang Suku Anak dalam, dan parang masyarakat Lubuk mengkuang.
Arsip Kolonial Verslag 1903 mencatat : jalur Jelatang dan Lubuk Mengkuang, disebut” Zona hitam” Marsose. Patroli belanda tumbang.. Taktik gerilya rimba membuat serdadu Kompeni demam hutan dan takut masuk pedalaman. Puncak 1906. Ekspedisi besar Belanda coba kuasai hulu Batanghari dan Bungo. Raden hamzah bersama Hulubalang Suku Anak Dalam dan rakyat Lubuk Mengkuang hadang pasukan Belanda terjadi pertempuran sengit di Lubuk mengkuang. Di sanalah Raden hamzah gugur.
Kenapa Raden hamzah layak jadi pahlawan nasional.
Mengacu UU No.20 Tahun 2009,3 syarat sudah terpenuhi:
WNI Yang gugur dalam perjuangan.Gugur 1906 di Kabupaten Bungo saat melawan kolonial.
-
- Memimpin perjuangan bersenjata: Panglima gabungan bangsawan tamba Suku Anak Dalam tamba rakyat Bungo selama 1902-1906.
- Tidak menyerah : menolak semua tawaran damai. Memilih gerilya sampai mati.
- Berdampak besar : menunda 4 tahun kolonial kuasai penuh Hulu Jambi. Jadi simbol persatuan negeri melayu Jambi sebelum Indonesia lahir.
Suara yang tak Boleh dibungkam : Hingga hari ini nama Raden Hamzah hidup dalam tuturan Suku Anak Dalam.Sudah 119 Tahun, Saatnya Negara Mengakui : Jambi sudah punya Sultan Thaha sebagai pahlawan nasional. Kini giliran Raden Hamzah.Jika Bangsa ini lupa Raden Hamzah kita lupa bahwa Indonesia merdeka karena Senjata para pejuang, dan darah rakyat yang menolak tunduk pada Kolonial.
.









