Qixiobuzz.com – JAMBI. Kabar baik datang dari Taman Nasional Kerinci Seblat/TNKS Data terbaru Balai Besar TNKS mencatat kasus perburuan satwa dilindungi di kasawan hutan terbesar di Sumatera ini mengalami penurunan signifikan dalam 2 tahun terakhir. Dari hasil patroli gabungan 2024-2026 jumlah jerat dan perangkap yang ditemukan petugas turun hingga 40% dibanding priode 2022-2023 kasus pembalakan liar dan perburuan harimau sumatera, gajah, serta tapir juga di laporkan berkurang ini jadi indikator bahwa upaya perlindungan di TNKS mulai membuahkan hasil.
Kepala Balai Besar TNKS Kerinci menyebut penurunan ini tidak lepas dari kerja keras petugas, masyarakat, dan dukungan berbagai pihak. Program patroli rutin, pemasangan kamera jebak, hingga operasi bersama TNI-Polri gencar dilakukan. Selain itu, adukan ke desa-desa penyangga tentang pentingnya menjaga satwa juga terus digalakkan.
Peran masyarakat menjadi kunci utama. Banyak mantan pemburu yang kini dilibatkan sebagai “ Masyarakat Mitra Polhut” dan pemandu ekowisata. Mereka mendapat pelatihan dan alternatif mata pencaharian seperti kerajinan, pertanian, organik, dan wisata, “ Ketika ekonomi masyarakat terbantu, tekanan ke hutan berkurang,” ujar sala satu petugas lapangan.Meski begitu, tantanga masih ada TNKS membentang di 4 Provinsi dengan luas 1,3 juta hektar. Balai Besar TNKS mengajak semua pihak tetap waspada dan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan. Dengan penurunan kasus ini, diharapkan populasi satwa dilindungi seperti harimau dan gajah di kerinci Seblat bisa pulih dan lestari untuk generasi mendatang. (MM#)









