Andi Ramang Legenda Sepak Bola Indonesia, Bikin Uni Soviet Kewalahan di Olimpiade 1956

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Andi Ramang Legenda Sepak Bola Indonesia, Bikin Uni Soviet Kewalahan di Olimpiade 1956Andi Ramang Legenda Sepak Bola Indonesia, Bikin Uni Soviet Kewalahan di Olimpiade 1956Andi Ramang Legenda Sepak Bola Indonesia, Bikin Uni Soviet Kewalahan di Olimpiade 1956Andi Ramang Legenda Sepak Bola Indonesia, Bikin Uni Soviet Kewalahan di Olimpiade 1956Andi Ramang Legenda Sepak Bola Indonesia, Bikin Uni Soviet Kewalahan di Olimpiade 1956 ( foto pemain legendaris Timnas Indonesia dan PSM Makassar, Andi Ramang dan patung sang pemain. [IG: redgankdbugis]

Andi Ramang Legenda Sepak Bola Indonesia, Bikin Uni Soviet Kewalahan di Olimpiade 1956Andi Ramang Legenda Sepak Bola Indonesia, Bikin Uni Soviet Kewalahan di Olimpiade 1956Andi Ramang Legenda Sepak Bola Indonesia, Bikin Uni Soviet Kewalahan di Olimpiade 1956Andi Ramang Legenda Sepak Bola Indonesia, Bikin Uni Soviet Kewalahan di Olimpiade 1956Andi Ramang Legenda Sepak Bola Indonesia, Bikin Uni Soviet Kewalahan di Olimpiade 1956 ( foto pemain legendaris Timnas Indonesia dan PSM Makassar, Andi Ramang dan patung sang pemain. [IG: redgankdbugis]

Qixiobuzz.com, Makasar – Nama Andi Ramang selalu disebut sebagai salah satu pemain sepak bola legendaris Indonesia. Lahir  1924 di Barru,Sulawesi Selatan, Andi Ramang dikenal sebagai striker tajam yang membawa nama Indonesia dan PSM Makassar harum di kancah nasional maupun internasional pada era 1950-an.

Andi Ramang memulai kariernya bersama PSM Makassar 1939 dan langsung mencuri perhatian karena kecepatan, teknik, dan naluri golnya. Bersama Tim Nasional Indonesia, ia menjadi ujung tombak saat Indonesia mengikuti *Olimpiade Melbourne 1956. Aksinya yang paling dikenang adalah saat mencetak gol ke gawang Uni Soviet, raksasa sepak bola dunia saat itu. Gol tersebut membuat dunia terkejut dan mengakui kualitas pemain Asia Tenggara.

Baca Juga :  Veda Ega Pratama Siap Mengguncang Moto3 Italia 2026, Rekor Gila di Mugello Jadi Modal Besar Pembalap Indonesia

Gaya bermain Andi Ramang disebut  “mengalir seperti air”. Ia tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas membaca permainan. Julukan “Ramang” bahkan menjadi simbol pesepak bola Makassar yang militan dan pantang menyerah.Ramang di kenal sebagai penyerang haud gol. Ramang memang penembak lihai, dari sasaran manapun, dalam keadaan sesulit bagaimanapun, menendang dari segalah posisi sambil berlari kencang satu satu ke unggulan yang masih di dambakan oleh setiap pemain bola kita hingga saat ini, terutama tembakan salto. Hingga kini, namanya masih diagungkan oleh Bonek, supporter PSM, dan pecinta sepak bola Indonesia.

Baca Juga :  Prabowo Resmi Sahkan UU Polri Terbaru 2026, Polisi Bisa Isi Jabatan Sipil dan Usia Pensiun Berubah

Setelah pensiun sebagai pemain, Andi Ramang tetap aktif membina sepak bola di Makassar. Ia menjadi inspirasi bagi generasi pesepak bola Sulsel seperti Ramang-Ramang berikutnya. Pemerintah dan PSSI juga beberapa kali memberikan penghargaan atas jasanya mengharumkan nama bangsa melalui sepak bola.

Wafat pada 9 Desember 1987, warisan Andi Ramang tidak pernah padam. Stadion, turnamen, hingga sekolah sepak bola di Makassar sering memakai namanya. Andi Ramang. Untuk mengenang jasanya, sebuah patung di lapangan Karebosi di buat untuknya, membuktikan bahwa dari tanah Makassar, Indonesia bisa melahirkan bintang yang disegani dunia.(MM#)

 

Berita Terkait

Gulat, Olahraga Tertua di Dunia yang Usianya Sudah Lebih dari 15.000 Tahun
Setiap Tanggal 17 Agustus Indonesia Memperingati Hari Kemerdekaan
11 September: Hari Lahirnya RRI atau Hari Radio Nasional
Olahraga Berat vs Olahraga Ringan: Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?
Loetoeng Kasaroeng 1926: Film Pertama di Indonesia
Sejarah Berdirinya RRI Jambi: Dari Radio Jambi 1957 Hingga Gedung Telanaipura 1974
Lukisan Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia Bukti Peradaban Nusantara Kuno
Presiden Prabowo Temui 150 Periset BRIN di Istana Negara, Dorong Riset untuk Kemandirian Bangsa.
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Setiap Tanggal 17 Agustus Indonesia Memperingati Hari Kemerdekaan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:58 WIB

11 September: Hari Lahirnya RRI atau Hari Radio Nasional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Olahraga Berat vs Olahraga Ringan: Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Loetoeng Kasaroeng 1926: Film Pertama di Indonesia

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Sejarah Berdirinya RRI Jambi: Dari Radio Jambi 1957 Hingga Gedung Telanaipura 1974

Berita Terbaru