Qixiobuzz.com – INDIA. Di tengah keragaman agama dunia, Jainisme dikenal sebagai salah satu agama tertua di dunia yang masih dipraktikkan hingga saat ini. Berakar dari India lebih dari 2.500 tahun lalu, Jainisme mengajarkan prinsip utama: ahimsa atau tanpa kekerasan terhadap semua makhluk hidup.
Akar Sejarah Sejak Zaman Tirthankara
Jainisme tidak memiliki pendiri tunggal. Umat Jain percaya agama ini telah ada sejak zaman purba dan diajarkan oleh 24 Tirthankara atau “Guru Penyeberang”. Tirthankara terakhir dan yang paling dikenal adalah Mahavira, yang hidup sekitar 599 – 527 SM di India. Karena itu banyak yang menyebut Jainisme lahir bersamaan dengan Buddha, namun ajarannya diyakini sudah ada jauh sebelumnya.
Tiga Pilar Utama: Ahimsa, Anekantavada, dan Aparigraha
Inti ajaran Jainisme ada pada tiga prinsip. Ahimsa = tidak menyakiti makhluk hidup, bahkan serangga. Anekantavada = menghargai berbagai sudut pandang kebenaran. Aparigraha = tidak terikat pada harta benda. Karena ahimsa, banyak umat Jain yang menjadi vegetarian ketat, menyaring air minum, bahkan menyapu jalan agar tidak menginjak semut.
Kitab Suci dan Tradisi Asketisme
Kitab suci Jainisme disebut Agama atau Siddhanta. Umatnya terbagi dua aliran besar: Digambara yang melepas pakaian sebagai simbol pelepasan duniawi, dan Svetambara yang memakai pakaian putih. Para biarawan Jain menjalani hidup asketis, berjalan kaki, dan tidak memiliki harta untuk mencapai pembebasan jiwa atau *Moksha.
Penyebaran dan Pengaruh di India
Meskipun jumlah umatnya hanya sekitar 4 – 6 juta orang di dunia, pengaruh Jainisme sangat besar di India. Banyak pengusaha, filantropis, dan tokoh masyarakat India berasal dari komunitas Jain. Kuil-kuil Jain seperti Kuil Dilwara di Rajasthan dan Shravanabelagola di Karnataka menjadi situs ziarah dan warisan budaya dunia karena arsitekturnya yang indah.
Relevansi Jainisme hingga saat ini
Hingga saat ini, ajaran Jainisme semakin relevan dengan isu lingkungan dan etika. Prinsip tanpa kekerasan dan hidup sederhana dianggap sebagai jawaban atas krisis iklim dan konsumerisme. Komunitas Jain di India, Amerika, Eropa, dan Asia Tenggara aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pelestarian alam. Jainisme membuktikan bahwa agama tua bisa tetap hidup karena nilainya yang universal. (MM#).










