Qixiobuzz.com – MAKASSARI La Galigo atau Epos Lagaligo ditetapkan sebagai karya sastra terpanjang di dunia. Naskah epik dari Suku Bugis, Sulawesi Selatan ini memiliki panjang lebih dari 6.000 halaman dalam naskah lontara dan diperkirakan terdiri dari sekitar 300.000 baris.
Dikisahkan Selama 1.000 Tahun Secara Lisan
Lagaligo bukan karya satu penulis. Epos ini dituturkan secara turun-temurun selama ratusan tahun oleh puan atau pujangga istana Bugis. Baru pada abad ke-18 naskah ini ditulis ke dalam aksara Lontara di atas daun lontar. Ceritanya mengisahkan tentang Batara Guru yang turun dari langit, dan keturunannya Sawerigading serta We Tenriabeng.
Isinya: Mitos, Sejarah, dan Filsafat Bugis
Epos sepanjang 12 jilid ini memuat kisah penciptaan dunia menurut Bugis, pelayaran Sawerigading mencari jodoh ke Tiongkok, peperangan antar kerajaan, hukum adat, hingga nilai-nilai siri’ dan pesse. Karena panjang dan kompleks, satu kali pembacaan penuh Lagaligo bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia
Karena keunikan dan usianya, naskah Naskah La Galigo koleksi Perpustakaan Leiden, Belanda, ditetapkan oleh UNESCO sebagai Memory of the World pada tahun 2011. Ini menjadikannya salah satu dokumen paling penting peradaban manusia. Di Indonesia, naskah asli juga tersimpan di Museum La Galigo Makassar dan beberapa lembaga lain.
Warisan Hidup Suku Bugis hingga sekarang
Hingga kini Lagaligo masih hidup. Ceritanya dipentaskan dalam bentuk teater, tari, musik, dan sinetron. Pemerintah Sulsel dan budayawan terus melakukan transliterasi dari aksara Lontara ke Latin agar generasi muda bisa membaca. Universitas Hasanuddin bahkan punya Pusat Studi Lagaligo untuk meneliti naskah ini.Para budayawan menyebut Lagaligo bukan sekadar cerita. “Ini ensiklopedia peradaban Bugis. Ada hukum, pelayaran, astronomi, sampai psikologi manusia di dalamnya,” ujar salah satu peneliti.
Mengalahkan Mahabharata dan Ramayana
Untuk perbandingan, Mahabharata dari India memiliki sekitar 100.000 bait. Ramayana sekitar 24.000 bait. Sementara Lagaligo diperkirakan 3 kali lipat Mahabharata. Karena itu secara volume tulisan, Lagaligo adalah karya sastra terpanjang di dunia yang masih utuh hingga sekarang.(MM#).










