Qixiobuzz.com – BUDAPEST. Nama Ferenc Puskás selalu disebut sejajar dengan Pele, Maradona, Ronaldo dan Messi. Pesepak bola kelahiran Budapest, Hungaria, 1 April 1927 ini dikenal sebagai salah satu striker paling mematikan sepanjang masa. Dengan julukan “Si Kuda Galak” atau “The Galloping Major”, Puskás menorehkan sejarah di level klub maupun timnas.
Awal Karier: Bintang Budapest Honved dan “Tim Emas” Hungaria
Puskás memulai karier profesional di Kispest, yang kemudian berganti nama menjadi Budapest Honved pada 1949. Bersama Honved, ia 5 kali juara Liga Hungaria.
Puncaknya bersama Timnas Hungaria “Aranycsapat” atau Tim Emas era 1950-an. Bersama Puskás, Hungaria tak terkalahkan dalam 32 pertandingan. Prestasi terbesarnya adalah medali emas Olimpiade Helsinki 1952 dan masuk final Piala Dunia 1954, meski kalah dari Jerman Barat. Puskás mencetak 84 gol dari 85 laga untuk Hungaria.
Eksil dan Kebangkitan di Real Madrid
Setelah Revolusi Hungaria 1956, Puskás memilih hijrah dan sempat 2 tahun tanpa klub. Pada usia 31 tahun, 1958, ia bergabung dengan *Real Madrid*. Banyak yang meragukan karena usianya. Tapi Puskás justru meledak.
Bersama Di Stefano, Gento, dan Kopa, ia membawa Madrid 3 kali juara Piala Champions Eropa 1959, 1960, 1966. Di final 1960 vs Eintracht Frankfurt, ia cetak 4 gol. Total ia cetak 242 gol dari 262 laga untuk Madrid dan 4 kali jadi top skor La Liga.
Gaya Bermain: Kaki Kiri Mematikan dan Otak Taktis
Puskás bertubuh pendek dan gemuk, tapi punya tendangan kaki kiri terbaik di dunia. Ia cerdas dalam penempatan posisi, operan satu-dua, dan finishing. Ia bukan pelari cepat, tapi pergerakannya mematikan di kotak penalti. FIFA bahkan menamai penghargaan “Puskás Award” untuk gol terbaik setiap tahun.(MM#)










