Qixiobuzz.com – Brasilia. Kampanye putaran terakhir Pilpres Brazil 2026 berakhir dengan persaingan super ketat. Dua kandidat utama, Presiden petahana Luiz Inacio Lula da Silva dan Senator sayap kanan Flavio Bolsonaro, sama-sama klaim bisa menang satu putaran.
Hari Minggu 4 Oktober 2026, sekitar 158,8 juta pemilih Brazil akan mencoblos di putaran pertama. Jika tidak ada yang meraih lebih dari 50% suara sah, pilpres akan berlanjut ke putaran kedua pada 25 Oktober 2026 mendatang.
Menurut jajak pendapat terbaru lembaga Quaest yang dikutip Deutsche Welle, hasilnya terlalu ketat untuk diprediksi:
– Lula 46% vs Flavio Bolsonaro 45% di putaran pertama
– Di simulasi putaran kedua, *Flavio unggul tipis 44% vs Lula 42%
Selisih hanya 1-2%, masuk dalam margin of error.
Gaya Kampanye Kontras: Jalan Kaki vs Konvoi Motor
Di hari terakhir kampanye Sabtu kemarin, kedua kubu menampilkan gaya yang sangat kontras.
Lula (80 tahun) menutup kampanye dengan berjalan kaki dalam pawai besar di Sao Paulo. Di hadapan ribuan pendukungnya, Lula berteriak:
Lula menggambarkan pemilu kali ini sebagai pertarungan antara demokrasi melawan sayap kanan ekstrem. Ia juga menyinggung soal kedaulatan Brazil dan memperingatkan potensi campur tangan asing.
Sementara Flavio Bolsonaro (45 tahun)*, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, memilih kampanye dengan konvoi sepeda motor di Sao Paulo dan Rio de Janeiro. Gaya ini persis meniru ayahnya. Di atas motor, Flavio juga yakin menang satu putaran:
Flavio memang bukan ayahnya. Jair Bolsonaro saat ini sedang menjalani hukuman 27 tahun penjara terkait upaya kudeta 2022 dan tidak bisa maju. Namun pengaruh ayahnya masih sangat besar. Flavio secara terbuka menggunakan warisan politik keluarga.
Isu Panas: Campur Tangan AS dan Kasus Korupsi Film
Kampanye putaran terakhir ini juga diwarnai isu panas.
Tim kampanye Lula menuduh Presiden AS Donald Trump ingin “mengolonisasi” Brazil dan mencuri sumber daya alamnya dengan mendukung Flavio. Dalam iklan TV berdurasi 1 menit, tim Lula menyebut “Flavio Bolsonaro adalah kandidat Trump.”
“Yang diinginkan Trump adalah mengolonisasi Brasil, mengambil kekayaan kita, mencuri masa depan kita,” kata narator iklan tersebut.
Di sisi lain, Flavio terseret kasus dugaan korupsi produksi film biografi ayahnya “Dark Horse” senilai anggaran parlemen. Polisi menggeledah rumah produser film tersebut pada 10 September lalu. Flavio membantah dan menyebutnya intervensi politik menjelang pemilu.
Kubu Lula menawarkan program sosial, investasi publik, dan redistribusi pendapatan untuk mengangkat rakyat miskin.
Kubu Flavio menawarkan pajak lebih rendah, keamanan publik yang lebih tegas, dan pemberantasan korupsi.
Hasil resmi putaran pertama akan diumumkan Tribunal Superior Eleitoral (TSE) Minggu malam waktu Brazil.
Siapapun yang menang, Brazil sebagai negara demokrasi terbesar keempat di dunia dengan ekonomi terbesar di Amerika Latin akan menentukan arah Amerika Selatan untuk 4 tahun ke depan.(MM#).










