Qixiobuzz.com – JAKARTA. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii memastikan seluruh pondok pesantren di Indonesia akan menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan itu disampaikan Wamenag usai mendapat penugasan khusus dari Presiden Prabowo Subianto.
“Saya sebagai Wamenag dipanggil khusus untuk memastikan agar tidak ada pesantren di tanah air ini yang belum menerima manfaat makanan bergizi gratis ini,” ujar Wamenag Romo Syafii di Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, pemenuhan gizi santri menjadi perhatian utama pemerintah dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
“Anak-anak yang sehat dan tercukupi kebutuhan gizinya tentu memiliki kesempatan yang lebih baik untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensinya,” kata Wamen
Baru 1,43 Persen Santri Terlayani
Data Badan Gizi Nasional (BGN) per 28 Juli 2026 menunjukkan dari total 4.268.848 santri di Indonesia, baru 61.195 santri atau sekitar 1,43 persen yang telah menerima MBG.
Kesenjangan besar inilah yang kini dikebut Kemenag bersama BGN. Hingga Oktober 2026, program MBG di lingkungan pendidikan keagamaan tercatat telah menjangkau sekitar 6,3 juta siswa dan santri di berbagai wilayah, sementara program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau lebih dari tiga juta siswa dan santri.
Wamenag menyebut perluasan MBG di pesantren harus disertai pendataan santri yang akurat, distribusi tepat sasaran, dan pengawasan kualitas makanan.
Pesantren Boleh Punya Dapur Sendiri
Agar percepatan berjalan, Kemenag bersama BGN dan Kantor Staf Presiden sepakat memberi kelonggaran bagi pesantren.
Pesantren dengan jumlah santri di atas 1.000 orang diperbolehkan membangun dan mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG secara mandiri dengan mengajukan yayasan ke BGN. Satu dapur bisa melayani hingga 3.000 penerima manfaat.
Bagi pesantren yang santrinya di bawah 1.000, pemerintah membuka opsi bergabung dengan sekolah atau pesantren lain di sekitarnya. Pesantren juga bisa dilibatkan sebagai pemasok bahan pangan untuk menekan biaya logistik sekaligus menghidupkan kemandirian ekonomi pesantren.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga mengumumkan perluasan MBG ke pesantren di Pulau Jawa akan dimulai akhir Oktober ini, sekitar tanggal 25 Oktober. Pendataan dilakukan langsung oleh pesantren ke BGN, tanpa perantara.
“Bank Himbara sudah menyatakan tekadnya untuk memberikan kredit modal usaha dengan jaminan para kiai di pesantren,” tambah Wamenag, sebagai dukungan agar santri bisa menjadi entrepreneur di bidang pertanian, peternakan, dan kelautan.
Kemenag menegaskan, pesantren yang kuat harus ditopang oleh santri yang sehat. Dengan begitu, MBG tidak hanya menjadi program gizi, tetapi juga menjadi penguat kualitas SDM dan ekonomi umat.(MM#).










