Qixiobuzz.com – Jakarta. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Panti Asuhan Anak Nusantara (DPN ASPANNI) mengusulkan agar anak-anak yang tinggal di panti asuhan dimasukkan sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Usulan ini disampaikan ASPANNI menyusul fakta bahwa selama ini program MBG yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) masih terfokus di sekolah-sekolah, sementara anak-anak di panti asuhan justru luput dari pendataan.
Ketua DPN ASPANNI, M. Arief Ramdani mengatakan, perluasan MBG ke panti asuhan sangat penting dan mendesak, terutama bagi panti-panti kecil di kawasan terpencil dan 3T yang memiliki keterbatasan donatur dan sering kekurangan gizi.
“Kami mendorong pemerintah agar bisa memperluas jangkauan program MBG ke anak-anak yang berada di panti asuhan. Dukungan ini sangat penting, terutama bagi panti asuhan di kawasan terpencil yang memiliki keterbatasan donatur,” ujar Arief.
Anak Yatim Adalah Prioritas Negara
ASPANNI mencatat, saat ini ada lebih dari 180 ribu anak yang tinggal di sekitar 40 ribu panti asuhan di seluruh Indonesia. Mereka adalah anak yatim, piatu, yatim piatu, dan anak terlantar yang menjadi tanggung jawab negara sesuai UUD 1945.
Selama ini, banyak panti asuhan yang bertahan hanya dari donasi masyarakat yang tidak menentu. Jika program MBG masuk ke panti, beban operasional panti bisa berkurang dan gizi anak-anak lebih terjamin.
ASPANNI juga menyinggung nilai spiritual dari program ini. Memberi makan anak yatim adalah tradisi para nabi. Seperti Nabi Ibrahim yang dijuluki Abu al-Dhuyaf atau Bapak para tamu karena tidak pernah makan sendirian, dan Rasulullah SAW bersabda:
“Aku dan orang yang mengasuh anak yatim akan berada di surga seperti ini,” sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah yang berdekatan.
Didukung Perluasan BGN
Usulan ASPANNI ini sejalan dengan arah kebijakan Badan Gizi Nasional. Kepala BGN Dadan Hindayana sendiri pada awal 2026 menyatakan MBG akan diperluas tidak hanya untuk siswa sekolah, tetapi juga untuk kelompok rentan yang belum punya NIK seperti santri pondok pesantren, anak putus sekolah, anak balita, hingga anak dari pernikahan siri.
Hingga 3 Oktober 2026, BGN telah mengaktifkan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) / Dapur MBG baru di 16 provinsi untuk memperluas layanan ke wilayah 3T.
Dengan masuknya anak panti asuhan sebagai penerima, program MBG diharapkan tidak eksklusif hanya di sekolah, tetapi benar-benar menjadi jaring pengaman gizi nasional yang inklusif.
DPN ASPANNI berharap Presiden Prabowo Subianto melalui BGN dapat segera menerbitkan petunjuk teknis agar SPPG bisa menyalurkan paket makan siang bergizi langsung ke panti-panti asuhan terdekat. (MM#).










