Qixiobuzz.com – JAKARTA. Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia kembali menjadi sorotan internasional. Sejumlah negara tetangga menyampaikan protes resmi karena kualitas udara di wilayah mereka terdampak parah akibat asap yang terbawa angin.
Menurut pantauan BMKG, titik panas terbanyak masih terdeteksi di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Arah angin barat daya menyebabkan asap menyebar ke Singapura, Malaysia, hingga Thailand Selatan sejak sepekan terakhir.
Protes Resmi Dilayangkan
- Singapura: Kementerian Lingkungan Singapura menyebut Indeks Standar Polutan (PSI) di beberapa wilayah masuk kategori “Tidak Sehat”. Pemerintah Singapura meminta Indonesia segera mengambil tindakan tegas.
- Malaysia: Perdana Menteri Malaysia menyatakan keprihatinan karena sekolah di Johor dan Melaka terpaksa meliburkan kegiatan luar ruangan. Nota diplomatik telah dikirim ke Jakarta.
- Thailand: Otoritas Thailand Selatan melaporkan penurunan jarak pandang dan peningkatan pasien ISPA di rumah sakit.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI menanggapi bahwa pemerintah “sedang berupaya maksimal” memadamkan api dan menindak pelaku pembakaran lahan. Tim gabungan TNI-Polri, BPBD, dan Manggala Agni dikerahkan ke titik-titik api.
Dampak yang Dirasakan
– Kesehatan: Peningkatan kasus ISPA, iritasi mata, dan asma di wilayah terdampak asap
– Transportasi: Beberapa penerbangan di Batam dan Pekanbaru mengalami keterlambatan karena jarak pandang rendah
– Ekonomi: Sektor pariwisata di Kepulauan Riau dan Malaysia bagian selatan turun karena wisatawan membatalkan perjalanan
Ahli lingkungan dari WALHI menyebut penyebab utama masih pembukaan lahan untuk perkebunan dengan cara bakar. “Kalau tidak ada penegakan hukum yang konsisten, ini akan terulang tiap tahun,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Indonesia dan negara ASEAN masih menggelar pertemuan darurat untuk membahas penanganan Karhutla lintas negara.(MM#)










