Qixiobuzz.com – AKARTA. Kepala Badan Gizi Nasional / BGN, Sudaryono, menyebut kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis / MBG di Sidoarjo, Jawa Timur terjadi karena adanya pelanggaran Standar Operasional Prosedur / SOP di tingkat satuan pelayanan.
Hal itu disampaikan Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jumat 4 September 2026.
Hasil Investigasi Awal BGN
Berdasarkan penelusuran tim BGN bersama Kemenkes dan BPOM, ditemukan 3 poin pelanggaran utama di dapur SPPG / Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang menyalurkan makanan di Sidoarjo:
- Penyimpanan bahan pangan tidak sesuai
Bahan protein seperti ayam dan telur tidak disimpan di cold storage sesuai suhu yang ditetapkan.
- Proses memasak tidak memenuhi suhu aman
Makanan tidak dimasak hingga suhu inti minimal 75°C sehingga potensi bakteri tidak mati sempurna.
- Keterlambatan distribusi
Makanan didistribusikan ke sekolah lebih dari 3 jam setelah dimasak tanpa rantai dingin.
“Ini jelas pelanggaran SOP. Prosedur sudah kita buat, pelatihan sudah kita berikan. Tapi di lapangan tidak dijalankan dengan disiplin,” ujar Sudaryono.
Dampak dan Tindakan
Dinkes Sidoarjo mencatat lebih dari 120 siswa dari beberapa SD dan SMP* mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi menu MBG. Sebagian dirawat jalan, sebagian sempat rawat inap dan kini sudah dipulangkan.
BGN langsung mengambil langkah tegas:
– Menutup sementara SPPG yang terbukti melanggar di Sidoarjo
– Mengevaluasi dan melatih ulang seluruh tenaga juru masak dan petugas gizi
– Mengerahkan tim auditor untuk sidak ke seluruh SPPG di Jawa Timur dan nasional
“Program MBG ini untuk memastikan anak-anak dapat gizi terbaik. Kami minta maaf atas kejadian ini. Ke depan, pengawasan akan diperketat dan yang melanggar akan dikenai sanksi hingga pemutusan kontrak,” tegasnya.
Respons Pemda
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyatakan akan membentuk tim pengawas bersama komite sekolah dan ormas untuk memantau distribusi MBG. Distribusi MBG di titik terdampak dihentikan sementara hingga SPPG dinyatakan layak kembali.
BGN menargetkan audit menyeluruh selesai dalam 2 minggu ke depan.(MM#).










