Qixiobuzz.com – JAMBI. Pernah nggak sadar, mau di kota, di desa, di pegunungan, sampai di jalan tol sekalipun. bahkan di daerah manapun di Indonesia pasti ada belokan.
Lurus terus dari ujung ke ujung itu hampir nggak ada.
Kenapa ya? Apa emang sengaja dibikin belok-belok?
Ternyata ada 4 alasan utama:
Mengikuti Kondisi Alam dan Tanah
Ini alasan paling dasar. Tukang jalan nggak bisa seenaknya ngeratain gunung atau nebang hutan sembarangan.
Contoh:
– Di Kerinci Jambi ada bukit dan lembah → jalan harus ngikutin kontur tanah biar nggak terlalu nanjak
– Ada sungai, rawa, jurang → harus belok buat nyari jembatan
– Tanah labil/rawan longsor → harus dihindari
Kalau dipaksa lurus, biaya bikinnya bisa 10x lipat dan rawan rusak.
Demi Keamanan dan Keselamatan Pengendara
Jalan yang lurus panjang banget justru bahaya. Kenapa?
- Bikin ngantuk: Mata dan otak pengendara jadi jenuh kalau pemandangannya gitu-gitu aja
- Bikin ngebut: Orang jadi terlena injak gas terus. Makanya di tol pun ada tikungan landai
- Jarak pandang*: Belokan memaksa kita mengurangi kecepatan, jadi lebih waspada di persimpangan, sekolah, atau pemukiman
Belokan = rem alami biar kita nggak ugal-ugalan.
Menghubungkan Pemukiman dan Fasilitas
Jalan itu fungsinya buat nyambungin orang. Masa iya jalan lurus tapi ngelewatin 1 rumah aja?
Makanya jalan pasti belok buat:
– Mampir ke desa → biar warga bisa akses
– Lewat pasar, sekolah, kantor → biar ekonomi jalan
– Menghindari lahan pribadi → menghormati tanah warga
Kalau lurus terus, yang kelewat cuma hutan sama sawah doang.
Faktor Sejarah dan Tata Kota
Banyak jalan sekarang dulunya adalah jalan setapak, jalan kerbau, atau jalur dagang zaman dulu. Jalurnya udah kebentuk dari ratusan tahun lalu ngikutin sungai dan bukit.
Waktu diaspal jadi jalan raya, bentuk “belok-belok” nya tetap dipertahankan karena udah jadi jalur utama warga.
Terus Ada Nggak Jalan yang Lurus Banget?
Ada. Namanya jalan tol lurus kayak sebagian Tol Trans Jawa. Tapi itu butuh biaya triliunan, harus urug gunung, bikin jembatan panjang, dan ganti rugi lahan luas.
Makanya cuma bisa di daerah datar dan butuh dana besar.
Penutup
Jadi belokan itu bukan karena tukang jalannya iseng.
Belokan ada karena ngikutin alam, jaga keselamatan, nyambungin warga, dan menghargai sejarah.(MM#)










