Quxiobuzz.com, Kerinci – Upacara Kenduri Sko kembali digelar di berbagai desa di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Upacara adat sakral ini menjadi momen penting bagi masyarakat Kerinci untuk membersihkan benda-benda pusaka leluhur sekaligus melaksanakan pengukuhan gelar adat. Kenduri Sko bukan sekadar ritual, tetapi juga wujud nyata pelestarian warisan budaya suku Kerinci yang telah berlangsung ratusan tahun.
Dalam prosesi Kenduri Sko, seluruh pusaka milik kaum seperti keris, tombak, kitab tua, dan perlengkapan adat dikeluarkan dari tempat penyimpanan. Benda-benda tersebut kemudian dibersihkan secara bersama-sama oleh pemangku adat dengan diiringi doa dan pembacaan mantra. Masyarakat percaya, membersihkan pusaka akan membawa keberkahan, menolak bala, dan menjaga hubungan manusia dengan leluhur.
Puncak acara Kenduri Sko juga menjadi momentum pengukuhan gelar adat. Di Kerinci, sistem kekerabatan menganut garis keturunan ibu. Karena itu gelar adat diberikan oleh ibu kepada saudara laki-laki dari pihak ibu, yang disebut “mamak”. Ada dua jenis Sko yang dikenal, yaitu Sko Tanah yang berkaitan dengan kepemimpinan wilayah dan tanah ulayat, serta Sko Gelar yang merupakan gelar kehormatan dan tanggung jawab sosial dalam kaum.
Ketua Lembaga Adat setempat menyampaikan bahwa Kenduri Sko memiliki fungsi besar dalam memperkuat ikatan sosial. “Melalui upacara ini, anak kemenakan berkumpul, bersilaturahmi, dan mempererat rasa kebersamaan. Nilai gotong royong dan musyawarah hidup kembali,” ujarnya. Generasi muda juga dilibatkan agar memahami makna dan tata cara adat agar tidak punah ditelan zaman.
Dengan tetap dilaksanakannya Kenduri Sko setiap beberapa tahun sekali, masyarakat Kerinci berharap warisan leluhur tetap lestari. Upacara ini menjadi bukti bahwa budaya Kerinci mampu bertahan dan beradaptasi. Kenduri Sko kini juga mulai dilirik sebagai daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan keunikan adat Jambi ke tingkat nasional.(MM#)










