Qixiobuzz.com – NUSANTARA. Banyak yang menyebut Kerajaan Majapahit runtuh pada tahun 1405 M. Fakta sejarahnya: 1405 M bukanlah tahun keruntuhan final, tapi tahun dimulainya bencana besar pertama yang melumpuhkan Majapahit, yaitu *Perang Paregreg (1404-1406 M)
Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa Raja Hayam Wuruk (1350-1389) dengan Mahapatih Gajah Mada. Setelah keduanya wafat, Majapahit kehilangan sosok pemersatu.
Apa yang terjadi di 1405 M?
Setelah Hayam Wuruk wafat tahun 1389, tahta dipegang menantunya, Wikramawardhana. Namun di sisi timur, putra Hayam Wuruk dari selir, Bhre Wirabhumi yang menguasai Blambangan, tidak setuju pengangkatan Suhita sebagai ratu.
Maka pecahlah perang saudara antara *Istana Barat (Majapahit) vs Istana Timur (Blambangan)*. Inilah Perang Paregreg. Perang berlangsung dari 1404 hingga 1406 dan menjadi penyebab utama kemunduran Majapahit.
Akibat perang ini:
- Banyak negeri bawahan Majapahit yang melepaskan diri
- Ekonomi dan armada laut melemah, sementara Kesultanan Malaka naik sebagai pusat dagang baru
- Majapahit tidak pernah pulih total seperti masa Hayam Wuruk
Lalu Kapan Runtuh yang Sebenarnya?
Tahun 1478 M (1400 Saka): Dicatat dalam Candra Sengkala “Sirna Ilang Kertaning Bhumi” artinya hilang lenyap kemakmuran bumi. Saat itu Girindrawardhana dari Kediri menyerang dan merebut ibukota Majapahit di Trowulan.
- Tahun 1527 M: Serangan pamungkas dari Kesultanan Demak di bawah Sultan Trenggana dan Raden Patah yang merupakan keturunan Raja Majapahit sendiri. Trowulan dikuasai, dan kekuasaan Hindu-Buddha di Jawa berakhir.
Jadi, alur runtuhnya Majapahit:
1389 (Hayam Wuruk wafat) -> 1404-1406 (Perang Paregreg, awal keretakan) – 1478 (Sirna Ilang) – 1527 (Takluk oleh Demak, resmi runtuh).
Penyebab utamanya bukan serangan luar saja, tapi kombinasi: tidak ada tokoh pengganti sekelas Gajah Mada, konflik internal keluarga kerajaan, lepasnya daerah bawahan, kemunduran ekonomi, dan bangkitnya kerajaan-kerajaan Islam di pesisir utara Jawa.
Warisan Majapahit tetap abadi: Sumpah Palapa, konsep Nusantara, dan kitab Bhinneka Tunggal Ika dari Kakawin Sutasoma yang kini menjadi semboyan negara kita.(MM#).










