Qixiobuzz.com – SULAWESI SELATAN. Di tengah modernisasi, masyarakat Suku Bugis masih setia menjaga salah satu tradisi unik yang tidak ditemukan di suku lain. Namanya “Marakka Bola” atau yang dikenal sebagai tradisi angkat rumah. Ritual ini bukan sekadar memindahkan rumah, tetapi juga bentuk gotong royong, syukur, dan pelestarian nilai budaya leluhur.
Apa Itu Marakka Bola?
Marakka Bola secara harfiah berarti “mengangkat rumah”. Tradisi ini dilakukan ketika pemilik rumah ingin memindahkan rumah panggung kayu khas Bugis ke lokasi baru. Rumah Bugis memang sengaja dibangun dengan konstruksi bongkar pasang tanpa paku. Tiang, balok, dan papan hanya diikat dengan pasak kayu sehingga bisa dilepas dan dipasang kembali.
Proses Pengangkatan Ratusan Orang
Yang membuat Marakka Bola istimewa adalah caranya. Satu rumah utuh diangkat bersama-sama oleh ratusan orang. Pertama, rumah dikerek agar lepas dari tiangnya. Lalu di bawah rumah dipasang batang bambu atau kayu panjang sebagai pengusung. Dengan aba-aba dari “Pangulu” atau pemimpin, semua orang mengangkat dan berjalan bersama membawa rumah itu berjalan ratusan meter, bahkan beberapa kilometer.
Makna Filosofis dan Sosial
Bagi orang Bugis, Marakka Bola bukan pekerjaan berat. Ini adalah pesta sosial. Ada 3 makna utama:
- Gotong Royong: Memperkuat ikatan persaudaraan. Yang diangkat rumah satu orang, tapi yang bekerja satu kampung.
- Syukur: Biasanya diiringi doa dan pembacaan barzanji. Rumah baru = rezeki baru.
- Pelestarian: Menjaga arsitektur rumah Bugis agar tidak punah digantikan rumah beton.
Hanya Ada di Suku Bugis
Hingga sekarang, tradisi angkat rumah secara utuh seperti Marakka Bola hanya ada di Suku Bugis. Suku lain di Nusantara juga punya rumah panggung, tapi tidak memindahkan rumahnya dalam keadaan utuh bersama-sama. Keunikan inilah yang membuat Marakka Bola sering jadi perhatian wisatawan dan peneliti budaya.
Masih Dilestarikan Hingga sekarang
Di Kabupaten Bone, Wajo, Soppeng, dan Sidrap, Marakka Bola masih sering digelar. Bahkan kini dijadikan atraksi wisata budaya. Pemerintah daerah dan budayawan terus mendorong generasi muda Bugis untuk ikut serta, agar nilai _sipakatau, sipakalebbi, sipakainge_ tetap hidup.
Tradisi Marakka Bola adalah bukti bahwa rumah bagi orang Bugis bukan hanya tempat tinggal. Rumah adalah identitas, sejarah, dan simbol kebersamaan yang pantas diangkat dan dijaga bersama.(MM#).










