Tradisi Marakka Bola: Angkat Rumah Adat Bugis yang Hanya Ada di Suku Bugis

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Marakka Bola: Angkat Rumah Adat Bugis yang Hanya Ada di Suku Bugis(Foto:Ednis.id)

Tradisi Marakka Bola: Angkat Rumah Adat Bugis yang Hanya Ada di Suku Bugis(Foto:Ednis.id)

Qixiobuzz.com – SULAWESI  SELATAN. Di tengah modernisasi, masyarakat Suku Bugis masih setia menjaga salah satu tradisi unik yang tidak ditemukan di suku lain. Namanya “Marakka Bola” atau yang dikenal sebagai tradisi angkat rumah. Ritual ini bukan sekadar memindahkan rumah, tetapi juga bentuk gotong royong, syukur, dan pelestarian nilai budaya leluhur.

Apa Itu Marakka Bola?

Marakka Bola secara harfiah berarti “mengangkat rumah”. Tradisi ini dilakukan ketika pemilik rumah ingin memindahkan rumah panggung kayu khas Bugis ke lokasi baru. Rumah Bugis memang sengaja dibangun dengan konstruksi bongkar pasang tanpa paku. Tiang, balok, dan papan hanya diikat dengan pasak kayu sehingga bisa dilepas dan dipasang kembali.

Proses Pengangkatan Ratusan Orang

Yang membuat Marakka Bola istimewa adalah caranya. Satu rumah utuh diangkat bersama-sama oleh ratusan orang. Pertama, rumah dikerek agar lepas dari tiangnya. Lalu di bawah rumah dipasang batang bambu atau kayu panjang sebagai pengusung. Dengan aba-aba dari “Pangulu” atau pemimpin, semua orang mengangkat dan berjalan bersama membawa rumah itu berjalan ratusan meter, bahkan beberapa kilometer.

Baca Juga :  Suku Tertua di Indonesia: Jejak Peradaban Nusantara yang masih Hidup

Makna Filosofis dan Sosial

Bagi orang Bugis, Marakka Bola bukan pekerjaan berat. Ini adalah pesta sosial. Ada 3 makna utama:

  1. Gotong Royong: Memperkuat ikatan persaudaraan. Yang diangkat rumah satu orang, tapi yang bekerja satu kampung.
  2. Syukur: Biasanya diiringi doa dan pembacaan barzanji. Rumah baru = rezeki baru.
  3. Pelestarian: Menjaga arsitektur rumah Bugis agar tidak punah digantikan rumah beton.

Hanya Ada di Suku Bugis

Baca Juga :  Sari: Keanggunan Pakaian Tradisional India yang Tak Lekang Waktu

Hingga sekarang, tradisi angkat rumah secara utuh seperti Marakka Bola hanya ada di Suku Bugis. Suku lain di Nusantara juga punya rumah panggung, tapi tidak memindahkan rumahnya dalam keadaan utuh bersama-sama. Keunikan inilah yang membuat Marakka Bola sering jadi perhatian wisatawan dan peneliti budaya.

Masih Dilestarikan Hingga sekarang

Di Kabupaten Bone, Wajo, Soppeng, dan Sidrap, Marakka Bola masih sering digelar. Bahkan kini dijadikan atraksi wisata budaya. Pemerintah daerah dan budayawan terus mendorong generasi muda Bugis untuk ikut serta, agar nilai _sipakatau, sipakalebbi, sipakainge_ tetap hidup.

Tradisi Marakka Bola adalah bukti bahwa rumah bagi orang Bugis bukan hanya tempat tinggal. Rumah adalah identitas, sejarah, dan simbol kebersamaan yang pantas diangkat dan dijaga bersama.(MM#).

Berita Terkait

APAKAH SPESIES DINOSAURUS DAN MANUSIA PERNAH HIDUP BERDAMPINGAN DALAM SEJARAH BUMI?
RAJA DJOSER SANG ARSITEK PERTAMA PIRAMIDA – 2700 SM
SUKU ASLI AUSTRALIA: ANTARA PERAYAAN BUDAYA DAN TANTANGAN DISKRIMINASI
MAJAPAHIT 1405 M – AWAL PERANG SAUDARA PAREGREG
COMMODOUS (180-192 M) – KAISAR GLADIATOR YANG AKHIRI MASA KEEMASAN ROMAWI
PABRIK DAN MEREK ROKOK PERTAMA DI INDONESIA, LAHIR DARI KUDUS
Pewaris Kerajaan Alam Djamboe Lipo Gelar Pelepasan Rajo Manjalani Rantau dan Anugerahkan Gelar Adat untuk Kerabat Malaysia
Pencak Silat: Olahraga Bela Diri Asli Indonesia yang Mendunia
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 13:59 WIB

APAKAH SPESIES DINOSAURUS DAN MANUSIA PERNAH HIDUP BERDAMPINGAN DALAM SEJARAH BUMI?

Kamis, 24 September 2026 - 13:24 WIB

RAJA DJOSER SANG ARSITEK PERTAMA PIRAMIDA – 2700 SM

Rabu, 23 September 2026 - 15:32 WIB

SUKU ASLI AUSTRALIA: ANTARA PERAYAAN BUDAYA DAN TANTANGAN DISKRIMINASI

Selasa, 22 September 2026 - 14:30 WIB

MAJAPAHIT 1405 M – AWAL PERANG SAUDARA PAREGREG

Selasa, 22 September 2026 - 09:27 WIB

COMMODOUS (180-192 M) – KAISAR GLADIATOR YANG AKHIRI MASA KEEMASAN ROMAWI

Berita Terbaru

PULAU-PULAU INDONESIA: DULUNYA  APAKAH SATU DARATAN( Zona Priangan )

Sejarah

PULAU-PULAU INDONESIA: DULUNYA APAKAH SATU DARATAN?

Sabtu, 26 Sep 2026 - 17:42 WIB

GURUH SOEKARNOPUTRA, SANG SWARA MAHARDIKA TUTUP USIA(Foto:SINDO News)

Agama

GURUH SOEKARNOPUTRA, SANG SWARA MAHARDIKA TUTUP USIA

Sabtu, 26 Sep 2026 - 15:09 WIB