Jembatan Ampera Palembang: Ikon Sumsel.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan Ampera masih berdiri megah membelah Sungai Musi( Foto:kkjtj.pu)

Jembatan Ampera masih berdiri megah membelah Sungai Musi( Foto:kkjtj.pu)

Qixiobuzz.com – PALEMBANG.Jembatan Ampera masih berdiri megah membelah Sungai Musi hingga hari ini. Jembatan yang namanya merupakan singkatan dari “Amanat Penderitaan Rakyat” ini bukan hanya penghubung dua wilayah Palembang, tetapi juga simbol sejarah dan kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.

Peletakan Batu Pertama 10 April 1962

Pembangunan Jembatan Ampera dimulai pada 10 April 1962* di era Presiden Soekarno. Proyek raksasa ini dikerjakan oleh perusahaan Jepang, Fujita Corporation, dengan dana bantuan dari pemerintah Jepang sebagai ganti rugi perang. Saat itu Palembang hanya terhubung oleh kapal feri untuk menyeberangi Sungai Musi.

Diresmikan 10 November 1965 oleh Presiden Soekarno

Setelah 3,5 tahun pengerjaan, Jembatan Ampera akhirnya diresmikan pada 10 November 1965* oleh *Presiden Soekarno. Nama “Ampera” dipilih sebagai singkatan dari _Amanat Penderitaan Rakyat_, selaras dengan semangat perjuangan bangsa saat itu. Kehadirannya langsung mengubah wajah Palembang dan perekonomian Sumsel.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Indofood 2026 Resmi Dibuka, Lulusan SMA dan SMK Bisa Langsung Daftar

Desain Unik dengan Sistem Angkat

Jembatan Ampera memiliki panjang 1.177 meter dan tinggi 63 meter. Ciri khasnya adalah dua menara setinggi 73 meter dengan sistem pengangkat atau _lift span_ di tengah. Dulu bagian tengah jembatan bisa diangkat setinggi 30 meter untuk memberi jalan kapal besar melintas. Kini sistem itu sudah tidak difungsikan lagi.

Dari Penghubung Menjadi Ikon Wisata

Baca Juga :  Busana Tradisional Merupakan Cerminan Identitas Suatu Bangsa

Awalnya dibangun untuk memperlancar transportasi dan distribusi barang. Namun seiring waktu, Ampera menjelma menjadi ikon wisata Palembang. Lampu warna-warni di malam hari, pemandangan Sungai Musi, serta Benteng Kuto Besak di sisi seberang membuat Ampera selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Saksi Sejarah hingga sekarang

Lebih dari 60 tahun berdiri, Jembatan Ampera telah menjadi saksi berbagai peristiwa besar di Palembang, mulai dari PON, Asian Games 2018, hingga perayaan hari besar nasional. Pemerintah Kota Palembang terus melakukan perawatan agar struktur dan keindahan jembatan tetap terjaga. Ampera bukan sekadar jembatan, ia adalah “jantung” dan kebanggaan warga Palembang.(MM#).

Berita Terkait

Wayang Kulit warisan budaya Indonesia yang paling terkenal.
Klenteng Hok Tek: Pertama dan Tertua di Provinsi Jambi
Sejumlah Kepala Daerah di Wilayah Regional Sumatera, menerima Apresiasi Penghargaan Dari Kementerian Dalam Negeri
Meriahkan HUT Ke-81 RI, MATAKIN Jambi dan Kelenteng Hok Kheng Tong Gelar Upacara Bendera serta Lomba Rakyat
Masjid Istiqlal: Masjid Terbesar di Asia Tenggara Karya Anak Bangsa Friedrich Silaban
Rohana Kudus, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia dari Nagari Koto Gadang
Pers Pertama di Indonesia Courant Dimulai dari Padang Tahun 1859
Presiden Prabowo Resmikan 20.000 Unit MOLINAS, Perkuat Industri Motor Listrik Nasional
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Wayang Kulit warisan budaya Indonesia yang paling terkenal.

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Klenteng Hok Tek: Pertama dan Tertua di Provinsi Jambi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Sejumlah Kepala Daerah di Wilayah Regional Sumatera, menerima Apresiasi Penghargaan Dari Kementerian Dalam Negeri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Jembatan Ampera Palembang: Ikon Sumsel.

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Masjid Istiqlal: Masjid Terbesar di Asia Tenggara Karya Anak Bangsa Friedrich Silaban

Berita Terbaru

Wayang kulit memiliki sejarah yang panjang di Indonesia.(Foto:Swindu Indonesia)

Budaya

Wayang Kulit warisan budaya Indonesia yang paling terkenal.

Minggu, 16 Agu 2026 - 20:48 WIB

Klenteng Tuo Kong Bio: Klenteng Pertama dan Tertua di Provinsi Jambi(Foto:Liputan6)

Agama

Klenteng Hok Tek: Pertama dan Tertua di Provinsi Jambi

Minggu, 16 Agu 2026 - 12:23 WIB

Bawang putih dikenal luas sebagai bumbu dapur(Foto:Hobi Ternak)

Kesehatan

Manfaat Bawang Putih, Obat Mujarab

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:55 WIB

5 Jembatan Terpanjang di Dunia (Foto:BBC.News Indonesia)

Internasional

5 Jembatan Terpanjang di Dunia

Sabtu, 15 Agu 2026 - 18:20 WIB