Qixiobuzz.com – PALEMBANG.Jembatan Ampera masih berdiri megah membelah Sungai Musi hingga hari ini. Jembatan yang namanya merupakan singkatan dari “Amanat Penderitaan Rakyat” ini bukan hanya penghubung dua wilayah Palembang, tetapi juga simbol sejarah dan kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.
Peletakan Batu Pertama 10 April 1962
Pembangunan Jembatan Ampera dimulai pada 10 April 1962* di era Presiden Soekarno. Proyek raksasa ini dikerjakan oleh perusahaan Jepang, Fujita Corporation, dengan dana bantuan dari pemerintah Jepang sebagai ganti rugi perang. Saat itu Palembang hanya terhubung oleh kapal feri untuk menyeberangi Sungai Musi.
Diresmikan 10 November 1965 oleh Presiden Soekarno
Setelah 3,5 tahun pengerjaan, Jembatan Ampera akhirnya diresmikan pada 10 November 1965* oleh *Presiden Soekarno. Nama “Ampera” dipilih sebagai singkatan dari _Amanat Penderitaan Rakyat_, selaras dengan semangat perjuangan bangsa saat itu. Kehadirannya langsung mengubah wajah Palembang dan perekonomian Sumsel.
Desain Unik dengan Sistem Angkat
Jembatan Ampera memiliki panjang 1.177 meter dan tinggi 63 meter. Ciri khasnya adalah dua menara setinggi 73 meter dengan sistem pengangkat atau _lift span_ di tengah. Dulu bagian tengah jembatan bisa diangkat setinggi 30 meter untuk memberi jalan kapal besar melintas. Kini sistem itu sudah tidak difungsikan lagi.
Dari Penghubung Menjadi Ikon Wisata
Awalnya dibangun untuk memperlancar transportasi dan distribusi barang. Namun seiring waktu, Ampera menjelma menjadi ikon wisata Palembang. Lampu warna-warni di malam hari, pemandangan Sungai Musi, serta Benteng Kuto Besak di sisi seberang membuat Ampera selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Saksi Sejarah hingga sekarang
Lebih dari 60 tahun berdiri, Jembatan Ampera telah menjadi saksi berbagai peristiwa besar di Palembang, mulai dari PON, Asian Games 2018, hingga perayaan hari besar nasional. Pemerintah Kota Palembang terus melakukan perawatan agar struktur dan keindahan jembatan tetap terjaga. Ampera bukan sekadar jembatan, ia adalah “jantung” dan kebanggaan warga Palembang.(MM#).










