Qixiobuzz.com – PADANG. Jauh sebelum media online dan televisi, dunia pers Indonesia dimulai dari Sumatra Barat. Sumatra Courant tercatat sebagai surat kabar pertama di Indonesia yang terbit pada tahun 1859 di Kota Padang, Sumatra Barat. Kehadirannya menandai awal mula sejarah jurnalisme di Nusantara.
Surat kabar ini didirikan oleh Louis Numa Hipolite Arthur Chatelin, seorang warga negara Belanda yang tinggal di Padang. Pada masa itu Padang merupakan pusat perdagangan penting di pantai barat Sumatra. Chatelin melihat kebutuhan akan media informasi bagi masyarakat Eropa dan bangsawan pribumi. Karena itu ia menerbitkan Sumatra Courant yang awalnya berbahasa Belanda.
Isi Sumatra Courant pada masa awal didominasi berita perdagangan, pengumuman pemerintah Hindia Belanda, jadwal kapal, harga komoditas, dan berita dari Eropa. Distribusinya terbatas dan pembacanya sebagian besar adalah pejabat kolonial, pedagang Belanda, serta kalangan elite pribumi yang melek huruf. Meski demikian, kehadiran koran ini membuka jalan bagi lahirnya pers di daerah lain.
Seiring waktu, kemunculan Sumatra Courant menginspirasi lahirnya surat kabar pribumi. Tahun 1907 terbit *Oetoesan Melajoe* di Padang, yang menjadi salah satu koran berbahasa Melayu pertama milik orang Indonesia. Dari sinilah pers nasional mulai tumbuh sebagai alat perjuangan dan penyebar ide kemerdekaan.
Kini nama Sumatra Courant diabadikan sebagai bagian penting sejarah pers Indonesia. Meski hanya bertahan beberapa tahun, koran pertama ini menjadi bukti bahwa geliat media massa di Nusantara justru dimulai dari Padang, Sumatra Barat, bukan dari Batavia. Warisan ini hingga kini dikenang sebagai tonggak awal kebebasan pers di Indonesia.(MM#).










