Raden Hamzah: Pejuang Sejati, Panglima Perang Kesultanan Jambi.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Raden Hamzah: Pejuang Sejati, Panglima Perang Kesultanan Jambi
(Foto: ils/Dok.mahmud)

Raden Hamzah: Pejuang Sejati, Panglima Perang Kesultanan Jambi (Foto: ils/Dok.mahmud)

Qixiobuzz.com – JAMBI. Raden Hamzah adalah nama yang tak lekang oleh waktu di bumi Jambi. Ia bukan hanya seorang panglima perang,tokoh pejuang paling berpengaruh pada masanya, ia di kenal gigih melawan penjajahan Belanda. Suaranya sangat di dengar dalam setiap keputusan perang dan perundingan, ia mampuh menyatukan para depati, marga, hulubalang dan rakyat Jambi untuk satu tujuan, mempertahankan kedaulatan. Keahliannya dalam strategi perang gerilya di hutan bersama suku anak dalam dan rakyat setempat ikut membantu dengan menyediakan logistik dan informasi.  Raden Hamzah menjadi sosok yang namanya tercatat dalam berbagai arsip dan artikel Belanda. Ia juga sebagai keturunan darah biru yang memilih berjuang melakukan perlawanan,  demi mempertahankan tanah kelahirannya.

Garis Keturunan Pejuang: Dari Pangeran Natadilaga ke Pangeran Ojoet

Raden Hamzah lahir 1868 di Istana Kesultanan Pijoan Muaro Jambi dari keluarga bangsawan. Ayahnya adalah Pangeran Ojoet, seorang pejuang yang juga tercatat dalam sejarah perlawanan Jambi. Pangeran Ojoet sendiri adalah putra dari Pangeran Natadilaga, Raja Pijoan. Dengan garis keturunan ini, Raden Hamzah mewarisi semangat dan tanggung jawab untuk menjaga marwah Kesultanan Jambi.

Baca Juga :  Mengenal Taoisme, Salah Satu Agama Tertua di Dunia yang Lahir 2.500 Tahun Lalu

Sebagai Panglima Perang Huluan Jambi

Karena keberanian dan kecakapannya, Raden Hamzah diangkat langsung oleh Sultan Thaha Syaifuddin  sebagai Panglima Perang. Ia diberi tugas berat: memimpin perjuangan di wilayah Huluan Jambi atau daerah hulu Batanghari, Merangin,Muaro Tebo, Muaro Bungo hingga batasan Kerici. Di wilayah inilah perlawanan paling sengit terjadi karena menjadi jalur masuk pasukan Belanda dari pedalaman Sumatera.

Gugur 1906 dalam Pertempuran Besar di Kabupaten Bungo

Puncak perjuangan Raden Hamzah terjadi pada tahun 1906. Dalam sebuah pertempuran besar di wilayah Kabupaten Bungo, pasukan Raden Hamzah menghadang ekspedisi Belanda. Pertempuran berlangsung sengit. Di tengah mempertahankan tanah Negeri Jambi, Raden Hamzah gugur sebagai syuhada. Kehilangan beliau menjadi pukulan besar bagi barisan pejuang Jambi.

Dimakamkan di Lubuk Mengkuang dan Jadi Situs Cagar Budaya

Jasad Raden Hamzah kemudian dimakamkan di Dusun tuo Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo. Untuk mengenang jasa beliau. Kisah kepahlawanannya. Makam ini oleh Pemerintah, budayawan dan masyarakat setempat ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya.dan destinasi wisata sejarah dan edukasi. Batu nisan tua di lokasi makam menjadi bukti sejarah yang masih bisa disentuh langsung.

Baca Juga :  Tragedi Tenggelamnya Kapal KM Van der Wijck: 20 Oktober 1936.

Bagi generasi sekarang, Raden Hamzah adalah “sang pejuang sejati” Ia membuktikan bahwa darah biru bukan untuk kemewahan, tapi untuk mengabdi dan berkorban. Kisahnya mengajarkan tentang cinta tanah air, dan keberanian melawan penjajah. Mengenal Raden Hamzah berarti mengenal jati diri orang Jambi yang tidak pernah tunduk pada penjajah.

Raden Hamzah telah mengorbankan waktu, tenaga, dan nyawa berjuang demi mempertahankan kedaulatan negeri ini. Jasanya patut kita hormati dan Negara wajib memberikan gelar kehormatan, sebagai Pahlawan Nasional. Agar anak cucu Jambi tidak lupa: di tanah ini pernah berdiri seorang panglima yang gugur demi kehormatan mempertahankan tanah negeri ini dengan darah dan keringat untuk kemerdekaan. (MM#)..

Berita Terkait

PULAU-PULAU INDONESIA: DULUNYA APAKAH SATU DARATAN?
APAKAH SPESIES DINOSAURUS DAN MANUSIA PERNAH HIDUP BERDAMPINGAN DALAM SEJARAH BUMI?
RAJA DJOSER SANG ARSITEK PERTAMA PIRAMIDA – 2700 SM
INDONESIA RESMI PUNYA KAPAL INDUK PERTAMA – KRI SRIWIJAYA-100 DILUNCURKAN
SUKU ASLI AUSTRALIA: ANTARA PERAYAAN BUDAYA DAN TANTANGAN DISKRIMINASI
KENAPA MEREK GUDANG GARAM ISINYA ROKOK,BUKAN GARAM?
MAJAPAHIT 1405 M – AWAL PERANG SAUDARA PAREGREG
COMMODOUS (180-192 M) – KAISAR GLADIATOR YANG AKHIRI MASA KEEMASAN ROMAWI
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 17:42 WIB

PULAU-PULAU INDONESIA: DULUNYA APAKAH SATU DARATAN?

Jumat, 25 September 2026 - 13:59 WIB

APAKAH SPESIES DINOSAURUS DAN MANUSIA PERNAH HIDUP BERDAMPINGAN DALAM SEJARAH BUMI?

Kamis, 24 September 2026 - 13:24 WIB

RAJA DJOSER SANG ARSITEK PERTAMA PIRAMIDA – 2700 SM

Kamis, 24 September 2026 - 08:59 WIB

INDONESIA RESMI PUNYA KAPAL INDUK PERTAMA – KRI SRIWIJAYA-100 DILUNCURKAN

Rabu, 23 September 2026 - 15:32 WIB

SUKU ASLI AUSTRALIA: ANTARA PERAYAAN BUDAYA DAN TANTANGAN DISKRIMINASI

Berita Terbaru

PULAU-PULAU INDONESIA: DULUNYA  APAKAH SATU DARATAN( Zona Priangan )

Sejarah

PULAU-PULAU INDONESIA: DULUNYA APAKAH SATU DARATAN?

Sabtu, 26 Sep 2026 - 17:42 WIB

GURUH SOEKARNOPUTRA, SANG SWARA MAHARDIKA TUTUP USIA(Foto:SINDO News)

Agama

GURUH SOEKARNOPUTRA, SANG SWARA MAHARDIKA TUTUP USIA

Sabtu, 26 Sep 2026 - 15:09 WIB