Qixiobuzz.com – London – Selasa, 27 Oktober 2026. Dokter senior atau konsultan rumah sakit di Inggris berencana melakukan mogok kerja dua hari pada 25 dan 26 November 2026. Aksi ini dipicu kekecewaan terhadap usulan kenaikan gaji dari pemerintah yang dinilai jauh di bawah inflasi.
Pengumuman mogok disampaikan oleh British Medical Association (BMA) pada Senin (26/10) kemarin.
Usulan Naik 2,4%, BMA Sebut Pemotongan Gaji
Sengketa ini berakar dari usulan pemerintah Inggris untuk kenaikan gaji 2,4% bagi dokter untuk tahun anggaran 2027/2028.
BMA menyebut usulan tersebut sebagai “pemotongan gaji riil yang signifikan dengan semua ukuran inflasi saat ini”. BMA mencatat, dokter senior telah mengalami penurunan gaji riil sebesar 25% selama 17 tahun terakhir.
Sebagai perbandingan, inflasi CPI Inggris pada September tercatat 3,5%, sehingga kenaikan 2,4% dinilai tidak masuk akal.
Pemerintah sendiri dalam dokumennya tertanggal 19 Oktober menyebut rencana kenaikan 2,4% itu tidak harus mengorbankan komitmen kesehatan utama pemerintah.
Mogok 2 Hari dengan Layanan Darurat Saja
Aksi mogok akan dimulai pukul 06.59 GMT pada 25 November dan berakhir 06.59 GMT pada 27 November. Selama mogok, para konsultan hanya akan menangani layanan gawat darurat saja.
Sistem ini disebut sebagai “cakupan Hari Natal”, di mana rumah sakit hanya fokus pada kasus mendesak dan mengancam nyawa. Akibatnya, layanan rutin dan terjadwal seperti operasi elektif, janji temu klinik, dan pemeriksaan terjadwal dipastikan akan terganggu berat.
Aksi ini menjadi bagian terbaru dari gelombang perselisihan gaji dan kondisi kerja di NHS yang telah memicu lebih dari selusin aksi mogok sejak 2023.
Tuntutan Bukan Hanya Gaji
BMA menyebut, selain gaji, para konsultan juga menuntut:
– Pemotongan jam kerja standar dari 40 jam menjadi 35 jam per minggu
– Kenaikan bayaran untuk kerja di luar jam kerja
– Fleksibilitas pensiun yang lebih baik
– Waktu khusus yang terlindungi untuk melatih dokter junior dan riset
BMA berargumen gaji pokok konsultan yang saat ini mulai dari £113.500 hingga £150.500 per tahun itu tidak sebanding dengan beban kerja dan penurunan daya beli selama bertahun-tahun.
Pemerintah Kecewa, Pintu Negosiasi Masih Terbuka
Menteri Kesehatan Inggris, Yvette Cooper, menyebut keputusan BMA ini “sangat mengecewakan” karena menurutnya diskusi antara kementerian, NHS, dan BMA selama ini berjalan konstruktif.
“Saya berharap BMA akan tetap bersatu dengan kami dalam upaya itu, dan tidak mengambil tindakan yang tidak bertanggung jawab yang akan menekan layanan kesehatan kita lebih berat lagi di saat yang genting ini,” kata Cooper.
BMA sendiri menegaskan, mogok masih bisa dibatalkan jika menteri kesehatan bersedia berkomitmen pada *negosiasi formal yang didanai penuh soal gaji dan kondisi kerja.
Hingga berita ini ditulis, pemerintah belum menanggapi lebih lanjut soal rencana mogok tersebut. Jika jadi terlaksana, ini akan menjadi salah satu gangguan terbesar bagi NHS yang sudah bersiap menghadapi tekanan musim dingin.(MM#).










