Qixiobuzz.com – JAKARTA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,9 yang mengguncang wilayah Nagqu, China, Kamis (22/10/2026) malam, tidak berdampak dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami di Indonesia.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut nihil ancaman tsunami bagi Indonesia.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia,” ujar Wijayanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Episentrum di Darat Jadi Kunci
BMKG mencatat gempa terjadi pada Kamis (22/10/2026) pukul 21.33.39 WIB. Episentrum berada di darat pada koordinat 32,36 derajat Lintang Utara dan 93,74 derajat Bujur Timur.
Titik pusat guncangan berjarak sekitar 183 kilometer arah timur laut Nagqu, China, dengan kedalaman hiposenter 10 kilometer.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyimpulkan gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas penyesaran di zona graben Dataran Tinggi Tibet.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau sesar normal.
“Tsunami umumnya dipicu oleh pergerakan vertikal dasar laut yang signifikan. Karena episentrumnya berada di darat dan berjarak ribuan kilometer dari perairan Indonesia, gempa ini secara otomatis tidak memiliki kapasitas untuk mentransfer energi yang cukup untuk menghasilkan tsunami di wilayah kita,” jelas Wijayanto.
Belum Ada Gempa Susulan
Hingga pukul 22.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan di lokasi tersebut.
Perlu diketahui, gempa yang sama dilaporkan berkekuatan M 7,0 oleh China Earthquake Networks Center (CENC) dan USGS. Perbedaan angka magnitudo ini wajar karena perbedaan metode analisis antar lembaga.
Gempa yang disebut sebagai gempa terkuat di China sejak Januari 2024 ini dilaporkan menimbulkan korban di lokasi pusat gempa. Laporan kantor berita Xinhua menyebut 16 orang meninggal dunia, 32 orang terluka, dan lebih dari 300 rumah runtuh.
BMKG Imbau Warga Tenang
BMKG mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak mudah terhasut isu simpang siur yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat diminta untuk selalu memastikan informasi resmi terkait gempa bumi dan tsunami hanya bersumber dari kanal resmi BMKG, melalui akun media sosial @infoBMKG, portal http://www.bmkg.go.id, atau aplikasi resmi BMKG.
BMKG akan terus melakukan pemantauan dan menginformasikan perkembangan terbaru terkait peristiwa ini.(MM#)










