Qixiobuzz.com – JAMBI. Nama Dharmakirti kembali mencuat setelah diresmikannya Museum Sriwijaya Dharmakirti di Kompleks Percandian Muaro Jambi. Ia dikenal sebagai salah satu mahaguru Buddha terbesar yang berasal dari Kerajaan Sriwijaya. Dalam berbagai literatur sejarah, Dharmakirti juga disebut dengan nama Serlingpa Dharmakirti atau Suvarnadvipi Dharmakirti.
Dharmakirti hidup sekitar abad ke-10 hingga ke-11 Masehi. Ia merupakan cendekiawan dan guru besar aliran Buddha Mahayana-Vajrayana yang sangat dihormati di dunia Buddha Asia. Gelar “Suvarnadvipi” berarti “dari Pulau Emas”, merujuk pada Sumatra yang saat itu menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya. Dari tanah Sriwijayalah Dharmakirti menyebarkan ajaran dan menempa banyak murid.
Yang menarik, Dharmakirti masih termasuk dalam silsilah Dinasti Syailendra, dinasti yang membangun Candi Borobudur di Jawa Tengah. Keterkaitan ini menunjukkan betapa eratnya hubungan spiritual dan budaya antara pusat-pusat peradaban Buddha di Nusantara. Sriwijaya sebagai pusat studi dan Syailendra sebagai pusat seni religi saling menguatkan dalam menyebarkan Dharma ke seluruh Asia.
Salah satu murid paling terkenal Dharmakirti adalah Atisha Dipamkara Srijnana, seorang mahaguru dari India yang kemudian menyebarkan ajaran Buddha ke Tibet. Selama 12 tahun, Atisha belajar langsung di bawah bimbingan Dharmakirti di Sriwijaya. Dari sinilah ajaran dan metode pendidikan Buddha Sriwijaya menyebar hingga ke Himalaya dan Asia Timur, menjadikan Sumatra sebagai “universitas Buddha” dunia pada masanya.
Kini, melalui Museum Sriwijaya Dharmakirti di Muaro Jambi, warisan pemikiran dan jejak spiritual Dharmakirti dihidupkan kembali. Kehadiran museum diharapkan menjadi pusat kajian, ziarah budaya, dan kebanggaan bagi masyarakat Jambi serta Indonesia. Nama Dharmakirti adalah bukti bahwa Nusantara pernah menjadi mercusuar peradaban dan ilmu pengetahuan dunia. (MM#)










