Dolar AS Sentuh Rp18.000, Harga Bahan Pokok Terancam Naik? Menkeu dan BI Siapkan Langkah Darurat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto; Menteri keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Sumber/Google)

Foto; Menteri keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Sumber/Google)

FINANSIAL- Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memunculkan dampak nyata bagi masyarakat. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi sektor keuangan dan investasi, tetapi juga mulai menyentuh kebutuhan sehari-hari, termasuk usaha kecil seperti pedagang tahu dan tempe.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kondisi tersebut saat menghadiri konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Ia menilai pelemahan rupiah hingga mendekati level Rp18.000 per dolar AS membuat biaya produksi pelaku usaha berbasis bahan impor semakin berat.

Harga Kedelai Impor Tekan Pedagang Tahu dan Tempe

Kedelai menjadi salah satu komoditas yang paling sensitif terhadap pergerakan dolar AS karena Indonesia masih mengandalkan pasokan impor untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya pembelian kedelai otomatis meningkat. Dampaknya langsung terasa bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil yang bergantung pada bahan baku tersebut.

Menurut Purbaya, banyak pelaku usaha kini menghadapi dua pilihan sulit: mengurangi margin keuntungan atau menaikkan harga jual kepada konsumen.

Situasi ini mulai menekan rantai ekonomi kecil. Jika kondisi berlangsung lama, daya beli masyarakat juga berpotensi ikut melemah karena harga pangan berbasis kedelai mengalami penyesuaian.

Selain pedagang tahu dan tempe, tekanan biaya produksi juga berpotensi menjalar ke sektor makanan olahan, peternakan, hingga industri rumahan yang menggunakan bahan impor.

Rupiah Lemah Bukan Sekadar Angka, Ini Efeknya ke Rumah Tangga

Pelemahan mata uang nasional biasanya menciptakan efek berantai terhadap aktivitas ekonomi domestik.

Ketika dolar AS menguat, harga barang impor ikut naik. Indonesia masih mengimpor berbagai kebutuhan penting seperti bahan baku industri, pangan, hingga energi.

Akibatnya, masyarakat dapat merasakan tekanan melalui:

  • Harga bahan pangan yang meningkat
  • Ongkos produksi usaha kecil bertambah
  • Inflasi berpotensi naik
  • Daya beli rumah tangga menurun
  • Biaya distribusi dan logistik meningkat

Purbaya menyebut pemerintah ingin memastikan stabilitas kurs tetap terjaga agar tekanan terhadap rumah tangga tidak semakin besar.

Ia juga menegaskan bahwa stabilitas rupiah memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok menengah dan pelaku usaha kecil.

Baca Juga :  Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Harga BBM hingga Cicilan Terancam Naik, Ini Penyebabnya

Pemerintah dan Bank Indonesia Perkuat Koordinasi

Untuk meredam tekanan pasar, pemerintah memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia.

Purbaya menjelaskan bahwa sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi fokus utama agar pasar kembali percaya terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Koordinasi tersebut juga dibahas bersama DPR dalam agenda rapat ekonomi yang berlangsung pada hari yang sama.

Pemerintah berharap sinergi kebijakan dapat menciptakan stabilitas yang lebih kuat sehingga tekanan terhadap nilai tukar tidak berlanjut.

Stabilitas pasar keuangan saat ini menjadi faktor penting karena investor global masih menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia, termasuk arah suku bunga global dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Strategi BI Menarik Modal Asing Kembali Masuk

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan dua strategi utama untuk membantu menjaga stabilitas rupiah.

1. Menaikkan Imbal Hasil Instrumen Rupiah

Bank Indonesia akan meningkatkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) bersamaan dengan penyesuaian Surat Berharga Negara (SBN).

Kebijakan ini bertujuan menarik kembali aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia.

Ketika investor memperoleh imbal hasil lebih tinggi, minat terhadap aset rupiah biasanya ikut meningkat.

Arus modal masuk yang lebih besar dapat membantu memperkuat nilai tukar.

2. Menambah Remunerasi Dana Pemerintah di BI

Langkah kedua berupa peningkatan remunerasi terhadap dana pemerintah yang tersimpan di rekening Bank Indonesia.

Kebijakan tersebut bertujuan membantu mengurangi tekanan fiskal akibat kenaikan biaya bunga utang pemerintah.

Dengan skema ini, pemerintah berharap beban pembiayaan tetap terkendali meski pasar obligasi menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Mengapa Level Rp18.000 Sangat Sensitif?

Angka Rp18.000 per dolar AS memiliki dampak psikologis yang besar bagi pasar.

Level tersebut sering dianggap sebagai batas yang dapat memengaruhi:

  • Sentimen investor
  • Harga barang impor
  • Ekspektasi inflasi
  • Keputusan investasi
  • Konsumsi rumah tangga

Ketika pelaku pasar melihat pelemahan berkepanjangan, volatilitas pasar biasanya meningkat.

Karena itu, pemerintah dan bank sentral berusaha menjaga kepercayaan pasar melalui kombinasi kebijakan fiskal dan moneter.

Baca Juga :  Butuh Modal Tanam? Ini Pinjaman Online Khusus Petani Resmi OJK, Limit Sampai Jutaan

Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Dalam jangka pendek, masyarakat kemungkinan mulai merasakan dampak melalui kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok berbasis impor.

Pelaku usaha kecil juga perlu menghadapi biaya operasional yang lebih tinggi.

Namun, arah kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia saat ini berfokus pada stabilisasi agar tekanan tersebut tidak berubah menjadi inflasi yang lebih luas.

Keberhasilan menjaga stabilitas rupiah akan menjadi faktor penting untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Saat ini, perhatian pasar tertuju pada efektivitas koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengembalikan kepercayaan terhadap rupiah di tengah tekanan global yang masih tinggi.(*)

Berita Terkait

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas
Jangan Buang Uang Lama Harganya Bisa Tembus Ratusan Juta
Ikan Hias Arwana Si Naga Air yang Harganya Tembus Ratusan Juta
Asuransi Pendidikan Terbaik di Indonesia 2026, Pilihan Orang Tua untuk Amankan Biaya Sekolah Anak
Cara Daftar wondr by BNI Online 2026 Tanpa ke Bank, Begini Langkah Buka Rekening Digital dan Aktivasi Akun
Investasi Terbaik 2026: Ini Daftar Aset yang Diprediksi Paling Menarik
Pinjol Tanpa Verifikasi Wajah Apakah Aman? Ini Fakta yang Wajib Diketahui
Cara Bayar Shopee Pakai DANA Terbaru 2026 Tanpa Kartu Bank, Begini Trik Mudah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:05 WIB

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:41 WIB

Jangan Buang Uang Lama Harganya Bisa Tembus Ratusan Juta

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:52 WIB

Ikan Hias Arwana Si Naga Air yang Harganya Tembus Ratusan Juta

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:31 WIB

Asuransi Pendidikan Terbaik di Indonesia 2026, Pilihan Orang Tua untuk Amankan Biaya Sekolah Anak

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:31 WIB

Cara Daftar wondr by BNI Online 2026 Tanpa ke Bank, Begini Langkah Buka Rekening Digital dan Aktivasi Akun

Berita Terbaru

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas(foto:diskuk.jabarprov)

Daerah

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas

Senin, 27 Jul 2026 - 17:05 WIB

Ilustrasi - Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang negeri Jambi

Budaya

Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:33 WIB

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan
(Foto:  jatigono-kunir.lumajangkab)

Daerah

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan

Sabtu, 25 Jul 2026 - 18:09 WIB