Qixiobuzz.com – TOKYO. Shintoisme atau Shinto disebut sebagai agama tertua di Jepang dan salah satu tradisi spiritual tertua di dunia. Agama yang tidak memiliki pendiri tunggal dan kitab suci ini telah hidup dan diwariskan masyarakat Jepang selama lebih dari 2.000 tahun, jauh sebelum Buddha dan ajaran lain masuk ke Negeri Sakura.
Lahir dari Kepercayaan Asli Masyarakat Jepang Kuno
Shinto berasal dari kata _Shin_ yang artinya “dewa/kami” dan _To_ yang artinya “jalan”. Jadi Shinto berarti “Jalan Para Dewa”. Agama ini lahir dari kepercayaan animisme masyarakat Jepang kuno yang menyembah alam, roh leluhur, gunung, sungai, pohon, dan matahari. Tidak ada tanggal pasti berdirinya, namun bukti arkeologi menunjukkan praktik Shinto sudah ada sejak periode Yayoi, sekitar 300 SM.
Tidak Ada Pendiri dan Kitab Suci Tertulis
Berbeda dengan agama lain, Shinto tidak memiliki nabi, pendiri, maupun dogma kaku. Ajaran Shinto diturunkan secara lisan dan praktik. Dua kitab tertua yang mencatat mitologi Shinto adalah Kojiki tahun 712 M dan Nihon Shoki tahun 720 M. Isinya tentang penciptaan dunia, para _Kami_ atau dewa, dan asal-usul Kaisar Jepang yang dipercaya keturunan Dewi Matahari Amaterasu.
Ritual dan Kuil: Pusat Kehidupan Umat Shinto
Umat Shinto beribadah di Jinja atau Kuil Shinto. Ciri khasnya ada gerbang Torii berwarna merah di depan kuil. Ritual utamanya adalah pembersihan diri, memberi sesaji, berdoa, dan festival Matsuri. Konsep utama Shinto adalah “kesucian dan harmoni dengan alam”. Umat percaya segala sesuatu di alam memiliki roh _Kami_ yang harus dihormati.
Peran Shinto dalam Budaya dan Negara Jepang
Shinto sangat lekat dengan identitas bangsa Jepang. Upacara kelahiran, pernikahan, pembukaan usaha, hingga doa keselamatan banyak menggunakan tradisi Shinto. Kaisar Jepang juga menjalankan ritual Shinto sebagai kepala spiritual. Setelah Perang Dunia II, Shinto dipisahkan dari negara, namun tetap menjadi bagian budaya yang hidup hingga sekarang.
Shinto di Era Modern
Hingga kini ada sekitar 80.000 kuil Shinto di seluruh Jepang dan jutaan umat. Banyak wisatawan dunia datang untuk melihat keindahan kuil seperti Fushimi Inari di Kyoto dan Meiji Jingu di Tokyo. Shinto membuktikan bahwa agama bisa bertahan ribuan tahun tanpa paksaan, hanya dengan menjaga hubungan manusia, alam, dan leluhur










