Qixiobuzz.com – Indonesia. Kalau sekarang HP sudah jadi “organ tubuh” kedua, 30 tahun lalu barang ini masih barang mewah. Tepatnya di pertengahan tahun 1990-an, handphone mulai masuk dan populer di dunia, termasuk di Indonesia. Masa ini adalah awal dari revolusi komunikasi. Dari yang tadinya hanya bisa dihubungi lewat telepon rumah dan wartel, orang-orang mulai bisa dihubungi “di mana saja, kapan saja”.
Awal Mula HP Populer di Dunia: Tahun 1990 – 1996
Di dunia, HP sudah ada sejak 1983 dengan Motorola DynaTAC. Tapi yang bikin booming adalah pertengahan 90-an karena 3 hal:
Jaringan GSM Masuk: Teknologi GSM 900/1800 mulai dipakai massal di Eropa dan Asia. Sinyal lebih stabil dan biaya lebih murah dari analog.
- Bentuk Makin Kecil: Era “bata” Nokia dan Motorola digantikan HP yang bisa masuk saku.
- Fitur SMS: Tahun 1992 SMS pertama dikirim. Di pertengahan 90-an fitur SMS jadi alasan utama orang beli HP.
Merek yang mendominasi dunia saat itu:
– Nokia: Raja-nya. Seri Nokia 1610, 2110, 5110, 3210 jadi ikon. Kuat, baterai awet, ada game Snake.
– Motorola: Dengan StarTAC 1996 – HP flip pertama di dunia. Simbol orang kaya dan pejabat.
– Ericsson. GH337, T28. Dikenal sinyal kuat dan desain elegan.
– Siemens & Alcatel: Pesaing Eropa yang banyak dipakai di Asia.
Masuk ke Indonesia: 1995 – 1999, Era “HP Sultan”
Di Indonesia, HP baru benar-benar terasa di pertengahan 1995. Tapi belum semua orang bisa punya.
Kenapa baru populer saat itu?
- Operator Seluler Muncul: Satelindo, Telkomsel, dan Indosat mulai bangun jaringan GSM. Sebelumnya cuma ada AMPS/NMT yang mahal.
- Sistem Kartu Halo & Mentari: Tahun 1995 Telkomsel luncurkan “Kartu Halo” pascabayar. Tahun 1998 muncul “Mentari” prabayar. Ini titik baliknya.
- Harga Masih Selangit: 1 unit Nokia 5110 harganya bisa Rp 4 juta – Rp 6 juta. Padahal UMR Jakarta waktu itu belum Rp 500 ribu. Pulsa per menit bisa Rp 500 – Rp 1000 Jadi yang pakai HP waktu itu cuma pejabat, pengusaha, artis, dan sales. Makanya disebut “HP Sultan”.
Merek HP yang paling dicari di Indonesia 1995-1999:
- Nokia*: Nokia 1610, 5110, 3210, 3310 akhir 90-an. Dijuluki “HP sejuta umat” karena bandel.
- Motorola*: StarTAC, MicroTAC. Bentuk flip-nya bikin gaya. Favorit pejabat.
- Ericsson*: GH688, A1018. Banyak dipakai pebisnis karena fitur buku telepon bagus.
- Siemens*: S10, C25. Masuk lewat distributor besar di Jakarta.
Wartel mulai sepi. Ganti nomor jadi gaya-gayaan. “Nanti SMS ya” jadi kalimat baru.
Ciri Khas HP Era Pertengahan 90-an
Kalau kamu lahir 90-an pasti ingat:
– Antena nongol keluar
– Layar monokrom hitam putih
– Baterai bisa 3-5 hari
– Nada dering monophonic “neng neng neng”
– Game Snake jadi hiburan utama
– Belum ada kamera, belum ada internet
Dampaknya ke Indonesia
Masuknya HP di pertengahan 90-an mengubah banyak hal:
- Bisnis jadi lebih cepat: Sales dan pengusaha tidak harus cari wartel.
- Muncul konter HP: Bermunculan toko dan konter di Glodok, ITC, Roxy.
- Budaya Baru: Punya nomor HP dan ganti casing jadi status sosial.
Puncaknya baru terasa tahun 2000-an saat harga HP turun dan ada kartu prabayar murah. Tapi “benih”-nya dimulai di pertengahan 90-an.
Penutup
Dari barang mewah seharga motor, sampai jadi kebutuhan pokok seharga seblak. Perjalanan HP di Indonesia dimulai dari pertengahan tahun 1990-an. Dimulai dari Nokia, Motorola, dan Ericsson yang menemani para “sultan” berkomunikasi.
Dulu punya HP Nokia 5110 itu rasanya seperti punya iPhone 15 Pro sekarang.(MM#).










