KELOMPOK POLITIK TERBESAR EROPA TOLAK 15 MILIAR EURO UNTUK REKONSTRUKSI GAZA

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KELOMPOK POLITIK TERBESAR EROPA TOLAK 15 MILIAR EURO UNTUK REKONSTRUKSI GAZA (Foto: ANTARA News)

KELOMPOK POLITIK TERBESAR EROPA TOLAK 15 MILIAR EURO UNTUK REKONSTRUKSI GAZA (Foto: ANTARA News)

Qixiobuzz.com – Brussel. Kelompok politik terbesar di Parlemen Eropa, European People’s Party (EPP), menolak proposal bantuan rekonstruksi senilai 15 miliar Euro untuk Jalur Gaza tanpa syarat yang ketat.

EPP yang merupakan keluarga politik terbesar di Uni Eropa dengan 188 kursi dan menjadi penentu arah kebijakan Komisi Eropa, menilai pencairan dana jumbo tersebut berisiko tinggi tanpa jaminan reformasi dan keamanan.

Keputusan ini diambil dalam sidang anggaran dan bantuan luar negeri Uni Eropa di Brussel, Senin 6 Oktober 2026.

 

Alasan Penolakan: Takut Masuk ke Hamas

Juru bicara EPP untuk urusan luar negeri, Hildegard Bentele (Jerman) menegaskan, EPP bukan menolak membantu rakyat Gaza, tapi menolak cek kosong (blank cheque).

“Uni Eropa tidak bisa terus menulis cek kosong untuk organisasi yang aktif di wilayah yang dikendalikan Hamas tanpa jaminan besi bahwa tidak satu Euro pun berakhir untuk mendukung terorisme,” kata Sander Smit, anggota Parlemen Eropa dari EPP.

Baca Juga :  ORANG TERKURUS DI DUNIA Guinness: Lucía Zárate, 2,1 kg

 

EPP mengajukan 3 syarat mutlak sebelum dana 15 Miliar Euro itu bisa cair:

  1. Audit Ketat dan Vetting LSM: Setelah terungkap adanya laporan bahwa dana kemanusiaan Uni Eropa berisiko diinfiltrasi Hamas. Sebanyak 15 anggota parlemen dari EPP dan ECR bahkan menuntut investigasi mendesak terhadap LSM yang didanai Uni Eropa di Gaza.
  2. Reformasi Otoritas Palestina: Dana rekonstruksi harus disalurkan lewat Otoritas Palestina (PA) yang telah direformasi. EPP menuntut PA melakukan demokratisasi, transparansi, dan akuntabilitas. Presiden Mahmoud Abbas diketahui belum menggelar pemilu selama hampir 20 tahun sejak 2005.

3. Jaminan Tidak Ada Peran Hamas: Tidak ada rekonstruksi dan tidak ada penarikan penuh IDF sampai Hamas

benar-benar dilucuti secara total dan diverifikasi, serta tidak lagi memerintah lewat proksi atau mengontrol

dana rekonstruksi.

 

Uni Eropa Terbelah

Uni Eropa sendiri diketahui merupakan donor terbesar Palestina. Melalui Team Gaza Initiative yang diluncurkan bersama Bank Investasi Eropa dan Bank Dunia, Uni Eropa berencana memobilisasi miliaran Euro untuk pemulihan air bersih, listrik, rumah sakit, dan sekolah di Gaza.

Baca Juga :  Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas menyebut Uni Eropa adalah mitra paling terpercaya bagi rakyat Palestina.

Namun, basis donor Gaza hingga saat ini masih didominasi Eropa, sementara negara-negara Arab dinilai EPP hanya retorika politik tanpa kontribusi nyata. EPP menegaskan keberhasilan rekonstruksi tergantung pada lebih banyak negara yang mau ikut menyumbang, bukan hanya Eropa.

Dengan penolakan EPP, proposal 15 miliar Euro itu kini terancam beku. Parlemen Eropa menuntut Komisi Eropa memperketat mekanisme PEGASE – mekanisme penyaluran bantuan keuangan Uni Eropa ke Palestina – sebelum dana rekonstruksi tahap penuh dikucurkan.

Di lapangan, kondisi Gaza masih memprihatinkan. Data PBB menyebut 60% keluarga di Gaza kekurangan air bersih dan 86% kesulitan akses toilet akibat perang yang telah menewaskan lebih dari 67 ribu orang sejak Oktober 2023.(MM#)

Berita Terkait

Korsel Lanjutkan Upaya Pulihkan Dialog dengan Korut untuk Perdamaian
Macky Sall dari Senegal Menyatakan Mundur dari Pencalonan Sekjen PBB
AKSI WALK OUT MASSAL SAAT ISRAEL PIDATO SIDANG KTT
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika 2026, Aprillia Sapu Bersih Podium 1-2-3-4
Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi Tiba di Jakarta,Bertemu Presiden Prabowo di Istana
TERNYATA PERKAKAS KUNCI INGGRIS YANG DIKENAL DI INDONESIA BUKAN DARI INGGRIS MELAINKAN DARI SWEDIA
ILMUAN BELGIA RAIH PENGHARGAAN NOBEL FISIKA 2026
MENGENAL KEPEMIMPINAN NAYIB BUKELE: DARI PRESIDEN MILENIAL HINGGA “DIKTATOR TERKEREN DI DUNIA “
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Korsel Lanjutkan Upaya Pulihkan Dialog dengan Korut untuk Perdamaian

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Macky Sall dari Senegal Menyatakan Mundur dari Pencalonan Sekjen PBB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:10 WIB

AKSI WALK OUT MASSAL SAAT ISRAEL PIDATO SIDANG KTT

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika 2026, Aprillia Sapu Bersih Podium 1-2-3-4

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi Tiba di Jakarta,Bertemu Presiden Prabowo di Istana

Berita Terbaru

Korsel Lanjutkan Upaya Pulihkan Dialog dengan Korut untuk Perdamaian (Foto:You Tube)

Internasional

Korsel Lanjutkan Upaya Pulihkan Dialog dengan Korut untuk Perdamaian

Senin, 19 Okt 2026 - 07:37 WIB

Macky Sall dari Senegal Menyatakan Mundur dari Pencalonan Sekjen PBB (Foto: Lequotidien)

Internasional

Macky Sall dari Senegal Menyatakan Mundur dari Pencalonan Sekjen PBB

Minggu, 18 Okt 2026 - 18:38 WIB

AKSI WALK OUT MASSAL SAAT ISRAEL PIDATO SIDANG KTT (Foto:detik)

Internasional

AKSI WALK OUT MASSAL SAAT ISRAEL PIDATO SIDANG KTT

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:10 WIB