Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 
Maulid Nabi Muhammad SAW(Foto:Minanews)

Maulid Nabi Muhammad SAW(Foto:Minanews)

Qixiobuzz.com – IRAQ. Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari kelahiran Baginda Rasulullah SAW yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Tradisi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tapi tahukah kamu, siapa yang pertama kali menggagas peringatan ini secara besar-besaran?

Tokoh penggasnya Maulid dan yang Resmi meriahkan

Tokoh utamanya adalah Al-Malik Al-Muzaffar Abu said kukburi. Beliau adalah raja dari Irbi/ Erbil, wilayah yang sekaran masuk Irak. Beliau yang menggagas pertama beliau  juga salah satu panglima dan sahabat  dekat Shalahuddin Al-Ayyubi. Karena itu banyak mengitkan Maulid dengan Shalahuddun. Peringatan Maulid Nabi paling  meriah pertama kali sekitar  tahun 1207 Masehi, yang di resmikan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, atau yang dikenal di dunia Barat sebagai Saladin. Ada juga catatan dari sebagian ulama bahwa peringatan kecil sudah ada sejak masa Fatimiyah di Mesir sekitar tahun 362 H / 973 Masehi.

Jadi yang paling masyur dan meriah  tradisi Maulid di zaman Shalahuddin beliau adalah Sultan dari Dinasti Ayyubiyah dan panglima besar Islam yang berhasil membebaskan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib dalam Perang Salib.

Di tengah kesibukannya memimpin jihad dan mempersatukan umat Islam, Shalahuddin menyadari pentingnya menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW di hati rakyatnya.

Tujuan Shalahuddin Mengadakan Maulid

Baca Juga :  Kekaisaran Jepang, Negara Asia yang Tak Pernah Dijajah dan Berbalik Menjadi kekuatan Dunia

Ada 3 tujuan utama mengapa Shalahuddin Al-Ayyubi memerintahkan peringatan Maulid:

  1. Menumbuhkan Semangat Jihad dan Cinta Rasul

Saat itu umat Islam sedang menghadapi Perang Salib. Dengan memperingati kelahiran Nabi, semangat meneladani akhlak, keberanian, dan perjuangan Rasulullah dibangkitkan kembali agar umat kuat menghadapi penjajah.

 

        2.  Mempersatukan Umat Islam

Kondisi politik saat itu terpecah. Peringatan Maulid dijadikan sarana untuk menyatukan berbagai mazhab dan kelompok agar kembali ke satu barisan: mencintai Nabi dan membela Islam. Acara digelar selama sebulan penuh di bulan Rabiul Awal. Disediakan makanan, uang, dan hadiah untuk semua kalangan.

Rincian Acara Maulid pertama di Irbil

Dilaporkan oleh sejarawan Ibnu katsir dan Khalkan :

  1. Pembacaan Sirah Nabi oleh ulama besar.
  2. Sedekah 5000 ekor domba, 10.000, ayam, dan 100.000 mangko makanan untuk rakyat
  3. Pembacaan Syair Madh / pujian kepada Nabi
  4. Dihadiri 300 ulama,ahli fikih, dan ahli tasawuf

Tujuanya mempersatukan umat, menghidupkan cinta kepada Rasullah, dan membangkitkan semangat melawan penjajah.

  1. Meneladani Akhlak Nabi

Dalam peringatan tersebut, para ulama diundang untuk berceramah tentang sirah Nabi, kedermawanan, kepemimpinan, dan akhlak beliau. Tujuannya agar rakyat meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana Peringatan Pertama Kali Itu?

Pada masa Shalahuddin, peringatan Maulid diadakan dengan sangat meriah di Mesir dan Syam.

Isinya berupa:

– Pembacaan sirah Nabi oleh para ulama

Baca Juga :  KH Abdul Hakim Mahfudz "Gus Kikin" Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2026-2031

– Sedekah makanan kepada fakir miskin dan rakyat

– Pembacaan shalawat dan pujian kepada Nabi

– Hiburan islami seperti nasyid

Seluruh biaya ditanggung oleh Baitul Mal. Rakyat dari berbagai kalangan diundang. Tidak ada unsur maksiat, murni untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya.

Apakah Ada Dalilnya?

Para ulama sepakat bahwa Maulid hukumnya mubah hingga sunnah  jika isinya kebaikan: shalawat, sedekah, dakwah, dan menghidupkan sunnah.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dan Imam As-Suyuthi termasuk ulama yang membolehkan dan menganjurkan Maulid selama tidak ada kemungkaran di dalamnya.

Warisan Shalahuddin Sampai Sekarang

Setelah era Shalahuddin, tradisi Maulid terus berkembang ke seluruh dunia Islam. Dari Turki Utsmani, ke Afrika Utara, Asia Selatan, hingga Nusantara.

Di Indonesia, Maulid menjadi momentum besar: ada pengajian, shalawatan, santunan, dan ceramah. Semua itu muaranya dari semangat yang dulu ditanamkan Shalahuddin Al-Ayyubi: *menghidupkan cinta kepada Nabi sebagai sumber kekuatan umat.

Kesimpulan

Jadi, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW secara resmi oleh Shalahuddin Al-Ayyubi antara tahun. Bukan sekadar seremonial, tapi sebagai strategi dakwah dan pemersatu umat di masa sulit. Hingga hari ini, setiap kali kita bershalawat dan mengenang kelahiran beliau di bulan Rabiul Awal, kita sedang melanjutkan warisan cinta dari seorang panglima besar Islam.(MM#).

Berita Terkait

International Media Forum Digelar di Uzbekistan, Bahas Masa Depan Jurnalisme Digital
Perjuangan Reparasi Sejarah Kelam Perbudakan Kian Menguat di Kancah Global
Festival Cabai Merah Goesan 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wisatawan Padati Korea Selatan
Kekeringan Parah Landa Kota Facatativá, Warga Alami Krisis Air Bersih
Presiden Prabowo Sampaikan Gagasan Ekonomi di EET
Rusia Tuding NATO Ingin Kendalikan PBB dan Langgar Piagam
NAPOLEON BONAPARTE Letnan Miskin Menjadi Kaisar yang Mengguncang Eropa
Presiden Prabowo Hadiri Eastern Economic Forum ke-11 di Rusia, Dijadwalkan Bertemu Putin
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:53 WIB

International Media Forum Digelar di Uzbekistan, Bahas Masa Depan Jurnalisme Digital

Sabtu, 5 September 2026 - 15:39 WIB

Perjuangan Reparasi Sejarah Kelam Perbudakan Kian Menguat di Kancah Global

Sabtu, 5 September 2026 - 11:49 WIB

Festival Cabai Merah Goesan 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wisatawan Padati Korea Selatan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:22 WIB

Kekeringan Parah Landa Kota Facatativá, Warga Alami Krisis Air Bersih

Kamis, 3 September 2026 - 17:27 WIB

Presiden Prabowo Sampaikan Gagasan Ekonomi di EET

Berita Terbaru