Qixiobuzz.com – Stockholm. Ilmuan kelahiran Belgia Francis Halzen resmi meraih Penghargaan Nobel Fisika 2026. Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia (Royal Swedish Academy of Sciences) mengumumkan Halzen, 82 tahun, sebagai pemenang tunggal Nobel Fisika tahun ini di Stockholm, Selasa (6/10/2026).
Halzen dinilai berjasa besar atas “kontribusi yang menentukan terhadap Observatorium Neutrino IceCube dan penemuan neutrino berenergi tinggi yang berasal dari luar angkasa.”
Hadiahnya 12 juta Kronor Swedia atau sekitar Rp 18,7 miliar.
Siapa Francis Halzen?
Halzen lahir di Tienen, Belgia tahun 1944. Ia adalah profesor fisika di University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat. Ia dijuluki *”Neutrino Man” atau Manusia Neutrino.
Ini adalah pertama kalinya sejak 1992, Nobel Fisika diberikan hanya untuk satu orang pemenang.
Halzen menjadi orang Belgia ke-11 yang meraih Nobel.
“Ini kejutan besar, saya jelas tidak menyangka,” ujar Halzen via telepon dari Italia saat pengumuman. “Ketika kami memulai proyek ini, sangat sedikit yang berpikir ini akan berhasil, termasuk saya sendiri. Ini adalah petualangan dimana kesuksesan tidak dijamin.”
Ia bahkan berkelakar: “Saya sedang mengerjakan proposal riset baru, saya harap hadiah ini membantu proposal saya disetujui,” yang disambut tawa hadirin.
Berburu Partikel Hantu di Kutub Selatan
Apa itu neutrino? Neutrino dijuluki “partikel hantu” (ghost particles)
Setiap detik, lebih dari 1 miliar neutrino menembus tubuh kita tanpa terasa. Tidak punya massa, tidak punya muatan listrik, bisa menembus bumi, planet, bahkan galaksi tanpa berubah.
Halzen punya ide gila sejak 1988: Mengubah es bening di Kutub Selatan menjadi teleskop raksasa.
Maka dibangunlah IceCube Neutrino Observatory di Antartika – detektor raksasa seluas 1 kilometer kubik berisi ribuan sensor cahaya seukuran bola basket yang ditanam 2,5 km di dalam es.
Cara kerjanya: Ketika neutrino langka bertabrakan dengan atom es, ia menghasilkan kilatan cahaya biru kecil. Sensor itulah yang menangkapnya.
Pada 2013, IceCube berhasil mencatat sejarah: menemukan neutrino berenergi lebih dari 30 TeV yang berasal dari luar tata surya. Bahkan kemudian menemukan sumbernya dari galaksi yang jaraknya 3,7 miliar tahun cahaya!
Karena neutrino berjalan lurus tanpa dibelokkan medan magnet, ia menjadi pembawa pesan dari ledakan bintang, lubang hitam, dan galaksi jauh – membuka cabang astronomi baru bernama *astronomi multimessenger, melihat alam semesta bukan dengan cahaya, tapi dengan partikel.
“Para pembawa pesan ini membawa informasi dari kosmos. Mereka membuka pintu ke galaksi jauh dan menceritakan tentang proses bintang yang meledak,” ujar anggota komite Nobel Eva Olsson.
Dengan penemuan ini, manusia kini punya “jendela baru untuk melihat alam semesta.”
Penghargaan Nobel akan diserahkan langsung oleh Raja Swedia Carl XVI Gustaf pada 10 Desember 2026 di Stockholm.(MM#).










