Qixiobuzz.com – Teheran. Pemandangan tak biasa terlihat di ibu kota Teheran. Ratusan perempuan Iran, mulai dari mahasiswi, ibu rumah tangga, hingga pekerja kantoran, kini mulai mengikuti pelatihan militer cara memegang senjata dan teknik dasar pertahanan.
Pelatihan ini bagian dari program mobilisasi massal nasional bernama Kampanye Janfada yang artinya “Berbakti kepada Iran” yang diinisiasi oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan milisi Basij.
Latihan publik pertama digelar Jumat 18 September 2026 di pusat Kota Teheran. Dalam video yang dirilis Kompas TV dan Viory, terlihat ribuan peserta, termasuk perempuan bercadar hitam, berbaris rapi mengenakan masker dan kacamata hitam, sambil menenteng senapan serbu laras panjang jenis Kalashnikov AK-47.
“Faktor pencegah terpenting bagi suatu bangsa adalah tingkat kesiapan bangsa tersebut dalam menghadapi musuh, dan komponen terpenting untuk perdamaian adalah kekuatan rakyatnya,” ujar pelatih militer Masoud Zare di lokasi latihan.
Bukan Wajib Militer, Tapi Sukarela
Berbeda dengan pria Iran yang diwajibkan ikut wajib militer (Wamil), perempuan Iran dibebaskan dari Wamil resmi. Keterlibatan mereka murni sukarela.
Mereka diajari dari nol:
– Cara memegang senjata yang benar
– Cara membongkar-pasang senapan AK-47
– Posisi menembak dan disiplin militer dasar
– Penyelamatan dan layanan sosial darurat
Program ini disebut sebagai bentuk kesiapsiagaan sipil, bukan militer aktif. Selain militer, Janfada juga mencakup pelatihan bidang media, keuangan, penyelamatan, dan layanan sosial.
Putri Setia Iran” Unjuk Kekuatan
Pada April 2026 lalu, ribuan perempuan Iran juga menggelar aksi “Iran’s Devoted Daughters” atau Putri Setia Iran di Lapangan Imam Hossein. Mereka berbaris mengendarai kendaraan taktis Fath Safir sambil membawa senapan mesin berat, sistem pertahanan udara portabel, hingga peluncur drone.
Pemerintah Iran menegaskan, langkah ini bukan untuk perang ofensif, melainkan pertahanan rakyat total. Analis menilai, program ini disiapkan untuk menghadapi ancaman eksternal, terutama ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel yang masih tinggi pasca serangan udara ke fasilitas nuklir Iran pertengahan tahun ini.
Kementerian Pertahanan Iran pada 17 September 2026 juga mengumumkan akan memperluas peran perempuan di industri pertahanan, tidak hanya di lapangan, tapi juga di pengembangan teknologi dan inovasi militer.
Fenomena perempuan Iran angkat senjata ini pun menjadi perhatian dunia, di tengah dinamika keamanan kawasan Timur Tengah yang masih memanas.(MM#)










