Qixiobuzz.com, MANILA – Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. melakukan reshuffle kabinet pada Selasa, 8 September 2026. Salah satu keputusan paling mengejutkan adalah pengangkatan legenda tinju dunia Emmanuel “Manny” Pacquiao sebagai Sekretaris dan Ketua Pelaksana Komisi Nasional Penanggulangan Kemiskinan (NAPC)
Pelantikan dilakukan dalam upacara sederhana di Istana Malacañang, Manila. Dengan jabatan setingkat Menteri Kabinet, Pacquiao kini memimpin koordinasi program pengentasan kemiskinan dan reformasi sosial pemerintah.
Dari Ring Tinju ke Kantor Pemerintahan
Pacquiao, 47 tahun, bukan nama baru di politik Filipina. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai senator Filipina pada periode 2016–2022. Setelah itu, Pacquiao melanjutkan kiprahnya di dunia politik dengan maju sebagai calon presiden pada 2022. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Selanjutnya, ia kembali mencalonkan diri sebagai senator dalam pemilu 2025. Akan tetapi, dalam pemilihan tersebut, Pacquiao harus menerima kekalahan.
Kini ia kembali ke pemerintahan dengan misi baru. Sebagai satu-satunya petinju yang pernah juara dunia di 8 kelas berbeda, Pacquiao berjanji mengalihkan “pukulannya” dari ring tinju ke kemiskinan. “Saya berasal dari kemiskinan. Saya pernah tidur di kardus di jalanan, minum air putih saja, tidak punya makanan, dan menabung receh untuk membantu keluarga,” kata Pacquiao dalam pernyataannya.
Tugas Baru di Tengah Target Pemerintah
Pacquiao menggantikan Lope Santos III yang menjabat sejak Januari 2023. NAPC bertugas mengoordinasikan implementasi program pemerintah, termasuk Agenda Reformasi Sosial dan penyusunan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Kemiskinan. Penunjukan ini sejalan dengan target pemerintahan Marcos untuk menurunkan angka kemiskinan menjadi 8-9% pada 2028. Data pemerintah mencatat angka kemiskinan turun ke 9,7% pada 2025, setara 11,08 juta warga Filipina.
Reaksi Publik
Penunjukan Pacquiao memicu beragam respons. Pendukung menilai pengalaman hidupnya memberinya otoritas moral di isu kemiskinan. *”Dia salah satu tokoh nasional yang konsisten hadir di komunitas miskin. Orang-orang percaya padanya,”* ujar seorang pegiat komunitas di Quezon City. Namun sebagian pengamat mengkhawatirkan apakah pendekatan kebijakan cukup untuk menangani reformasi struktural.
Pacquiao menegaskan prioritasnya kini adalah pelayanan publik. *”Public service comes first,”* katanya. NAPC ditargetkan meluncurkan inisiatif nasional bidang mata pencaharian dan perumahan sebelum akhir tahun. Pengangkatan Pacquiao menjadi bagian dari gelombang penunjukan kandidat non-pemenang pemilu 2025 ke kabinet Marcos, bersama mantan Mendagri Benhur Abalos dan Francis Tolentino.
(MM*)










